x

Iklan

N Raymond Frs

Seorang Amtenar Pemerhati Pariwisata Daerah Sulawesi Utara
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB

Suku Bangsa Minahasa di Sulawesi Utara

Di Sulawesi Utara terdapat tiga suku bangsa, yakni suku bangsa Minahasa, suku bangsa Sangihe Talaud, dan suku bangsa Bolaang Mongondow.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Di daerah Sulawesi Utara (Sulut) terdapat tiga suku bangsa besar, yaitu suku bangsa Minahasa, suku bangsa Sangihe Talaud (Nusa Utara), dan suku bangsa Bolaang Mongondow (Bolmong).

Orang-orang suku bangsa Minahasa mendiami wilayah Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Kota Manado, Kota Bitung, dan Kota Tomohon yang secara hukum adat merupakan Tanah Minahasa.

Dari sekian banyak gunung dan pegunungan yang terdapat di Tanah Minahasa, antara lain yang sudah terkenal yakni gunung Klabat, gunung Soputan, gunung Lokon, gunung Dua Saudara, gunung Masarang, gunung Tampusu, gunung Manimporok, gunung Lolombulan, gunung Lengkoan, pegunungan Lembean, pegunungan Wulur Mahatus, dan sebagainya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sungai-sungai besar yang melintasi wilayah Tanah Minahasa, antara lain sungai Tondano, sungai Ranoyapo, sungai Ranoako, sungai Poigar, dan sebagainya. Danau yang ada di wilayah Tanah Minahasa, antara lain danau Tondano, danau Tombatu, danau Linow, dan danau Mooat.

Pelabuhan yang terdapat di wilayah Tanah Minahasa, yakni pelabuhan Samudera Bitung, pelabuhan Manado, pelabuhan Kema, pelabuhan Belang, pelabuhan Amurang, pelabuhan Tanawangko, dan pelabuhan Likupang. Bandar Udara (Bandara) Internasional terletak di Kota Manado yang bernama Bandara Sam Ratulangi.

Pada umumnya desa-desa dan kelurahan di wilayah Tanah Minahasa terletak diatas tanah dataran, baik dataran tinggi maupun dataran rendah secara mengelompok padat. Artinya baik desa/kelurahan yang satu dengan desa/kelurahan yang lainnya posisinya sambung-menyambung menjadi satu kesatuan, baik memanjang mengikuti jalan raya maupun memanjang mengikuti jalan-jalan yang lebih kecil atau lorong-lorong.

Di wilayah kabupaten istilah desa disebut kampung, dan di wilayah perkotaan disebut kelurahan. Desa di pimpin oleh seorang Hukum Tua sedangkan kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah.

Rumah panggung adalah bentuk rumah asli suku bangsa Minahasa yang terbuat dari kayu, namun ada juga rumah sederhana yang disebut dengan istilah Terung atau Daseng yang terbuat dari bambu untuk tempat mangaso pada saat panen padi dan Sabuah atau Lekou sebagai tempat tinggal sementara ketika musim menanam padi.

Suku bangsa Minahasa percaya pada dewa-dewa atau opo juga percaya pula akan hal-hal yang ada hubungannya dengan mahluk-mahluk halus lainnya yang memiliki kekuatan gaib dan sakti.

Pada umumnya kepercayaan lama (tradisional) dan cara-cara pengobatan tradisional dapat dikatakan masih berlaku hingga saat ini, termasuk kesusastraan suci dan sistem upacara.

Sistem pengetahuan suku bangsa Minahasa yakni yang berkaitan dengan alam fauna seperti tanda-tanda bunyi burung dan melihat burung juga tanda-tanda ular yang merupakan pertanda tidak baik sehingga menjadi peringatan. Sistem pengetahuan alam flora berhubungan dengan makanan dan minuman, berhubungan dengan pengobatan seperti akar-akaran, daun-daunan, rumput, umbi-umbian, dan lain-lain, berhubungan dengan menentukan sipat tanah (batas tanah) di pakai tumbuhan yang bernama Tawaang, berhubungan dengan pohon tuis (goloba) menyangkut asal-usul orang Minahasa, dan berhubungan dengan bahan-bahan bangunan agar berhati-hati mempergunakannya. Sistem pengetahuan yang berkaitan dengan tubuh manusia, seperti yang menyangkut perbuatan dan hal-hal yang terjadi dalam tubuh. Sistem pengetahuan tentang alam, berupa melihat binatang, melihat awan, melihat gerombolan lebah, dan terjadinya angin ribut. Sistem pengetahuan tentang waktu yang berhubungan dengan matahari, dan bunyi binatang.

Ungkapan-ungkapan suku bangsa Minahasa berbentuk pepatah, simbol, perumpamaan, dan sebagainya banyak dipakai oleh ortang-orang yang sudah tua terutama mereka yang bermukim di pedesaan.

Ukir-ukiran yang dikerjakan oleh suku bangsa Minahasa berupa ukiran-ukiran pada kursi, lemari, perabot-perabot yang pada saat ini sudah jarang dikerjakan oleh para generasi muda Minahasa.

Demikian dan mengenai tata cara hidup masyarakat berupa kebiasan hidup dan adat istiadat suku bangsa Minahasa akan di tulis selanjutnya,-

Ikuti tulisan menarik N Raymond Frs lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terkini