Demokrasi Hanya Teori, Dinasti akan Jadi Tirani

Rabu, 12 Juni 2024 17:00 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Kekuasaan yang tidak terbuka dan terkesan ekslusif akan memutup akses publik dalam pengawan dan kontrol yang tentu akan menutup adanya keseimbangan dalam pemerintahan.

Sistem demokrasi yang diaggap sebagai konsep bernegara terbaik hanya menjadi  sekadar teori saja, faktanya wujud demokrasi hari ini hanya sekadar teori yang selalu digaungkan.

Perjuangan pada tahun 1998 yang menginginkan adanya demokrasi sebagai sistem bernegara nyatanya belum juga terwujud secara ideal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Banyak kasus yang menunjukkan bahwa demokrasi banyak diciderai oleh kalangan elit yang haus akan kkekuasaan. Hal ini berdampak pada kepercayaan publik yang menurun akibat penyewengan sistem yang sebenarnya baik ini.

Kerakusan dan kesewenang-wenangan membuat konsep tebaik sekalipun akan luntur lantaran aktor-aktornya masih mementingkan ego pribadi dan golongan.

Bahkan penghianatan terhadap sistem demokrasi yang disepakati bersama dipertontonkan secara nyata di depan publik. Kebebasan berpendapat mulai dikekang dengan berbagai peraturan yang mengekang, adanya dewan media sosial menjadi bukti nyata publik hari ini tidak lagi bebas menyampaikan pendapat.

Sebelumnya, adanya UU ITE juga dianggap sebagai bentuk pengkerdilan terdahap kekebasan berekspresi di negara yang katanya menjunjung tinggi nilai demokrasi.

Lebih parahnya lagi sistem demokrasi yang saat ini diperjuangkan kini hanya sebagatas teori yang berhenti pada tatanan teoritik dan konsep.

Banyak aktor-aktor politik yang memupuskan harapan masyarakat yang berharap adanya kesetaraan di berbagai sektor. Faktanya kini sektor politik hanya dikuasai oleh segelintir elit saja bahkan dikuasai oleh segelintir keluarga.

Politik dinasti yang mulai dipertontonkan membuat masyarakat memaklumi dan menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang biasa dalam politik. Tentu anggapan ini sangat berbahaya jika tidak segera ditanggulangi.

Jika hal tersebut tidak segera diputus mata rantainya bukan tidak mungkin negara ini akan menjadi negara dinasti yang hanya dikuasi oleh segelintir keluarga saja.

Kekuasaan yang tidak terbuka dan terkesan ekslusif akan memutup akses publik dalam pengawan dan kontrol yang tentu akan menutup adanya keseimbangan dalam pemerintahan.

Hal ini akan menjadi bibit tirani yang subur di suatu negara yang mempraktikkan budaya politik dinasti, pemerintahan yang korup dan menindas akan menjadi ending dari politik dinasti.

Hanya orang-orang dalam lingkaran tersebutlah yang akan menikmati hal tersebut, sedangkan publik hanya bisa mengelus dada lantaran nasibnya tidak bisa lagi ditentukan oleh dirinya sendiri akan tetapi harus tunduk pada kekuasaan.

Bagikan Artikel Ini
img-content
Muhammad Rizal Firdaus

Content Writer, Copywriter, Graphic Designer, and Creator Digital

1 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua