Diserang Terang-terangan, Ini Sikap Tegas dan Keras Wiranto Soal Terorisme - Peristiwa - www.indonesiana.id
x

Seseorang tak dikenal berusaha menusuk Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019. Antara Foto/ via REUTERS

Indonesiana

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 11 Oktober 2019 07:23 WIB
  • Peristiwa
  • Pilihan
  • Diserang Terang-terangan, Ini Sikap Tegas dan Keras Wiranto Soal Terorisme

    Dibaca : 2.757 kali

    Pengamat terorisme  dari Universitas Indonesia, Al Chaidar, menduga penusukan terhadap Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, berlatar akumulasi kebencian dari kalangan teroris.  Indikasi atas dugaan itu, kata Chaidar, dapat dilihat dari target dan aksi yang dilakukan oleh pelaku penusukan yang terbilang berani dan terang-terangan.

    “Ini biasanya sudah direncanakan, dan perencanaan yang paling penting dari kelompok teroris itu bukan perencanaan teknis ya, tapi lebih kepada perencanaan akumulasi emosi,”  kata Chaidar, 10 Oktober 2019. 

    Ia menerangkan, akumulasi emosi itu salah satunya disebabkan karena Wiranto secara estafet terus mempersempit ruang gerak teroris dalam beberapa tahun belakangan. Selain itu juga banyak pernyataan yang dianggapnya sebagai kalimat sindiran.

    Berikut sejumlah  pernyataan penting Wiranto mengenai terorisme.

    Meminta Revisi UU Terorisme Disahkan
    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto meminta Dewan Perwakilan Rakyat segera mengesahkan Revisi  Undang Undang Terorisme menyusul ledakan beberapa bom di Surabaya.

    Menurut Wiranto kendala yang membuat undang-undang itu tak kunjung rampung, kini sudah disepakati bersama. "Revisi itu mudah-mudahan dapat segera kami undangkan," kata Wiranto , 14 Mei 2018.  

    Revisi UU itu memberikan landasan hukum keterlibatan TNI dalam menangani terorisme. Masa penahanan sementara untuk  terduga teroris--ditangkap cukup dengan indikasi  terlibat teror--juga  diperpanjang. Sehari sebelumnya,  terjadi serangan bom bunuh diri di tiga gereja  di Surabaya. Peristiwa ini menewaskan 13 orang, enam di antaranya pelaku yang merupakan satu keluarga.

    Wiranto Ajak  ASEAN Hadang Terorisme
    Menko Polhukam Wiranto mengajak negara-negara ASEAN untuk  bersama-sama memerangi terorisme. Ia  meminta  penegak hukum masing-masing  negara untuk menghentikan aliran keuangan teroris, serta untuk menghentikan akses  mereka ke berbagai platform di internet.

    “Mari kita lanjutkan kolaborasi kita dalam melawan radikalisasi,” ujarnya dalam pertemuan ASEAN Political-Security Community, pertengahan  Juni lalu. Wiranto  juga mengatakan  bahwa Indonesia telah memprakarsai sebuah program yang disebut  “Duta Besar untuk Perdamaian di Ruang Maya”  sejak 2016.

    “Kami memberdayakan kaum muda kami termasuk kaum muda dari negara-negara ASEAN. Pada April tahun ini di Jakarta, mereka berkumpul di sebuah lokakarya regional tentang komunikasi strategis untuk melawan radikalisme melalui internet,” kata Wiranto.

    Teroris Menunggangi  Demo
    Wiranto  mengatakan  adanya upaya menggabungkan aksi terorisme dengan demonstrasi.  "Usaha untuk mengacaukan republik ini, menggabungkan antara demonstrasi yang radikal, anarkis dengan tindakan terorisme,"  kata Wiranto,  30 September 2019.

    Sebelumnya, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith  bersama lima orang lainnya ditangkap karena menyimpan 28 bom molotov.  Abdul Basith, menyebut sejumlah bom ikan disiapkan untuk meledakkan pusat bisnis di beberapa titik di Jakarta.  Ia mengungkapkan  bom itu akan diletakkan di pusat bisnis di tujuh titik. "Otista, Kelapa Gading, Senen, Glodok, dan Taman Anggrek," kata Basith. ***

    Baca juga:
    Wiranto Masuk Daftar Empat Pejabat yang Diancam Dibunuh
    Wiranto Diserang di Banten, Begini Fakta-fakta Penting yang Terjadi

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.