x

Aktor Reza Rahadian (kiri) dan aktris Christine Hakim mengikuti Pawai Artis Festival Film Indonesia 2014 di Palembang, Sumsel, 6 Desember 2014. Pawai dalam rangkaian kegiatan FFI 2014 ini diselenggarakan dari depan kantor Gubernur Sumsel Hingga Bente

Iklan

Topik Irawan

Fulltime Blogger
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Cahaya Dari Timur, Film Terbaik FFI 2014

Festival Film Indonesia 2014 di Palembang.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Palembang sebuah kota yang menjadi pusat pemerintahan dari provinsi Sumatera Selatan, selain di kenal dengan jembatan Ampera yang membentang diatas sungai Musi, dan Palembang juga pernah menjadi tuan rumah di ajang Sea Games beberapa tahun lalu, penyelenggara PON serta final ISL.

Kini Palembang menjadi tuan rumah berlangsungnya Festival Film Indonesia, dan istimewanya adalah kali pertama seorang presiden menghadiri acara tersebut, di tengah acara presiden Jokowi hadir untuk menyaksikan jalannya penganugerahan tertinggi bagi insan film di tanah air. Piala Citra adlah sebuah piala bagi para pelaku perfilman tanah air, walau sempat tertunda di rentang waktu yang lama antara tahun 1991 hingga 2000 an, akhirnya semenjak bangkitnya perfilman di tahun 2004 dengan meledaknya film AADC, gelaran FFI terus berlangsung hingga sekarang.

Beberapa film nasional memang mulai diperhitungkan di kancah perfilman internasional, dan dalam jumlah penonton pun mulai di angka signifikan, namun sayangnya film Indonesia sepertinya di jerumuskan ke dalam film yang abal abal dengan tema horor dan sex, namun beruntung masih ada sutradara dan produser yang tidak ingin terjebak di fim film tak bermutu itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Maka untuk tahun ini muncullah film film inspiratif dan menjadi film unggulan seperti film Sokola Rimba, # Nafas Likas, Cahaya Dari Timur,Soekarno, serta film Sebelum Pagi Terulang. Dan pemenang untuk kategori film terbaik adalah Cahaya Dari Timur.

Cahaya Dari Timur pun menggondol Citra lainnya untuk kategori Pemain Utama Pria Terbaik lewat Chicco Jerikho, dan untuk sutradara terbaik jatuh kepada Andriyanto Dewo dalam film Tabula Rasa.

Slamet Rahardjo Djarot untuk tahun ini memenangkan penghargaan Life Time Achievment, semoga film nasional mampu menjadi tuan di negeri sendiri walau bioskop bioskop di tanah air satu persatu telah bertumbangan, ini pekerjaan rumah bagi presiden Jokowi yang berjanji akan memperhatikan industri kreatif yang salah satunya adalah fim, ayo kerja kerja kerja untuk bangkitnya perfilman ditanah air.

.

Ikuti tulisan menarik Topik Irawan lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler