x

Iklan

Max Andrew Ohandi Ohandi

Saya Superhero Kocak yang berprofesi sebagai jurnalis warga
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Ngabuburit Bersama Anak Yatim & Dhuafa di Masjid Istiqlal

Mereka sejenak bagaikan berada Oase kedamaian di tengah gersang Jakarta.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Hiruk pikuk jantung Jakarta. Minggu, 5 Juli 2015- Anak- anak yatim atau Dhuafa dari wilayah Buaran, Kampung sumur, dan Klender di ajak oleh Yayasan Budaya Mandiri untuk mengunjungi kemegahan Masjid Istiqlal yang terbesar se-Asia Tenggara. Masjid yang berdiri di atas lahan 9,32 hektar. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar, dengan daya tampung 200.000 jemaah, membuat mereka berdecak kagum.

Anak-anak yang biasanya kegiatannya pemulung, mengamen, membantu orang tua tunggal bekerja atau menjaga adik. Saat mereka berada di Masjid istiqlal untuk berkeliling lihat komplek Masjid. Lihat bedug terbesar yang terbuat dari pohon jati yang sudah berumur ratusan tahun dan kulit banteng yang keras dan kuat. Serta menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar Masjid Istiqlal. Mereka sejenak bagaikan berada Oase kedamaian di tengah gersang Jakarta.

Mereka juga mendapatkan ilmu pengetahuan dari nama Istiqlal dalam bahasa Arab berarti "kemerdekaan". Sesuai dengan namanya, masjid Negara Republik Indonesia sebagai wujud syukur kemerdekaan bangsa Indonesia. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari nilai semangat ini mengajarkan kepada adik-adik untuk mengisi kemerdekaan Indonesia dengan hal-hal yang bermanfaat bagi sesama.

Dengan arsitektur bercorak Islam modern, Masjid Istiqlal berdiri megah di tengah rimba beton Jakarta. Berdasarkan Penjelasan dari bapak Parulian yang mengatakan design rancangan yang berjudul “Ketuhanan.” Karya arsitek Frederich Silaban pemeluk agama Kristen.

Hal ini menunjukan pengurus Masjid ingin memberikan contoh tidak penting apa pun agama atau sukumu untuk kamu melakukan sesuatu yang baik buat semua orang. Tidak akan pernah tanya apa agamamu. Karena Indonesia rumah untuk semua.

Detik demi detik.. Berlalu ...Hingga….

“Zahabaz zama'u wab tal latil 'u ruu qu wa sa batal ajru InsyaAllah. Artinya, Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat dan telah tetap pahala, insya Allah." Amin. Surat doa yang melambangkan berbuka puasa begitu nikmat dan pengalaman yang tidak akan terlupakan berbuka puasa membaur dengan 3000 orang terdiri dari anak yatim, dhuafa, pekerja, mahasiswa, pelajar, ayah, ibu, paman, kakek, nenek, orang bule, sebagainya. 

Ikuti tulisan menarik Max Andrew Ohandi Ohandi lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler