x

Iklan

Christian Saputro

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 Juni 2022

Rabu, 15 Mei 2024 08:56 WIB

Pandhawa Woodwind Quintet, Mengusung Semangat Para Ksatria di Gelanggang Musik Kamar

Grup musik kamar dari Yogyakarta ini kiprahnya terhitung masih baru. Pandhawa pernah adalah Juara 1 Nasional Festival Senidan Pertunjukan Indonesia. Dan, baru-baru ini tampil dalam event Singapura Chamber Music Festival 2024.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Grup musik  kamar dari Yogyakarta yang mengusung Pandhawa Woodwind Quintet ini memang kiprahnya terhitung masih baru. Kelompok music tiup yang terdiri dari lima personil ini baru terbentuk pada tanggal 1 April 2022.

Pandhawa Woodwind Quintet merupakan grup musik kamar yang lima punggawanya merupakan para musisi muda dari pendidikan musik di Yogyakarta, Indonesia . Personil Pandhawa Woodwind Quintet terdiri dari Bintang Arya Kusuma (Flute), Fathyo Kayana Farrel Purnama (French Horn), Danrathz Lukas Petrus Lumantow (Clarinet), Daniel Estario Primata (Bassoon) danValentino Gerry Febrian Banggul (Oboe),

Mewakli personil Pandhawa Bintang Arya Kusuma membeberkan grup ini bergerak atas dasar semangat untuk mengenalkan dan mengembangkan musik kamar di Indonesia. Sedangkan soal Nama Pandhawa sendiri, lanjut, Bintang Arya,     terinspirasi oleh kisah jadag pewayangan. Pandhawa merupakan 5 bersaudara yaitu; Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa yang merupakan sosok-sosok ksatria.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pandhawa dikenal oleh karena kegigihan mereka dalam berlatih seni perang, serta memiliki  rasa persaudaraanyang tinggi. Mereka kemudian dikenal sebagai ksatria tangguh yang sulit dikalahkan di medan perang.

“Pandhawa Woodwind Quintet mengadopsi nama Pandhawa dari tokoh pewayangan untuk menggambarkan kekeluargaan serta semangat berlatih yang tinggi seperti halnya para ksatria Pandhawa,” terang Arya sang peniup flute.

Fathyo Kayana yang  memainkan French Horn menambahkan terbentuknya grup ini merupakan wadah bagi para anggota untuk mengembangkan skill dan keterampilan bermain musik melalui musik kamar.Spirit inilah yang kami ambil. 

Lebih lanjut, dijelaskannya, Pandhawa Woodwind Quintet kerap ambil bagian dalam pertunjukan musik kamar diYogyakarta, serta aktif mengikuti mentoring dengan musisi klasik terkenal dalam negeri maupun internasional. 

“Pandhawa pernah membukukan prestasi  menjadi Juara 1 Nasional dalam Festival Senidan Pertunjukan Indonesia. Pandhawa juga  baru tampil dalam event Singapura Chamber Music Festival 2024 menjadi salah satu peserta undangan,” imbuh Fathyo Kayana/

Bio Punggawa Pandhawa Woodwind Quintet

Bintang Arya Kusuma (Flute)

Arya kelahiran Surakarta, 25 April 2003. Arya panggilan karibnya mengawali belajar flute pada umur 12 tahun secara otodidak. Pada usia 16 tahun mulai menekuni musik secara lebih serius di Sekolah MenengahMusik (SMM) Yogyakarta tahun 2018-2021 di bawah bimbingan Berny Hanteriska.

Arya saat ini melanjutkan pendidikan pada Program Studi Penyajian Musik di Institut Seni Indonesia (ISI)Yogyakarta tahun 2022. Arya merupakan peserta aktif dalam beberapa Masterclass seperti Masterclass Flute bersama Federico Dalpra (Italy). Beberapa pengalaman bermusik juga telah diraih oleh Arya antaralain Sebagai Solois dalam Konser Hari Penegakan Kedaulatan Negera bersama YogyakartaRoyal Orchestra di Aula Simfonia Jakarta (2024). Pemain Flute dalam Orkestra Gita  Bahana Nusantara (2023), Sebagai Solois Trio Solois Flute, Biola, dan Cello dalam konser Yogyakarta Royal Orchestra bertaju Rare Rumpaka (2023), Arya juga tampil aebagai Pemain Flute dan Piccolo dalam Konser Kongres Kebudayaan Jawa, di Yogyakarta (2022), juga sebagai Pemain Flute dan Piccolo Pada Launching Yogyakarta Royal Orchestra (2021), Pemain Flute pada Konser Kolaborasi SMM dan WorldShip Orchestra Japan di Taman Budaya Yogyakarta. (2020), Arya pernah meraih Juara 2 pada Yogyakarta SMM Classical Music Competition yang diadakan oleh Jesselton Philharmonic Orchestra dan SEGI College of Music, Malaysia (2019), Sebagai Pemain Flute pada Upacara Nasional Hari Kesaktian Pancasila di Lubang

Buaya Jakarta. (2019), dan Pemain Flute dalam konser Belajar Bersama Maestro Addie MS, di Jakarta. (2019)

Fathyo Kayana Farrel Purnama (French Horn)

Fathyo lahir 14 Juni 2003 di Semarang, Indonesia. Pertama kali mempelajari instrumen horn ketika masuk Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta tahun 2018 dibawah bimbingan Eddie Purwanto. Ia mendapatkan nilai tertinggi dalam Ujian AkhirKompetensi (UJK) Horn pada tahun 2021. Ia melanjutkan pendidikannya di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta di bawah bimbingan Wahyudi Pinto. Fathyo pernah mengikuti beberapa masterclass diantaranya bersama Brando Tan (Singapore) yangmerupakan founder dari Music Gear, Asep Hidayat Wirayudha dan Hendrikus MulyadiCahyo Raharjo di Concert Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, kemudian bersama Budi Utomo Prabowo di Musicasa Jakarta.

Danrathz Lukas Petrus Lumantow (Clarinet)

Danrathz lahir di Jakarta, Indonesia, pada tahun 2003. IMulai belajar clarinet sejak masuk SMM Yogyakarta (Sekolah Menengah Musik) pada tahun 2018 di bawah bimbingan Maslikhatun Nisa dan Gempur Irianto. Ia lulus dari SMM Yogyakarta dengan nilai terbaik di Ujian Akhir Kompetensi Clarinet. Saat ini tengah menempuh pendidikan di Institut SeniIndonesia (ISI) Yogyakarta Jurusan Classical Music Performance di bawah bimbingan clarinetist dan pedagog legendaris Suryanto Wijaya.Dalam bermusik, Ia aktif menjadi pemain Orkestra. Danrathz pernah bermain bersama GitaBahana Nusantara (GBN) pada tahun 2021 dan 2022 di Istana Negara, kemudian menjadiprincipal clarinet dalam Konser Masterpiece of Singih Sanjaya, perayaan KongresKebudayaan Jawa III di Yogyakarta bersama Allilaqus Symphony Orchestra, dan juga beberapa konser Serenade Bunga Bangsa, menjadi pemain dalam Alvin Orchestra(Allchestra). Ia juga aktif menjadi peserta aktif masterclass yaitu dengan Proffesor Ma Yue (Singapura), Kinan Azmeh (AS), Olen Artturi (Finlandia).

 

Daniel Estario Primata (Bassoon)

Daniel lahir di Solo, 11 Juni 2001. Belajar bassoon dari tahun 2016 di SMKN 2 Kasihan dans ekarang tengah menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Awalbelajar bassoon dari nol, dan bisa sampai sekarang berkat bimbingan dan dukungan dari guru, senior, dan orang tua yang selalu mensupport untuk belajar. Beberapa pengalaman bermain bassoon yaitu sebagai berikut; menjadi player SSO (Surabaya String Orchestra) Menjadi player Gita Bahana Nusantara di tahun 2019 di istana negara & 2020 (online) dalam rangka kemerdekaan Indonesia Soloist dan player dalam konser Serenade Bunga Bangsa Menjadi pemain bassoon Jakarta City Philharmonic Orchestra Menjadi pemain bassoon dalam Konser Masterpiece of Singgih Sanjaya di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Menjadi player Dwiki Dharmawan Orchestra di Semarang Menjadi pemain bassoon Jakarta Simfonia Orchestra(JSO).

Valentino Gerry Febrian Banggul (Oboe)

Valentino lahir di Bantul pada tanggal 12 Februari 2004. Mulai belajar musik terutama instrumen Oboe sejak kelas 1 Sekolah Menengah Kejuruan di Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta pada tahun 2018 dan melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada tahun 2022 dengan Program Studi Penyajian Musik. Pengalaman bermusiknya antara lain, pada tahun 2019 mengikuti Upacara Hari Peringatan Pancasila Sakti di Lubang Buaya Jakarta pada sebagai pemain oboe, kemudian turut berpartisipasi sebagai Pemain Oboe dalamkonser kolaborasi SMM Yogyakarta dengan Addie MS. Sebagai pemain oboe dalam konserkolaborasi SMM Yogyakarta dengan WorldShip Orchestra Japan tahun 2020. Pada tahun2021 berperan sebagai pemain oboe dalam Konser Launching Yogyakarta Royal Orchestradan berpartisipasi sebagai pemain oboe dalam Konser Rhapsody Nusantara bersama Dwiki Dharmawan di Semarang, Indonesia. Sebagai oboist dalam Konser Masterpiece of Singgih Sanjaya di Taman Budaya Yogyakarta serta menjadi pemain oboe dalam orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) 2023.

Christian Heru Cahyo Saputro, Jurnalis, Penikmat  music tinggal di Semarang, Indonesia.

Ikuti tulisan menarik Christian Saputro lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini