Peternakan Internasional di Ujung Kabupaten Jember - Analisis - www.indonesiana.id
x

Andik Setyawan (PB)

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Peternakan Internasional di Ujung Kabupaten Jember

    Sebuah pusat pembibitan Kambing Unggul dan pengelulaan hijauan makan ternak yang dikelolah oleh UPT PT dan HMT Dinas Peternakan Jawa Timur

    Dibaca : 5.876 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Jember – Sebuah Peternakan nyentrik dan berbeda dikembangkan oleh UPT PT dan HMT Jember (Unit Pelaksana Teknis dan Hijaun Makan Ternak). Berbagai jenis hewan diternakan di peternakan tersebut seperti Sapi Perah, Kambing, dan ayam. Hal yang membuat peternakan ini nampak berbeda dengan peternakan pada umumnya adalah berbagai jenis dan asal hewan yang diternak didalamnya. Berbagai jenis hewan ternak yang berada di peternakan milik UPT dan HMT Jember ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu beberapa ternak berasal dari luar negeri. Ternak yang berasal dari luar Indonesia yang berada di tempat ini adalah Kambing Boor yang berasal dari Afrika dan Kambing lokal Swis. Selain kambing, dipeternakan ini juga terdapat ayam interlokal yaitu ayam arab. Beberapa kambing tersebut memang sengaja didatangkan dari luar untuk menganekaragamkan jenis ternak di Indonesia. Sami’in, Staf Bidang Peternakan UPT PT dan HMT mengakatakan, “Tujuan didatangkannya berbagai jenis kambing dari berbagai daerah dan berbagai negara kesini adalah untuk menambah keragaman jenis ternak dan menciptakan bibit atau peranakan kambing unggul melalui persilangan silang dengan kambing lokal, selanjutnya setelah berhasil dilakukan persilangan dan melahirkan peranakan bagus sebagai bibit unggul, ternak akan didistribusikan ke warga sekitaran UPT dan selanjutnya bisa didistribusikan ke seluruh Indonesia” (13/3).

                 Peternakan milik UPT PT dan HMT Jember yang berdiri sejak tahun 1983, memiliki luasan lahan 31 ha yang terbagi menjadi berbagai bangunan seperti kantor, aula, laboratorium, kandang kambing dan perkebunan. Peternakan yang berada dibawah naungan lembaga pemerintahan ini diperuntukkan untuk sarana penelitian dan pelatihan. Tujuan utamanya adalah melestarikan jenis-jenis kambing lokal dan menciptakan peranakan unggul dari hasil persilangan baik antar kambing lokal maupun kambing lokal dengan interlokal. Sugiman, bendahara UPT PT dan HMT menjelaskan bahwa, “UPT ini memang diperuntukkan untuk sarana penelitian dan pengembangan khususnya dibidang peternakan. Kerjasama kami lakukan dengan berbagai lembaga lain seperti SMK dan Universitas dengan memberikan kesempatan kepada siswa atau mahasiswa magang disini untuk langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dari kampus atau sekolah secara langsung. Kami juga ada berbagai fasilitas seperti sarana budidaya ternak dan laboratorium yang bisa digunakan untuk menunjang proses magang”.

               Pelaksanaan ternak kambing disini dilakukan dengan mendatangkan berbagai jenis kambing dari berbagai daerah. Kambing yang diperoleh dari berbagai provinsi tersebut kebanyakan telah memasuki masa kawin baik yang berjenis kelamin jantan maupun betina. Selanjutnya kambing betina yang telah dirawat beberapa waktu kemudian akan dikawinkan dikandang isolasi (kandang kawin) dengan indukan jantan yang telah ditentukan. Lebih lanjut Sugiman menjelaskan, “Berbagai jenis kambing yang kami ternak disini merupakan ternak yang kita dapat dari berbagai daerah atau provinsi di Indonesia, namun beberapa jenis seperti kambing boor yang berasal dari Afrika itu kami dapatkan dari dinas peternakan Jawa Timur. Ternak yang didapatkan dari berbagai daerah dan luar negeri tersebut selanjutnya akan disilangkan disini untuk memperoleh peranakan unggul”. Berbagai jenis peranakan telah mampu dihasilkan oleh peternakan ini salah satu hasil peranakan unggul yang diberinama Bornen singkatan dari bood dan sanin. Peranakan ini dihasilkan dari persilangan antara kambing lokal sanin yang berasal dari Silonin dengan kambing interlokal boor yang berasal dari Afrika. Selain ditujukan untuk melestarikan jenis ternak lokal, peranakan ini juga akan dipergunakan untuk berbagai kepentingan seperti didistribusikan ke peternak di kelompok desa binaan dan untuk keperluan komersial yaitu langsung dijual kemasyarakat umum (Andik S.)

    Ikuti tulisan menarik Andik Setyawan (PB) lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.