Meresapi Kata Kata Penulis Terkenal

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Penulis menciptakan dunianya sendiri dan bermain-main dengan nasib seseorang yang berbeda.

Mengalirkan Kembali ritme menulis

Selama sebulan saya tidak menulis sama sekali di Indonesiana. Bukan berarti malas, saya tengah asik dengan diri sendiri, dengan khayalan yang terwujud dalam lembaran-lmebaran kata yang akan kuwujudkan menjadi sebuah novel Dua novel itu hampir kutulis berbarengan dan kini tengah memasuki lembar ke enampuluh. Apakah aku mempunyai target kapan selesainya. Entah. Aku hanya menulis kata demi kata. Ada perbincangan, ada fiksi, ada sesuatu yang nyata, ada yang abstrak, absurd da nada pula sebuah pengalaman hidup yang kuselibkan.

Tulisan-tulisan saya mengalir, saya tidak membatasi diri dengan tema-tema yang tercatat dalam sinopsis. Terkadang dalam perjalanan menulis saya menemukan ide, ide itu kutangkap untuk membuat pembaca hati semakin bingung menghadapi ending yang tidak terduga. Sama seperti kehidupan aku tidak tahu bagaimana peristiwa nanti akan terjadi. Meskipun aku mempunyai garis besar tulisanku aku biarkan mengalir dan melaju sendiri. Pada mulanya adalah kata begitu kata Nadine Goldimer. Kadang aku menemukan penulis itu pribadi ambisius, tetapi penyendiri. Mereka akan akan lebi mudah menemukan kata saat menyendiri. Ia akan sempurna merangkai kata saat merasakan derita dan meras tersingkir dari pergaulan. Penulis itu amat peka menangkap ketimpangan yang terjadi di sekitar. Ia lalu berkhayal, mengolah pengalaman itu menjadi karya sastra dengan perpaduan fakta dan fiksi. Penulis bisa belajar ilmu psikologi, politik atau kebahasaan, tetapi ketika sedang menulis ia akan menaggalkan segala teori akademis. Jika menulis terbebani oelh aturan baku kepenulisan atau berusaha membuka teori-teori filsafat, psiklogi ia(penulis) hanya akan menempelkan ide orang lain dalam tulisannya. Penulis itu pencipta, perangkai dan pioneer. Gagasan-gagasan penulis ditunggu dan kekuatan terbesar penulis adalah idenya yang menggetarkan ruang rasa ingin tahu pembaca akan ilmu-ilmu baru. Jika penulis hanya mengulang- ulang gagasan penulis sebelumnya, ia belumlah penulis, ia  hanyalah penjiplak.

 

Umberto Eco pernah berpendapat bahwa “menulis sebagai kewajiban-politik”. Penulis harus berpendapat dan pendapat penulis terekam dalam tulisannya. Saya harus merekam gagasan-gagasan yang lahir dalam khayalan saya. Saya membebaskan diri untuk tiak suntuk dalam batas-batas teori menulis. Sebab jika terlalu berteori saya akan kesulitan menangkap ide dan bebas mengembangkannya menjadi cerita yang berbeda dari penulis lainnya.

Penulis menciptakan dunianya sendiri dan bermain-main dengan nasib seseorang yang berbeda. Tentu akan lebih baik seorang penulis, novelis mampu menciptakan cerita dan akhirnya membuat pembaca merasa hadir dalam sebuah cerita yang diciptakan penulis. Penulis adalah Trensetter, penggagas, pencipta. Jika karyapenulis hanya pengulangan dari penulis yang sudah terkenal sebelumnya ia belumlah bisa disebut Pengarang.

Menulis Membebaskan Pikiran

Albert Camus mengatakan pemikiran yang mendalam terus berada dalam keselarasan ;bentuknya diambil dari pengalaman hidup. Menulis adalah mengungkapkan pengalaman hidup. Tidak ada benar salah saat berkreasi, sebab  berkreasi membutuhkan pembebasan pikiran. Jika terbelenggu teori maka sebuah karya akan mandeg ditengah jalan. Ide harus mengalir bebas, kemudian jika telah selesai baru mengolah dan mengedit spontanitas yang tanpa terpikirkan. Perlu dirunut benang merah dari tulisan panjang menjadi sebah karya yang bisa dinikmati sepanjang masa. William Shakespeare (Yang paling masyur adalah tulisan berjudul Romeo and Yuliet). Penulis apalagi penulis fiksi perlu memahami absurditas. Semakin bebas mengelola kata, semakin terasa ada kreatifitas dalam menyusun kata. Bukan berarti sama sekali lepas teori tetapi menulis adalah  membangun kepercayaan diri bahwa penulis adalah pejuang, penulis adalah pencetus ide, penulis adalah pembuka bagi pemikiran baru.

Saya Membaca pemikiran, pengalaman, proses menulis dari para penulis papan atas dunia dalam buku berjudul Menulis Itu Indah, Pengalaman Para Penulis Dunia yang disusun oleh Immortal Publishing dan Octopus dan didisbrusikan oleh Mitra Media Nusantara. Buku cetakan kesatu 2018 ini tebal 247 halaman.

 

 

Bagikan Artikel Ini
img-content
Pakde Djoko

Seni Budaya, ruang baca, Essay, buku

0 Pengikut

img-content

Sidang MK Panggung Para Ahli Hukum

Senin, 24 Juni 2019 12:37 WIB
img-content

Kritik dan Menghina Dua Hal Berbeda

Minggu, 16 Juni 2019 05:55 WIB

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua