14 Tahun Wikipedia Berbahasa Indonesia

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Semangat berbagi pengetahuan masih menghadapi rintangan kepentingan ekonomi, militer dan pertahanan, hingga rivalitas akademis.

 

“Bayangkan sebuah dunia di mana setiap manusia mendapatkan akses secara gratis untuk setiap pengtetahuan. Itulah yang kami lakukan.” Ucapan Jimmy Wales ini mencerminkan semangat yang menggerakkan Wikipedia, yang ia gagas. Ketika kita mengakses informasi tertentu di Wikipedia, ucapan Wales itu terpampang di halaman peringatan ’14 tahun Wikipedia Bahasa Indonesia, 30 Mei 2003-30 Mei 2017’.

Memungkinkan pengetahuan dapat diakses oleh siapapun secara gratis merupakan upaya mulia yang disambut banyak orang, yang dengan sukarela berbagi pengetahuan di Wikipedia. Masing-masing orang menulis topik yang mereka pilih, sementara lainnya dapat menyunting, mengembangkan, maupun memperbaiki tulisan—dari sisi data dan penulisan. Berbagi peran dan saling membantu serta kelihatannya tidak diwarnai oleh semangat ‘lebih pintar’.

Berjalan hingga 14 tahun tentu patut dicata sebagai prestasi bahwa berbagi pengetahuan dapat berjalan atas dasar niat dan kemauan baik orang per orang. Jika Anda tahu sesuatu, Anda dapat menulisnya, dan jika tulisan Anda memuat kekeliruan, orang lain akan memperbaikinya. Ini wujud semangat kolaborasi yang luar biasa.

Masing-masing individu menyadari benar bahwa menyimpan pengetahuan dalam benak sendiri hanya mengesankan sifat pelit. Lebih bermanfaat bila pengetahuan dibagikan kepada siapapun yang memerlukan. Tentu saja, tetap diperlukan sikap kritis dalam membaca setiap tulisan, tapi ini tidak mengurangi sama sekali spirit yang diusung penggagas Wikipedia sejak pertama kali: “setiap manusia mendapatkan akses secara gratis untuk setiap pengetahuan”.

Sayangnya, dunia juga berisi pertimbangan-pertimbangan ekonomi, persaingan akademis, rahasia militer, rivalitas kemajuan ilmu pengetahuan, kepentingan keamanan, dan banyak lagi. Mereka, baik individu maupun institusi, swasta maupun organisasi pemerintahan, melakukan pengukuran yang cermat sebelum berbagi pengetahuan kepada publik.

Nilai ekonomis dari sebuah hasil riset dapat menjadi alasan bagi ilmuwan maupun institusi tempat ia bekerja serta sponsor yang membiayai penelitiannya untuk tidak mudah membuka akses bagi pengetahuan yang mereka kembangkan. Pertimbangan semacam ini memang menciptakan kendala serius bagi ‘pengetahuan untuk siapa saja’.

Dua pendekatan terhadap akses kepada pengetahuan ini memang belum mencapai titik temu yang saling memuaskan. Sebagian jurnal ilmiah dan akademis dapat diakses siapapun secara leluasa, tapi sebagian lainnya hanya dapat diakses dengan cara berlangganan—biaya langganan yang besar membuat jurnal hanya dapat diakses lewat institusi yang menjadi afiliasi seseorang. Awam hanya dapat membaca abstraknya.

Untuk jangka panjang, tembok rintangan ini tampaknya masih sukar untuk dirobohkan. Para sponsor riset medis, fisika, kimia, atau pertahanan akan membatasi benar akses bagi orang-orang di luar kelompok mereka. Perusahaan yang membiayai riset, misalnya farmasi, akan melarang publikasi yang memungkinkan orang lain mengintip formula mereka.

Wikipedia pada akhirnya masih akan bergerak di wilayah pengetahuan yang bersifat umum dan sukar untuk memasuki area di mana pengetahuan menjadi rahasia yang mesti dipertahankan karena alasan-alasan tadi: dari ekonomi, militer dan pertahanan, hingga rivalitas keilmuan—bukan hanya antar institusi dalam satu negara, tapi juga antarnegara.

Betapapun, 14 tahun Wikipedia berbahasa Indonesia patut dirayakan sebagai masih berkobarnya semangat berbagi pengetahuan di antara sesama manusia. (Ilustrasi dari halaman Wikipedia) **

Bagikan Artikel Ini
img-content
dian basuki

Penulis Indonesiana

0 Pengikut

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
Lihat semua