Mahasiswa Unipdu Bangun Kampung Kelor di desa Demangan - Urban - www.indonesiana.id
x

Nanda Ruli Maulidiyah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

  • Urban
  • Topik Utama
  • Mahasiswa Unipdu Bangun Kampung Kelor di desa Demangan

    Kelorisasi adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh peserta KPM Unipdu XV di kec. Tanjunganom, Nganjuk.

    Dibaca : 2.955 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Membangun Kampung Kelor

    Sejak tanggal 25 Juli 2016 peserta KPM(Kuliah Pengabdian Masyarakat) Unipdu Jombang  diberangkatkan ke kota Angin, Nganjuk. Para peserta KPM mendapat program titipan dari Pak camat kec. Tanjung anom yakni kelorisasi. Peserta KPM mengemban amanat untuk mesosialisasikan tentang manfaat kelor kepada masyarakat. Di desa Demangan hampir sebagian besar masyarakat mengenal daun kelor adalah untuk memandikan jenazah. Beberapa orang pun merasa takut saat mendengar daun kelor.

    Di situlah tantangan bagi peserta KPM untuk memasyarakatkan daun kelor. Agar masyarakat lebih percaya dengan khasiat daun kelor yang luar biasa, mahasiswa mengundang dosen kesehatan yakni Ibu Herin Mawarti, S.Kep.Ns.M.kes yang telah melakukan penelitian mengenai daun kelor dalam seminar kesehatan dan kewirausahaan KPM kelompok XVI di desa Demangan. Salah satu khasiat pohon kelor yakni bisa menyembuhkan sekitar 300 penyakit. Oleh karena itu daun kelor dijuluki sebagai pohon ajaib atau miracle tree, 

    Selain baik bagi kesehatan, daun kelor juga bisa menjadi ladang industri. Maka dari itu peserta KPM Unipdu kelompok XVI juga mendatangkan dosen dari fakultas ilmu administrasi Unipdu,  ibu Yuliasnita Verlandes, SE. MSM yang dimoderatori oleh ibu Dina Eka Sofiana SE. MA yang juga menjadi dosen pembimbing lapangan kelompok XVI KPM Unipdu. Masyarakat desa Demangan seperti kelompok tani, ibu-ibu PKK dan masyarakat sekitar menjadi sasaran mahasiswa untuk mengenalkan kelor.

    Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, pengenalan tentang kelor juga dilakukan di sela-sela waktu seperti setelah selesai yasin dan tahll rutinan ibu-ibu dan bapak-bapak. Alhamdulillah, hasil yang didapat cukup menggembirakan dan masyarakat memberikan respon yang baik tentang kelor. Mereka yang awalnya takut, kini justru ingin menanam kelor setelah mengetahui manfaatnya.

    Dikutip dari http://www.manfaatbuahdaun.com/2014/08/khasiat-manfaat-daun-kelor-untuk-kesehatan.html  banyak kandungan daun kelor yang sangat bermanfaat bagi tubuh, seperti  mengandung potasium lima kali lipat dari pisang. Kalsium empat kali lipat lebih banyak dari susu dan protein dua kali lipat dari susu serta vitamin C tujuh kali lipat dari jeruk serta empat kali lipat mengandung vitamin A dari wortel. Dilihat dari kandungan-kandungan tersebut tanaman kelor juga baik untuk bayi.

    Agar lebih menarik, mahasiswa KPM Unipdu kelompok XVI berinovasi membuat olahan berbagai produk makanan dari kelor. Seperti alor (agar-agar kelor), kembogor (kembang goyang kelor) dan stikel (stick kelor). Inovasi tidak hanya berhenti di produk makanan saja melainkan produk lainnya yakni  Saher (sabun herbal) kelor yang juga memiliki banyak manfaat, seperti menghilangkan jerawat.

    Setelah mengetahui berbagai inovasi yang telah dibuat oleh mahasiswa, ibu-ibu mulai tertarik untuk membuatnya. Mahasiswa KPM melakukan pelatihan kepada ibu-ibu desa Demangan.  Mahasiswa menyatu dan berkolaborasi dengan masyarakat serta saling bertukar pikiran. 

    Http://regional.kompas.com/read/2015/01/28/10563671/Kualitas.Terbaik.di.Dunia.Daun.Kelor.Asal.Timor.Diburu.Pembeli.Mancanegara mencatat bahwa kelor asal Indonesia banyak diburu oleh pembeli dari sejumlah negara seperti Eropa, Australia, Arab Saudi, Korea Selatan, dan China. Di Indonesia tanaman kelor tumbuh subur dan sangat disayangkan apabila masyarakat Indonesia tidak memanfaatkan sebaik mungkin. Meskipun terkadang di beberapa tempat kelor bisa tumbuh agak lama sekitar satu tahun belum tumbuh bunga dan biji. Sementara di Timor enam bulan sudah tumbuh biji dan itu pun dipangkas daunnya.

    Berjalannya program kelorisasi ini tak lepas dari dorongan Bapak Kepala Desa Demangan, ibu-ibu PKK dan para peserta KPM Unipdu kelompok XVI yang semangatnya tak pernah surut demi kelancaran program ini. Semoga kelak daerah-daerah lain di Indonesia turut menanam kelor atau (Moringa oleifera) yang berjuluk pohon ajaib ini agar Indonesia menjadi negara yang sehat dan berwirausaha. https://www.goodnewsfromindonesia.id/tag/inovasi-daerah

     

    Ikuti tulisan menarik Nanda Ruli Maulidiyah lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.