x

Foto:pinterest.com/ beritajowo.com

Iklan

hana safitri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 15 November 2021

Rabu, 22 November 2023 12:55 WIB

Kenapa Anak Suka Berbohong?

Berkata tidak jujur atau menyatakan sesuatu yang tidak benar merupakan sebuah kebohongan. Menutupi kebohongan justru akan membuat kebohongan-kebohongan baru yang lainnya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

 

Berbohong tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, namun berbohong bisa di lakukan oleh anak-anak. Usia 3 atau 4 tahun anak sudah bisa berbohong. Seiring bertambahnya usia akan banyak kebohongan yang dilakukan oleh anak. Dan anak sudah semakin lihai untuk berbohong.

Sebagai orangtua yang mengetahui anaknya berbohong pasti akan sedih atau justru memarahi anaknya. Hal tersebut bisa memicu anak untuk berbohong kembali. Daripada langsung memarahi anak, lebih baik mengetahui kenapa anak suka berbohong dan bersikap bijak ketika sudah mengetahui alasannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Berikut adalah hal-hal yang memicu anak suka berbohong:

  1. Takut di marahi atau diberikan hukuman

Anak-anak sering tidak berkata jujur karena khawatir apabila berkata jujur justru akan dimarahi atau diberikan hukuman. Biasa hal tersebut terjadi karena anak melakukan kesalahan. Ketika melakukan kesalahan anak sudah merasa bersalah, kemudian anak berusaha jujur, namun yang terjadi justru anak dimarahi dan diberi hukuman oleh orangtuanya. Hal tersebut memicu anak untuk kemudian hari tidak berkata jujur karena hanya akan dimarahi dan diberikan hukuman.

  1. Takut mengecewakan

Terkadang anak memilih untuk berbohong karena tidak ingin mengecewakan orangtuanya. Orangtua tanpa sadar memberikan beban yang terlalu tinggi pada anak. Berharap anaknya juara kelas, memperoleh nilai yang bagus atau berprestasi dalam banyak hal. Ketika anak tidak bisa mewujudkan harapan tersebut anak merasa sedih, sehingga memicu anak untuk berbohong agar tidak mengecewakan harapan orangtuanya.

  1. Imajinasi yang tinggi

Anak kecil cenderung memiliki daya imajinasi yang tinggi. Anak-anak susah membedakan antara kenyataan dan yang khayalan. Jadi tidak heran ketika anak kecil suka membuat cerita sendiri, tentang apa yang dialami atau yang dia lihat. Kebohongan karena imajinasi anak ini sangat wajar terjadi. Biasanya terjadi diusia 3- 6 tahun. Kebohongan karena khayalan biasanya tidak masuk akal.

  1. Mencari perhatian

Anak-anak suka berbohong demi mencari perhatian, baik dari guru, orangtua atau teman-temannya. Anak ingin terlihat hebat atau dikagumi oleh banyak orang sehingga suka membuat cerita bohong tentang diri sendiri untuk mendapatkan simpati dari orang lain. Terlihat sepele namun, apabila dibiarkan hal tersebut bisa menimbulkan dampak yang buruk bagi anak.  

  1. Melindungi teman atau saudara

Teman atau saudara merupakan sosok penting bagi anak, sehingga sebisa mungkin anak akan melindunginya. Bahkan anak rela untuk berbohong untuk melindungi teman atau saudaranya itu. Hal tersebut dilakukan agar teman atau saudaranya tidak dimarahi oleh orangtuanya atau gurunya.

  1. Masalah emosional

Anak yang memiliki masalah dengan emosional seringkali melakukan kebohongan. Anak tertekan, stress atau depresi, menjadi korban bully menimbulkan kebohongan yang lebih besar yang dilakukan oleh anak. Anak tidak hanya membohongi orang lain namun biasanya membohongi diri sendiri. Anak sedang tidak baik-baik saja namun menutupi perasaannya agar terlihat baik-baik saja.

  1. Meniru apa yang di lihat

Anak merupakan peniru ulung. Anak belum mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Jadi, ketika ada orang dewasa yang berbohong dengan anak hal tersebut akan ditiru oleh anak. Anak dikemudian hari juga akan melakukan hal yang serupa. Sebagai orang dewasa di sekitar anak, jadilah contoh dan teladan yang baik untuk anak.

Apapun kebohongan anak harus disikapi dengan bijak, jangan langsung dihakimi atau diabaikan saja. Karena kebohongan yang terus menerus di diamkan akan berdampak buruk untuk anak.

 

Ikuti tulisan menarik hana safitri lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

5 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB