Markobar Segera Hadir Di Filipina - Analisa - www.indonesiana.id
x

Munawar Alim

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Analisa
  • Berita Utama
  • Markobar Segera Hadir Di Filipina

    Dibaca : 535 kali

    Markobar yang dimiliki oleh Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, berencana untuk buka cabang pada bulan Oktober di Manila, Filipina.

    Gibran mengatakan bahwa sebagian penyesuaian akan dihasilkan dalam rasa hidangan Markobar akan melayani di Filipina.

    Cokelatnya akan berbeda. Kita membuka outlet di negara yang berbeda, jadi kami akan menyesuaikan dengan selera lokal

    Putra Presiden juga mempunyai agenda untuk mengambil waralaba ke Guangzhou, China, meski tanggal ekspansi ini tak dikenal.

    Dianggap sebagai penggagas martabak dengan topping premium, mulai dari Nutella dan KitKat Green Tea sampai Pocky dan Cadbury, Markobar mempunyai sekitar 35 gerai di kota-kota di segala Indonesia. Gerai terkini berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Utara, dengan jaksa tenar Hotman Paris Hutapea menghadiri pembukaan untuk yang terakhir. Markobar juga berencana untuk ekspansi ke Batam pada bulan Agustus.

    Gibran, yang percaya bahwa keunikan martabaknya ada di dalam adonan, masih memakai kontainer pengiriman untuk menampung gerainya. “Lebih gampang, sebab persiapan itu cuma butuh dua sampai tiga pekan paling kencang,” katanya. “Orang-orang di Jakarta [lebih-lebih] mengorder memakai jasa ojek online, sehingga tak perlu menyediakan meja atau tempat duduk.”

    Pada permulaan Juli, Markobar menarik perhatian publik, lebih-lebih di kalangan masyarakat online lokal, dengan tanggapannya kepada demonstrasi anti-pemerintah di outlet Surakarta di Jawa Tengah. Para pengunjuk rasa yang berkumpul di sana kelihatan mengenakan t-shirt yang dicetak dengan hashtag, #2019GantiPresiden

    Akun Twitter legal Markobar merespons protes dengan pesan: "Terima kasih telah antre semenjak pagi. Kesenangan Markobar, penggagas martabak manis dengan topping premium, telah terbukti. #eatsharehappiness."

    Gibran mengatakan ia berada di Manila selama insiden itu. "Aku tak tahu seputar itu malah sesudah aku kembali [ke Indonesia]," katanya. "Tak ada kekerasan, jadi itu tak situasi sulit. Itu bukan rapat lazim, cuma orang-orang yang berkumpul di sana. Itu normal. Itu tak berimbas negatif pada Markobar."


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.