Contoh Perilaku Oversharing di Media Sosial X

Senin, 10 Juni 2024 20:28 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Komunitas Marah-marah di media sosial X membebaskan para penggunanya menyalurkan amarah mereka terkait apa pun. Ini menjadi salah satu contoh oversharing behaviour karena kejadian yang dialami pengguna dan di-syer bukan kejadian penting yang memerlukan perhatian dan tanggapan banyak orang. Ia hanya ingin minta validasi atas amukannya.

Di media sosial X/Twitter, terdapat suatu komunitas bernama ‘Komunitas MARAH MARAH’ yang dibuat dengan tujuan membebaskan para penggunanya untuk menyalurkan amarah mereka terkait peristiwa atau kejadian pribadi yang mereka alami. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan oversharing behaviour dimana hampir semua tweet yang ada di komunitas tersebut merupakan kejadian/peristiwa yang tidak terlalu penting untuk dibawa ke ranah publik dan bisa disimpan untuk diri sendiri saja.

Beberapa pengguna juga membagikan peristiwa pribadi mereka dalam komunitas tersebut untuk mendapatkan validasi dari orang lain mengenai perasaan amarah yang mereka rasakan terkait peristiwa tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Contoh perilaku oversharing

Salah satu contohnya bisa dilihat pada tweet dari akun @jancoklambemu yang terdapat di laman Komunitas Marah Marah. Pengguna ini membagikan rasa kesal yang ia alami terkait pihak Shopee mengenai banyaknya biaya tambahan yang dimasukkan dalam satu transaksi pembelian.

Pengguna ini bisa saja memendam rasa kesalnya sendiri atau berbicara langsung pada temannya. Namun ia memutuskan membagikan kejadian ini di media sosial dengan kata-kata tidak senonoh. Tujuannya  adalah agar tweetnya viral, dilihat banyak orang, dan banyak orang yang ikut merasakan kekesalan yang ia rasakan sehingga banyak orang yang ikut memvalidasi curahan kekesalan yang ia bagikan. 

Hal ini dianggap menjadi salah satu contoh oversharing behaviour karena kejadian yang dialami pengguna @jancoklambemu bukan merupakan suatu kejadian penting yang memerlukan perhatian dan tanggapan banyak orang. Dapat dilihat dari tweet di atas, pengguna ini memang bertujuan untuk mencari tanggapan orang lain yang akan ikut memvalidasi dan membenarkan rasa kesal yang ia curahkan dengan kata-kata kasar tersebut.

 

*) Artikel ini adalah tugas dari mata kuliah Komunikasi Digital yang diampu Rachma Tri Widuri, S.Sos.,M.Si. Penulis adalah mahasiswa semester 6 pada Prodi Produksi Media, Politeknik Tempo.

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Sabiya Nazneen

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

img-content

Analisis Periklanan di Indonesia

Minggu, 12 Mei 2024 11:30 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler