x

Ilustrasi Virus. Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay.com

Iklan

Alvito Alfian

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 21 Desember 2023

Jumat, 22 Desember 2023 07:13 WIB

Virus Trojan, Ancaman Siber yang Terus Meningkat

Virus Trojan merupakan salah satu dari malware yang dapat menjadi ancaman bagi keamanan sistem informasi. Hal ini dikarenakan virus Trojan menyamar sebagai suatu program yang sah agar bisa menyusup ke perangkat korbannya.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Keamanan sistem informasi merupakan salah satu isu yang paling penting dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Hal ini dikarenakan sistem informasi merupakan salah satu aset yang sangat penting bagi suatu organisasi, baik dari segi bisnis maupun dari segi operasional. 

Virus Trojan merupakan salah satu ancaman keamanan siber yang membuat perangkat pengguna menjadi tidak aman. Sistem informasi yang tidak aman dapat menyebabkan kerugian yang sangat signifikan bagi organisasi tersebut baik secara finansial maupun reputasi.

Apa itu Virus Trojan

Virus Trojan merupakan salah satu dari malware yang dapat menjadi ancaman bagi keamanan sistem informasi. Hal ini dikarenakan virus Trojan menyamar sebagai suatu program yang sah agar bisa menyusup ke perangkat korbannya. Virus ini dibuat dalam bentuk file, program maupun potongan code yang tidak terlihat berbahaya untuk mengelabui korbannya. Virus ini dirancang untuk mencuri, merusak, mengganggu dan melakukan hal berbahaya lain pada jaringan komputer milik pengguna.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Istilah virus Trojan berasal dari adaptasi cerita Yunani Kuno yang dikenal dengan nama Trojan Horse. Cerita terkenal ini berasal dari mitologi Yunani kuno sebagai bagian dari kisah Perang Troya.

Menurut legenda, Perang Troya dipicu oleh penculikan Helena, istri Raja Menelaus dari Sparta, oleh Pangeran Paris dari Troya. Setelah terjadinya perang yang berkepanjangan, pasukan Yunani yang terkepung di luar tembok kota Troya merencanakan sebuah strategi licik untuk mengecoh musuh.

Mereka membangun patung raksasa kayu berbentuk kuda yang disebut Trojan Horse dan menyembunyikan pasukan mereka di dalamnya. Pasukan Yunani kemudian meninggalkan kuda tersebut di depan gerbang Troya dan pura-pura menarik diri. Warga Troya menganggap kuda tersebut sebagai hadiah penyerahan sehingga mereka membawa masuk patung kuda tersebut ke dalam kota. Pada malamnya, pasukan Yunani yang disembunyikan keluar dari kuda dan membuka gerbang kota, sehingga hal tersebut memungkinkan pasukan Yunani lainnya yang kembali untuk menyerang dan menaklukkan Troya.

Seperti Trojan Horse, Virus Trojan mengelabui penggunanya dengan cara menyamar menjadi sebuah file, program maupun potongan code yang tidak terlihat berbahaya, namun sebenarnya itu adalah sebuah tipuan demi menipu korbannya sehingga virus ini bisa mencuri, merusak, mengganggu dan melakukan hal berbahaya lain pada jaringan komputer milik pengguna.

 

Ciri - Ciri Virus Trojan

Untuk mengetahui apakah perangkat terkena virus, inilah beberapa ciri-ciri apabila Virus Trojan menginfeksi perangkat :

  • Sering terjadi crash atau freeze pada perangkat : Apabila Virus Trojan sudah menginfeksi perangkat pengguna maka virus ini dapat menguasai perangkat lalu dapat menyebabkan crash pada perangkat pengguna bahkan virus ini juga dapat mengakibatkan blue screen of death pada perangkat.
  • Munculnya aplikasi asing pada perangkat : Virus trojan dapat memasang aplikasi atau program asing pada perangkat dikarenakan ada malware tambahan yang terpasang dari virus tersebut.
  • Perangkat pengguna menjadi lambat : Dikarenakan Virus Trojan sering mengunduh malware tambahan sehingga menghabiskan banyak ruang penyimpanan perangkat sehingga membuat perangkat pengguna menjadi lebih lambat.

 

Cara Kerja Virus Trojan

Cara kerja dari Virus Trojan sebenarnya sangat sederhana, namun masih banyak pengguna diseluruh dunia terkena serangan dari virus ini, maka dari itu berikut ini cara kerja dari Virus Trojan :

  • Penyerang mengirimkan sebuah umpan kepada korban melalui email, pesan ataupun situs web yang sudah terinfeksi dengan Virus Trojan. Umpan tersebut bisa berupa file, program maupun potongan code yang tidak terlihat berbahaya.
  • Korban akan menerima umpan lalu membuka file atau mengunduh aplikasi yang mereka terima.
  • Setelah umpan terbuka, maka Virus Trojan akan berusaha memperoleh akses ke sistem korban dan mengambil alih kendali dari perangkat korban. Virus Trojan bisa menginstall aplikasi tambahan, merusak file ataupun mengambli data pribadi korban yang ada dalam perangkat korban.
  • Setelah berhasil mengambil alih sistem korban, Virus Trojan bisa menularkan malware ke perangkat dan situs web yang terhubung dengan korban.

 

Contoh Serangan Virus Trojan

WillExec merupakan salah satu Virus Trojan yang terkenal yang dibuat pada bulan Juni tahun 2009, namun virus ini diluncurkan pada bulan November tahun 2017 lalu. Tipe Trojan ini adalah Executable File yang dapat dijalankan pada sistem operasi Windows 32 bit.

Cara kerja dari malware ini yaitu dengan cara memasukkan Virus Trojan ke dalam suatu proses, kemudian mematikan fitur keamanan pada perangkat komputer milik user, Setelah berhasil masuk ke dalam proses tersebut, "Trojan.WillExec" akan mencoba terhubung dengan berbagai domain menggunakan jaringan UDP lalu bersembunyi di dalam proses tersebut dan menunggu instruksi dari penyerang untuk dijalankan.

 

Upaya Melindungi Perangkat dari Virus Trojan

Virus Trojan biasanya sering dapat bertahan di perangkat pengguna selama berbulan-bulan tanpa diketahui oleh pengguna bahwa perangkatnya telah terinfeksi virus. Namun tindakan terbaik yang dapat dilakukan untuk melindungi perangkat komputer adalah menggunakan pemindai trojan atau perangkat lunak penghapus malware.

Hal yang sebaiknya dilakukan adalah menginstall perangkat lunak antivirus yang berkualitas tinggi yang bertujuan untuk melindungi perangkat pengguna dari berbagai jenis malware, termasuk Virus Trojan.

Pengguna juga sebaiknya tidak mengunduh file dari sumber yang tidak terpercaya, sebagian besar sumber dari Virus Trojan berasal dari internet sehingga sebaiknya pengguna menghindari hal tersebut demi menjaga perangkatnya tetap aman dari malware. Pengguna disarankan untuk berhati-hati ketika sedang menggunakan jaringan internet publik, karen jaringan internet publik sangat rentan terhadap serangan malware.

Ikuti tulisan menarik Alvito Alfian lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan