x

Iklan

Hudhurul Qolby Panphila

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 9 Juli 2022

Senin, 23 Oktober 2023 22:33 WIB

Sejarah Terbentuknya Zionisme dan Pendirian Negara Israel di Palestina

Mengapa tanah Baitul Maqdis (Palestina) begitu diperebutkan antar negara bagian Barat dan Timur Tengah? Sebenarnya bukan karena faktor agama, tapi wilayah itu yang paling subur dibandingkan berbagai wilayah yang ada di Eropa dan Timur Tengah.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Berdasarkan catatan historis, tentara salib yang berasal Inggris pernah menguasai Baitul Maqdis (Palestina) dan mendirikan Kerajaan Yerusalem berlangsung selama 200 tahun berkuasa, hingga akhirnya Kerajaan Yerusalem diruntuhkan oleh Kesultanan Ayyubiyah yang dipimpin oleh Salahuddin Ayyubi serta Baitul Maqdis dibebaskan/ dimerdekakan dari cengkraman tentara salib (baca: Inggris) pada 2 Oktober 1187 Masehi.

Namun ternyata Inggris masih menyimpan dendam atas kekalahannya. Dua tahun berikutnya atau tepatnya tahun 1189, pasukan Inggris kembali lagi, dipimpin oleh King Richard The Lion Heart, kali ini mereka berkoalisi dengan pasukan Jerman yang dipimpin Raja Frederick Barbarosa, dan pasukan Prancis dipimpin oleh Philip Augustus, untuk kembali merebut tanah Baitul Maqdis.

Namun usaha mereka tidak berhasil, akan tetapi Kesultanan Ayyubiyah juga tidak berhasil memukul mundur tentara salib dari tiga koalisi negara tersebut. Kekuatan pasukan mereka berakhir imbang. Kemudian di tahun 1192, Richard The Lion Heart (Raja Inggris) menandatangani sebuah perjanjian dengan Salahuddin, isi perjanjian itu adalah pembagian tanah Baitul Maqdis - Palestina kepada tentara salib dan didirikan kembali Kerajaan Yerusalem di wilayah pesisir Palestina yang terletak di antara Jaffa dan Beirut, dengan persyaratan tetap berada dibawah kendali kaum Muslimin. Wilayah Jaffa kini merupakan Ibukota Israel di Palestina. Sementara Beirut adalah perbatasan Lebanon-Israel.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kesultanan Ayyubiyah kemudian runtuh sekitar tahun 1249, sebab diperangi oleh Kesultanan Mamluk (Mesir). Kesultanan Mamluk yang kemudian berkuasa di Baitul Maqdis menggantikan kekuasaan Kesultanan Ayyubiyah dan kembali memerangi Kerajaan Yerusalem di wilayah pesisir Palestina. Selanjutnya di tahun 1453, Kesultanan Turki Utsmaniyah berhasil menaklukkan Konstantinopel yakni Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) yang terletak di perbatasan antara benua Eropa (Barat) dan Timur Tengah, kini bernama Kota Istanbul di Turki. Bizantium dahulu merupakan Kekaisaran Kekristenan terbesar sekaligus pusat warisan ilmu pengetahuan dan pengembangan agama Kristen Ortodoks.

Dikalahtaklukkannya Bizantium oleh Kesultanan Turki Utsmaniyah menyebabkan perang salib di Palestina bubar dan tentara salib pulang ke Eropa. Kesultanan Turki Utsmaniyah juga menaklukkan Kesultanan Mamluk dan meruntuhkannya pada tahun 1517. Tidak sampai disitu, Kesultanan Turki kemudian menutup jalur ekspor rempah-rempah dari Timur Tengah ke Eropa, hal inilah yang menyebabkan salah satu negara yang termasuk di benua Eropa yakni Belanda pada tahun 1596 melakukan eksploitasi ke wilayah Asia khususnya ke Nusantara untuk menguasai rempah-rempah. Karena jalur rempah dari Timur Tengah telah ditutup oleh Turki. 

Pada masa berikutnya, di tahun 1776, Napoleon Bonaparte (Kaisar Prancis) mengadakan pertemuan resmi dengan para Dewan Senat Yahudi di New York - Amerika, dalam pertemuan tersebut mereka mendirikan gerakan politik Zionisme untuk upaya menciptakan negara baru yakni negara bagi bangsa Yahudi atau Israel di Palestina. Lalu di tahun 1917, sezaman dengan Perang Dunia ke-1, pemerintah Britania Raya alias Inggris mengeluarkan pengumuman secara terbuka yang mereka namai sebagai Deklarasi Balfour, berisi tentang pengumuman dukungan dari pemerintah Inggris terhadap upaya pendirian Kerajaan Israel Raya atau negara Israel di Palestina. Deklarasi Balfour semakin menguatkan jalan gerakan Zionisme untuk berupaya mencaplok keseluruhan tanah Palestina. 

Kosa kata “Zion” diadopsi dari kitab suci Perjanjian Lama agama Yahudi, yakni Bukit Zion yang berada di Yerusalem. Kkonon di masa lampau di sanalah tempat berdirinya Solomon Temple (Istana atau Kuil Sulaiman) di mana Sulaiman sendiri adalah putra Raja Daud yang dahulu pernah memimpin Kerajaan Israel (1008 SM - 970 SM) sekaligus merupakan Nabi dari bangsa Israel. Oleh karena itu, dalam bendera Israel terdapat lambang Bintang Daud (Star of David) di tengahnya, dan dua garis berwarna biru disisi bawah serta diatasnya.

Bintang tersebut merupakan simbol tujuan zionisme Israel akan mendirikan kembali Kuil Sulaiman atau Kerajaan Israel yang berpusat di Bukit Zion Yerusalem sebagai warisan tahta kekuasaan Daud yang diwariskan kepada bangsa Israel, sementara dua garis biru sebagai simbol kekuasaan Zionisme Israel yang mereka harapkan nantinya akan membentang di sepanjang sungai Eufrat hingga sungai Nil.

Akan tetapi, yang sebenarnya terjadi adalah, Inggris dan Prancis ketika itu bersekongkol, mereka berencana untuk saling berbagi wilayah Timur Tengah dengan kesepakatan yang dikenal dengan nama Perjanjian Sykes-Picot. Dengan kata lain, gerakan Zionisme sebenarnya adalah bentukan Inggris dan Prancis. Bangsa Yahudi atau Israel hanya dimanfaatkan oleh mereka alias dipolitisir. Sebagian bangsa Yahudi menentang gerakan Zionisme tersebut. Adapun istilah narasi “tanah yang dijanjikan Tuhan” dan untuk mendirikan kembali Kerajaan Israel, padahal yang sesungguhnya Kerajaan Israel dimasa kepemimpinan Daud tak lebih hanya sebuah kota dan desa-desa saja, namun telah menjadi kebiasaan bangsa Yahudi memanggil pemimpinnya dengan sebutan Raja. 

Kembali pada bahasan singkat mengenai Kesultanan Turki Utsmaniyah, yang kemudian dibubarkan pada tahun 1924 oleh pemerintah Turki sendiri dan dialihkan kepada sistem pemerintahan Republik Turki yang dipelopori oleh pemimpin revolusioner Turki bernama Mustafa Kemal Pasha, sekaligus ia dinobatkan sebagai Presiden Pertama Turki. Keruntuhan atau pembubaran Kesultanan Turki dilatarbelakangi oleh masa krisis pada Perang Dunia ke-1, dan terjadi banyak kasus korupsi dilakukan oleh para pejabat Kesultanan yang terlena dengan kekuasaan.

Runtuhnya Kesultanan Turki Utsmaniyah, kesempatan itu diambil alih oleh Zionisme untuk mendirikan negara Israel di Palestina. Sejak dahulu, tanah Baitul Maqdis (Palestina) adalah tanah yang diperebutkan oleh antar Kesultanan Islam dengan bangsa Eropa. Sepanjang sejarah, tanah tersebut merupakan tanah paling berdarah dan bertabur air mata kepiluan.

Hingga detik ini, perang masih saja terus terjadi. Mengapa tanah Baitul Maqdis (Palestina) begitu diperebutkan oleh antar negara bagian Barat (Eropa) dan Timur Tengah? Sebenarnya bukan karena faktor agama. Namun karena tanah Baitul Maqdis merupakan wilayah yang paling subur, jika dibandingkan dengan berbagai wilayah yang ada di Eropa dan Timur Tengah, maka Baitul Maqdis adalah tanah yang paling subur kala itu. Bersyukur, bagi kita yang hidup di tanah Nusantara yang diberkahi kesuburan secara merata, dan negara-negara Asia yang mengelilingi Nusantara juga merupakan wilayah yang subur. Sehingga antar bangsa-bangsa di Asia termasuk Nusantara tidak perlu repot-repot perang memperebutkan tanah. 

Namun, bicara soal kesuburan tanah, apapun di zaman modern bisa dikelola, seperti halnya di Timur Tengah yang kini banyak wilayah penghijauan, karena telah dikelola oleh kecanggihan teknologi modern. Mungkin itu sebabnya negara-negara di Timur Tengah kini banyak yang diam terhadap konflik di Palestina, karena mereka pikir sudah tidak ada lagi manfaatnya membela tanah Palestina. Sekalipun mereka membela, umumnya hanya berorasi, tidak ada tindakan signifikan.

Dan lupakan catatan terakhir. Mari kita doakan tanah Palestina agar segera menemukan jalan damai dan para Zionis semoga terketuk hati mereka menyadari atas apa yang telah diperbuatnya.

 

Wallahu a'lam.

Ikuti tulisan menarik Hudhurul Qolby Panphila lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu

Terpopuler

Pagan

Oleh: Taufan S. Chandranegara

3 hari lalu