Mesjid-mesjid Pun Penuh Jemaah

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Peristiwa gerhana matahari, benar-benar sukses menyedot perhatian orang ramai.

Peristiwa gerhana matahari, benar-benar sukses menyedot perhatian orang ramai. Sejak ramai diberitakan, bahwa akan terjadi gerhana matahari, orang-orang sudah ramai membicarakannya. Apalagi ketika diberitakan, bahwa fenomena gerhana matahari kali ini hanya bisa dilihat sempurna di Indonesia. Sayang, hanya di beberapa daerah, momen gerhana matahari dapat dilihat dengan sempurna. 
 
Namun meski begitu antusiasme masyarakat untuk melihat gerhana matahari begitu terasa kuat. Beberapa hari menjelang gerhana terjadi, beberapa spanduk sudah mulai bertebaran di pasang di pinggir dan di mulut komplek perumahan. Spanduk berisi pengumuman atau ajakan kepada umat muslim, untuk menggelar solat 'gerhana' di mesjid-mesjid. Seperti yang saya rekam di Sawangan Depok. Sebuah spanduk terpasang di pintu masuk sebuah komplek perumahan. Spanduk itu, berisi pengumuman pelaksanaan solat 'gerhana', lengkap dengan lokasi mesjid juga nama khatibnya. 
 
Spanduk ini pun mengingatkan pada spanduk-spanduk ajakan untuk solat Idul Fitri, idul Adha, atau ajakan menghadiri sebuah tablig akbar. Spanduk lain dengan isi tak jauh beda, berisi ajakan menghadiri solat 'gerhana' juga terpasang di mesjid Ar Rahim, sebuah mesjid yang lumayan besar di Sawangan, Depok, Jawa Barat. 
 
Rabu subuh hari, 9 Maret 2016, pengumuman akan digelarnya solat 'gerhana' atau solat Kusuf saling bersahutan dari mesjid-mesjid. Rabu, 9 Maret, adalah hari yang sudah diperkirakan bakal berlangsungnya gerhana matahari. Saya pun coba merekam cara warga menyambut gerhana terjadi. 
 
Menjelang pukul 06.00 pagi, saya mencoba berkeliling di seputaran Sawangan, Depok. Suasana Rabu pagi itu tak seperti biasanya. Warga, tua, muda, laki-laki dan perempuan, sudah mulai berdatangan ke mesjid-mesjid. Ada yang berjalan kaki, tapi banyak pula yang menaiki kendaraan roda dua maupun empat. 
 
Suasana ini mirip menjelang digelarnya solat Idul Fitri atau Idul Adha. Di Mesjid Ar Rahim, misalnya, suasana sudah ramai dengan jemaah yang akan ikut solat 'gerhana'. Mesjid pun nampak penuh dengan jemaah. Mesjid lain yang juga ramai dengan jamaah, adalah mesjid Al-Mukhlisin masih di sekitar Sawangan. Bahkan dari sejak subuh, jemaah sudah berdatangan, sekalian solat subuh lalu lanjut ke solat 'gerhana'. Di spanduk yang di pasang depan mesjid, diumumkan bahwa solat 'gerhana' akan digelar sekitar pukul 06.30 Wib. 
 
Saya memilih ikut solat 'gerhana' di mesjid Al-Mukhlisin. Usai solat, khatib berkhutbah. Katanya, gerhana matahari, adalah fenomena alam, bukti kebesaran Alloh. Jika sekarang ada yang menyambut gerhana dengan kegiatan yang rekreatif, itu wajar saja, karena ini memang fenonema yang sangat jarang. Namun Rasulullah, menyatakan, alangkah baiknya menunaikan solat Kusuf atau gerhana. 
 
" Gerhana juga fenomena mistis, apalagi dikaitkan dengan hal-hal takhayul atau kematian, angker. Pesan Rasululloh, perbanyak dzikir dan bersedekah. Karena mungkin hanya sekali dalam hidup kita mengalaminya," katanya. 
 
Dan, tak hanya di mesjid di Sawangan yang ramai dengan jemaah saat gerhana terjadi. Tapi, mesjid-mesjid se-antero Indonesia juga ramai dengan para jemaah yang menunaikan solat Kusuf atau gerhana. Semua menyambut, baik turis maupun jemaah. Menyambut, fenomena yang mungkin hanya akan dialami sekali dalam hidup. 
 
*Catatan saat gerhana matahari total, Rabu 9 Maret 2016
 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Agus Supriyatna

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua