x

Iklan

Fajar Pebrianto

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Bagaimana Jika Bukan Nicholas, tapi Tsarina?

Jakarta Hari Ini (1)

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Mai, Jakarta, 2015

Tidak ada yang bisa menjawab, apakah masing-masing orang punya hak untuk menterjemahkan sejarah, sekalipun kita punya sejarawan. Termasuk ketika Guillermo del Toro sengaja mentransformasikan seorang Grigori Rasputin sebagai seorang Bad Guy bahkan Satanic Worshiper dalam Hellboy, Orang Rusia juga hanya diam saja, tidak seperti Doestoevsky yang dikagumi sebagai simbol kesusastraan Rusia, Rasputin memang lebih banyak dianggap sebagai pendeta sinting sontoloyo yang suka main wanita, ketimbang kontribusinya dalam menjatuhkan Kekaisran Romanov. Untuk hal kedua, banyak yang percaya, tapi sedikit yang mengakui. 

Mad Monk, sebutan untuk Rasputin, mati ditangan prajurit Istana pada sebuah malam di musim dingin, tahun 1916, beberapa bulan menjelang revolusi Boshelvik. Beberapa bulan sebelum kematiannya, entah siapa yang punya ide, muncul karikatur di koran yang melukiskan bagaimana Rasputin merangkul Tsarina sambil memegang payudara kanan Tsarina dengan tangan kanannya, Ini bukanlah simbol seksualitas, tapi simbol dendam politik, Rasputin memang dekat dengan Tsarina, tapi bukan berarti dia berselingkuh, begitu kata para sejarahwan, Koran itu jelas ingin mengambarkan bagaimana Rasputin telah memiliki kekuasaan yang begitu besar di lingkungan Istana, Nicholas pada Tsarina, Tsarina pada Rasputin. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sejarah umum percaya, Nicholas lah yang memerintahkan prajurit untuk membunuh Rasputin ? tapi bagaimana jika bukan Nicholas, tapi Tsarina ? Apakah kecemburuan akibat kedekatan Rasputin dengan Tsarina lebih penting ketimbang situasi Maha-genting yang sebentar lagi akan menjadikan dirinya Tsar terakhir dalam sejarah Kekaisaran Rusia ?

Pertanyaan ini sah-sah saja, seperti puisi berjudul Marco Polo, bercerita tetang Marco Polo yang kembali lagi ke Venesia, dari perjalanan panjangnya mengitari Samudera Hindia dan Pasifik. Lalu benarkah Tsarina ? Tidak bisakah sebuah pertanyaan disamakan dengan sebuah puisi ? seperti ceramah Mas Goen bahwa, puisi tidak harus mengandung arti dan makna, cukup hadir saja. Tidak ada yang tahu apakah Tsarina mencintai Rasputin atau tidak, begitupun sebaliknya. Rasputin telah beristri, bagitupun Tsarina telah menjadi seorang Permaisuri Kerajaan. Mungkinkah Tsarina membunuh Rasputin karena begitu cintanya pada pendeta sinting yang telah menyelamatkan anaknya, Alexei, dari penyakit hemofilia B kronis, itu ? Sekali lagi, Rusia bukanlah Anglo-Saxon, Rusia bukanlah Continental, sekalipun satu daratan, Rusia adalah Rusia ! Rasputin bukanlah Machbet, Rasputin barangkali tidak sedikitpun ingin menjadi Tsar, barangkali juga tak terpikirkan soal itu olehnya.

Tapi bukan tidak mungkin bahwa Tsarina-lah yang membunuh Rasputin, dia melakukannya secara rasional, dia barangkali memang mencintai Rasputin seperti orang gila, tapi ia sadar ia bahwa ia telah menjadi istri Nicholas, namun sungguh tidak mudah bagi seorang Tsarina untuk melupakan Rasputin, dan barangkali hanya dengan Rasptuin mati perasaan cintanya tersebut akan benar-benar hilang.

Cover Photo : The Lovers from Rene Magritte

 

 

 

Ikuti tulisan menarik Fajar Pebrianto lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB

Terkini

Terpopuler

Numerik

Oleh: Taufan S. Chandranegara

Jumat, 23 Februari 2024 20:47 WIB