x

Iklan

Kasdin Basri

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Desember 2022

Rabu, 29 November 2023 19:27 WIB

AI Image dan Video Generator, Awal Berakhirnya Kejayaan Seniman Digital?

Di dunia maya kita disuguhi banyak konten-konten yang membahas AI. Memaksimalkan potensi AI mestikah mengorbankan potensi individu?

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Tahun 2023 ini bisa dikatakan sebagai tahun yang sangat memanjakan para pegiat seni digital untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas inidividu. Bertebaran kursus murah bahkan gratis untuk meningkatkan keterampilan. Lalu lahir beragam AI yang berfungsi tak sekedar untuk membantu beberapa pekerjaan, tapi bisa menggantikan proses secara keseluruhan.

Tak heran kalau saat berselancar di dunia maya kita banyak disuguhi konten-konten yang membahas AI, sampai ada juga yang jualan trik trik jitu untuk menggunakan AI ini, katanya sih supaya bisa maksimalin potensi yang dimiliki AI nya, terus potensi kita sendiri gimana dong? Sudahlah pakai tools instan malah dikasih cara pakai tools instan ini dengan instan juga.

O iya cukup, keresahan soal kualitas manusia karena AI udah banyak yang bahas, back to the topic!

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Salah satu kemudahan yang didapatkan dari AI ini adalah bisa generate sebuah gambar dan video hanya dari text saja, ada juga yang bisa membatu poles foto atau video dalam sekejap mata padahal bagi seorang profesional ini adalah aktivitas yang perlu dilakukan dengan waktu yang cukup lama.

Lalu, titik bahayanya dimana? yang tadikan kalau digunakan sama profesional bisa mengefektifkan pekerjaan.

Nahh, disini titik temunya, diawal sempat saya colek dikit nih, kalau sekarang banyak sekali tutorial dan jualan seputar cara penggunaan AI secara efektif, meskipun tak semua orang akan menggunakan AI, tapi ada 2 komponen penting yang akan ambil momen ini, pertama Pemula yang baru mulai terjun ke Dunia Profesional dan kedua Pemilik Bisnis skala kecil-menengah yang ingin menghemat budgetnya. Bagaiamana sudah ada gambaran kan? Mari kita bahas satu persatu.

Hadirnya Profesional Instant dengan Skill yang mumpuni

Di salah satu forum perdiskusian saya pernah menyampaikan kalimat ini "Dimasa sekarang sudah tidak ada lagi kesempatan kita untuk jadi stagnan, karena meskipun kita sedang bermalas-malasan hal paling minimal yang bertambah dari kita ada Informasi, semudah itulah penyebaran informasi terjadi karena teknologi".

Jadi, untuk orang yang memang ingin mempelajari satu topik secara mendalam tak perlu kesusahan lagi, modal anda cukup kemauan, konsistensi dan akses internet. Selebihnya searching aja di semua platform media sosial yang ada untuk belajar. Selanjutnya untuk mengukur kemampuan ada komunitas online yang anggotanya juga sangat aktif untuk sharing dan saling memberikan masukan. Belum lagi untuk bidang seni digital in adalah salah satu bidang dengan ekosistem komunitas dengan peminat yang sangat banyak dan masif bertambah.

Semua fasilitas yang tadi sudah lebih dari cukup untuk menjadikan seorang pemula yang gak tau apa-apa menjadi profesional dalam waktu yang singkat.

Para pemilik usaha "hemat" budget

Siapasih pengusaha yang kalau ada kesempatan buat menghemat pengeluaran gak langsung dijemput dengan cepat, semua pasti mau menghemat pengeluarannya agar perbadingan dengan pemasukan semakin tinggi dan keuntungan perusahaan meningkat.

Istilahnya gini "ya, kalau beberapa tugas ini bisa dikerjain oleh satu orang ngapain nambah". Alhasil alurnya hampir sama dengan yang pertama tadi hanya saja ini akan lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Jadi, ngapain pakai jasa profesional kan?

Kedua case tadi hanya contoh kecil yang saya paparkan, selanjutnya bisa juga kita simpulkan bahwa kedua hal tadi akan "memperkecil" peluang seorang profesional.

Ehh, tapi tunggu dulu nih, kan yang namanya seni ada taste nya dan itu yang gak dimilikin oleh AI. Kalau kamu berfikir begini berarti keliru dikit, karena selama ini kan kita juga ngikutin kemauan dari klien. Artinya kalau mereka sendiri yang jalankan psati hasilnya sesuai dengan kemauannya dong.

Sudah, cukup pesimisnya ini hanya pengingat untuk kita semua untuk berhenti berpuas hati terhadap segala pencapaian yang kita miliki, karena sejatinya di atas langit masih ada langit, dan dunia selalu berputa. Jadi, ingatlah hidup ini sangat dinamis, agar kita tidak ketinggalan kita juga harus bergerak lebih dinamis dan efektif.

Salam Hangat,
Kasdin I Social Media Spesialist

Ikuti tulisan menarik Kasdin Basri lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu