x

ilustrasi cukur rambut (pexels/luis quintero)

Iklan

Muhammad Rizal Firdaus

Content Writer
Bergabung Sejak: 7 April 2023

Jumat, 12 April 2024 06:05 WIB

Karena Introvert Saya Memilih Potong Rambut ke Penyandang Tuna Wicara

Opsi untuk memilih tukang cukur rambut tuna wicara bisa menjadi alasan, hal ini saya alami hampir setahun terakhir

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Bagi sebagian orang, cukur rambut adalah aktifitas yang mengasyikkan lantaran bisa memberbarui penampilan dengan gaya rambut. Selain itu juga bisa berbincang dengan tukang cukur meski obrolannya tamplate dan basi.

Maka opsi untuk memilih tukang cukur rambut tuna wicara bisa menjadi pertimbangan. Jal ini saya lakukan hampir setahun terakhir. Saya lebih memilih berlangganan cukur rambut yang punya keterbatasan namun juga banyak kelebihan.

Awal mula saya menemukan cukur rambut tersebut dari mulut ke mulut. Tukang cukur rambut tersebut terkenal dengan kerapian cukuranya dan kecepatan proses memotong helai demi helai rambut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ia piawai dalam memotong rambut, terbukti ketika saya memberikan contoh model rambut yang saya inginkan dengan sigap bapak tersebut memahami dan langsung memainkan mesin potong rambut yang sudah siap merapikan rambutku.

Selain piawai dalam hal potong memotong, di tempat cukur langganan saya ini juga memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan barbershop ala pangkas rambut kekinian. Di sana terdapat fasilitas free wifi bagi yang mau menunggu giliran cukur rambut.

Fasilitas lain yang tidak kalah mewah adalah adanya AC. Ini membuat kita nyaman saat bercukur, jika dibandingkan tempat cukur rambut lain yang maksimal hanya kipas angin.

Tak hanya fasilitas super lengkap yang kita dapatkan pengalaman cukur rambut dengan suasana yang tenang akan kalian dapatkan terlebih bagi kalian yang melabeli diri sebagai seorang yang introvert.

Pengalaman saya lebih memilih berlangganan ke bapak ini adalah adanya pengalaman yang tidak mengenakkan ketika cukur rambut di tempat yang tukang cukur rambutnya terlebat sok asyik. Alih-alih ingin basa-basi dengan customernya yang ada malah membuat kecewa.

Pernah suatu ketika mencoba tempat cukur rambut lain yang over bicara tersebut, yang ada malah rambutku terpapas habis karena keasyikan ngobrol. Sejak saat itu saya enggan kembali ke tempat itu lagi.

Dengan potong rambut di tempat cukur rambut yang punya keterbatasan ini kepekaan saya terhadap lingkungan sekitar semakin tinggi. Selain itu saya belajar tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah kehidupan, kekurangan yang kita punya tidak menjadi alasan untuk diam dan berpangku tangan.

Ikuti tulisan menarik Muhammad Rizal Firdaus lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terkini

Terpopuler