x

Jokowi

Iklan

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 24 Februari 2024 12:34 WIB

Cawe-cawe Jokowi Berlanjut ke Penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran

Rencana pelibatan Presiden Joko Widodo dalam penyusunan kabinet pemerintah mendatang harus dibatasi. Kalau tidak publik akan bertanya-tanya, apakah struktur kabinet itu representasi dari kabinet lanjutan pemerintahan Jokowi yang berakhir Oktober 2024 tahun ini.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, meyakini Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan memengaruhi komposisi kabinet Prabowo-Gibran.  "Sebelum 20 Oktober mungkin Jokowi masih berpengaruh soal komposisi kabinet," kata Adi , Sabtu, 24 Februari 2024, kepada tempo.co. Tanggal 20 Oktober 2024 adlaah saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih untuk periode 2024–2029. 

Saat ini berdasar perhitungan quick count, pasangan Prabowo Soebianto dan Gibran Rakabuming Raka masih unggul dalam perhitungan suara Pemilihan Presiden 2024. Meski begitu dia menilai Prabowo juga punya preferensi soal postur pemerintahan mendatang.

Setelah 20 Oktober 2024, menurut tak ada jaminan Jokowi akan terus berpengaruh. "Karena yang jadi presiden definitif adalah Prabowo."

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Penilaian Adi itu bisa jadi benar. Karena menurut anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Dradjad Wibowo, Jokowi akan turut serta alias cawe-cawe menyusun kabinet Prabowo-Gibran. Jokowi dianggap sebagai pemimpin koalisi yang memenangi Pilpres 2024

”Mereka yang berwenang menyusun kabinet itu adalah Pak Jokowi, karena beliau transisi. Dia juga kasarnya sekarang adalah pemimpin koalisi. Kemudian tentu (capres dan cawapres) Pak Prabowo dan Mas Gibran, lalu kemudian para ketua umum partai,” kata Dradjad Wibowo seperti ditulis Kompas.id, Kamis (22/2/2024). .

Menurut Drajad keterlibatan Jokowi dalam merancang anggota kabinet di bidang ekonomi lantaran pemerintahan mendatang dianggap memerlukan sosok dengan kompetensi dan kemampuan berpikir strategis dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Sosok yang dipilih didasarkan pada aspek kompetensi, kapabilitas, kapasitas, integritas, sampai prestasi dan rekam jejak. ”Dalam proses penyusunan (kabinet) pasti akan berlandaskan sistem merit."

Rencana pelibatan Presiden Joko Widodo itu dipertanyakan pakar politik Ikrar Nusa Bhakti. Menurut dia jika rencana tersebut tetap berjalan, pelibatan Jokowi dalam penyusunan struktur kabinet harus dibatasi. "Apabila tidak, hal ini justru dapat mengundang pertanyaan publik, apakah struktur kabinet nanti benar-benar menggambarkan kabinet pemerintahan Prabowo-Gibran, atau representasi dari kabinet lanjutan pemerintahan Jokowi yang akan berakhir tahun ini," kata dia seperti ditulis Kompas.com.

Ikrar menegaskan pemerintahan baru nanti bukan lagi eranya Jokowi setelah dua periode berkuasa. Menurutnya, kontribusi Jokowi dalam membawa pasangan Prabowo-Gibran memenangi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 tak serta merta membuatnya mendapat ruang untuk terlibat dalam penyusunan kabinet.  Ikrar mengingatkan Prabowo supaya memegang teguh independensi dalam mengambil keputusan, termasuk perihal penentuan postur kabinet nanti.

 

Ikuti tulisan menarik Indonesiana lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler