Keberhasilan Asian Games, Pondasi Kemajuan Olahraga Indonesia - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Alfian Natareja

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Sabtu, 27 April 2019 20:06 WIB
  • Olah Raga
  • Pilihan
  • Keberhasilan Asian Games, Pondasi Kemajuan Olahraga Indonesia

    Dibaca : 588 kali

    Keberhasilan Indonesia dalam Asian Games 2018 patut kita syukuri, baik sebagai penyelenggara maupun sebagai peserta kompetisi.

    Sebagai penyelenggara, kita berhasil membuat kagum dunia dengan aksi pembukaan Asian Games yang setara dengan perhelatan Olimpiade. Tarian Ratoh Jaroe yang memukau membangkitkan kembali kecintaan kita pada budaya Nusantara. Aksi Presiden Jokowi yang mengendarai motor untuk membuka Asian Games menambah populer event ini karena viral di dunia internasional, dari Korea sampai Iran.

    Sebagai peserta, prestasi atlet-atlet kita sangat mengagumkan. 30 medali emas menjadi prestasi terbaik Negara Indonesia selama mengikuti perhelatan Asian Games sejak 1951. Perolehan ini hampir dua kali lipat dari 16 target emas yang dicanangkan. Atlet-atlet kita telah berjuang dengan sekuat tenaga untuk mengharumkan bangsa Indonesia.

    Keberhasilan mereka menjadi kebanggaan bagi Indonesia yang selama ini miskin prestasi dan tertinggal dari negara-negara lain, bahkan di level ASEAN. Kita terakhir kali menjadi juara umum SEA Games tahun 2011 dan semenjak itu, kita tidak pernah lagi masuk 3 besar di ajang olahraga dua tahunan tersebut.

    Ketertinggalan itu karena infrastruktur olahraga yang minim, kompetisi yang tidak berjalan, juga pembinaan yang lemah. Ringkasnya, perhatian pemerintah sebelum era Jokowi pada olahraga terasa lemah.

    Kita patut bersyukur, di era Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, perhatian pemerintah sangat besar terhadap olahraga.

    Infrastruktur olahraga disiapkan dengan baik dengan menyiapkan fasilitas olahraga di Jakarta dan Palembang bagi para atlet sehingga dapat mempersiapkan diri dengan baik dalam Asian Games ke 18. Presiden Jokowi juga telah sering meminta pembinaan atlet-atlet sejak dini di berbagai cabang olahraga. Hasilnya, kita bisa melihat atlet-atlet yang berjaya di Asian Games 2018 adalah atlet-atlet muda, seperti Jonatan Christie (21 tahun), Rifki Ardiansyah Arrosyiid (20 tahun), dan Bunga Nyimas (12 tahun). Mereka masih akan memiliki peluang besar untuk meraih prestasi di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya.

    Pembangunan infrastruktur dan pembinaan yang baik itu adalah fondasi bagi kemajuan olahraga kita ke depan. Namun, kita masih perlu membangun kompetisi yang sehat dan pembinaan atlet yang lebih baik. Sehingga, kita yang dulu hanya mengandalkan bulu tangkis, sekarang bisa mengandalkan banyak cabang lain seperti angkat besi, panjat dinding, paralayang, balap sepeda gunung, bahkan tenis dan voli pantai. Upaya yang luar biasa dari organisasi-organisasi pengurus cabang olahraga, seperti PBSI, IPSI, FORKI, dan lainnya harus kita apresiasi.

    Namun, pekerjaan rumah belum berakhir. Ke depan, kita akan menghadapi SEA Games (2019 dan 2021), Olimpiade (2020), dan Asian Games (2022). Di ajang-ajang itulah kita dituntut untuk menunjukkan prestasi kita. Maju terus olahraga Indonesia!


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.