x

Kesalahan Investasi Saham yang Harus Dihindari

Iklan

Nafeeza Digital

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 23 April 2024

Sabtu, 25 Mei 2024 19:07 WIB

Enam Kesalahan Investasi Saham yang Harus Dihindari Pemula

Saham merupakan instrumen investasi dengan resiko tinggi, namun returnnya juga tinggi. Karena itulah, tidak sedikit orang yang mendedikasikan banyak waktu dan uangnya untuk mendapatkan uang dari saham.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Nafeezadigital - Saham merupakan instrumen investasi dengan resiko tinggi, namun returnnya juga tinggi. Karena itulah, tidak sedikit orang yang mendedikasikan banyak waktu dan uangnya untuk mendapatkan uang dari saham. Namun, itulah masalahnya, return yang menggiurkan dari saham membuat orang banyak melakukan kesalahan, dan akhirnya rugi sampai bangkrut.

Kesalahan seperti itu biasanya dilakukan oleh para pemula yang terjun begitu saja ke dunia pasar modal, tanpa belajar telebih dahulu. Karena itulah, buat kamu yang masih belum sadar pada kesalahanmu, perhatikan beberapa kesalahan investasi saham yang harus kamu hindari berikut ini.

Tidak tahu perbedaan investasi dan trading

Ini merupakan masalah yang krusial banget diantara para pemula. Mereka bilangnya investasi, taunya eh malah trading. Memang apa bedanya?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Investasi adalah membeli saham sebuah perusahaan kemudian menyimpannya dalam jangka panjang, untuk mendapatkan keuntungan dari return maupun dari capital gain. Sedangkan trading adalah jual beli saham jangka pendek. Kamu beli saham sekarang, beberapa jam atau beberapa hari kemudian saat harganya naik, kamu menjualnya lagi.

Tidak paham teknik fundamental

Dalam investasi saham, yang kita gunakan adalah teknik fundamental. Para pemula mungkin hanya taunya asal beli saham bagus aja yang disarankan orang lain. Padahal, hal itu benar-benar salah, bahkan bisa menyebabkan kerugian.

Pertama-tama kamu harus tahu dulu teknik fundamental, seperti analisis laporan keuangan, rasio-rasio keuangan, dan rasio-rasio lain seperti Earning per Share, Price to Earning Ratio, dan yang lainnya.

Hanya fokus pada satu saham saja

Seorang investor tidak boleh hanya terfokus pada satu saham saja, karena itu bisa menyebabkan kerugian jikalau saham tersebut nilainya turun. Cara investasi yang benar adalah riset pada berbagai jenis saham yang bagus kemudian pilih beberapa yang paling potensial. Setelah itu, investasi sejumlah uang kepada perusahaan-perusahaan tersebut sesuai jenis bisnis dan resikonya.

Tidak mau mengambil resiko

Investasi saham itu high risk high return. Jadi, kalau kamu gak mau ngambil resiko tinggi, ya gak bakal dapet keuntungan besar. Terkedang, investor mungkin ragu untuk investasi, entah karena nilai sahamnya turun terus, takut rugi, dan yang lainnya. Seharusnya, sebelum investasi, harus di riset dulu secara menyeluruh. Jangan mengurungkan niat hanya karena sebuah faktor yang kurang jelas.

Mudah putus asa

Banyak investor yang menyerah di tengah jalan hanya karena lama untungnya. Padahal, jika ingin untung besar, kamu harus sabar untuk investasi jangka panjang. Entah itu 3 tahun, 5 tahun, bahkan sampai puluhan tahun kalau bisa. Jika kamu menyerah, mungkin kamu bisa kehilangan kesempatan untuk mendapatkan jutaan dolar. Dalam hal ketekunan, kamu bisa mencontoh investor-investor kelas dunia, seperti Warren Buffet.

Malas belajar

Belajar merupakan salah satu faktor penentu dalam kesuksesan, terutama dalam investasi saham. Tanpa belajar, kamu tidak akan bisa memilih saham yang bagus dan yang buruk. Jika begitu, investasi yang kamu lakukan hanya terkesan main-main saja. Karena itulah, jika kamu ingin menjadi investor saham, kamu harus rajin belajar saham. Entah itu belajar dari Youtube, internet, maupun buku.

Itulah beberapa kesalahan investasi saham yang harus dihindari, terutama oleh pemula. Di sana saya juga menuliskan beberapa kata untuk solusinya. Jika dirasa kurang, kamu bisa mencarinya di tempat lain, atau langsung saja bertanya kepada ahlinya.

Ikuti tulisan menarik Nafeeza Digital lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler