Ahok ke Pertamina, Jokowi Tebus Kekalahan: Cuma Tes dan Batu Loncatan? - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 25 November 2019. Kehadiran Ahok di Kementerian BUMN untuk menerima surat keputusan (SK) menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). ANTARA

Andi Pujipurnomo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Oktober 2019

Senin, 25 November 2019 13:58 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Ahok ke Pertamina, Jokowi Tebus Kekalahan: Cuma Tes dan Batu Loncatan?

    Dibaca : 7.434 kali

    Akhirnya  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  resmi menjadi  Komisaris Utama  Pertamina setelah menuai banyak pro-kontra.   Jangan diihat dari posisinya yang terkesan kurang penting, penempatan Ahok boleh jadi  mengambarkan kesabaran,  bahkan kemenangan politik   Presiden Joko Widodo.

    Masih ingat, apa kata Jokowi ketika Ahok demo kasus penistaan agama dan akhirnya diproses hukum? “Saya rasa rakyat perlu tahu, saya tak akan melindungi saudara Basuki Tjahaja Purnama karena sudah masuk dalam proses hukum," tegas Jokowi di Gedung Dakwah Muhammadiyah pada , 8 November 2016.

    Baca juga:
    Manuver Anies & Reuni 212: Faktor Inilah yang Bikin Jokowi Tak Cemas

    Terkesan, Jokowi sudah mengikhlaskan Ahok, tapi momen itu sebetulnya sebuah kekalahan.  Kini, ketika situasi sosial sudah mulai berubah,  Jokowi mulai menebus kekalahan itu.

    Menghidupkan  kartu Ahok
    Setelah Ahok  keluar dari penjara,  sebetulnya  ia ingin ikut kampanye menyokong Jokowi-Maruf pada Februari lalu.  Tapi, Jusuf  Kalla sebagai  Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye  Jokowi- Ma'ruf  kurang setuju.   

    Menurut  JK, masuknya Ahok bisa menambah nilai positif  karena  banyak Ahoker . Di sisi lain, JK juga menilai ada masyarakat yang konsisten menolak sosok Ahok.

    Presiden Jokowi percaya kapasitas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk menjadi pimpinan di salah satu BUMN. ANTARA

    Setelah itu, Ahok  hanya bisa merapat ke PDIP   sampai akhirnya ia muncul lagi  dalam pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin  di gedung MPR pada Ahad, 20 Oktober 2019. Ia duduk satu deret dengan keluarga Jokowi.

    Dengan kata lain, butuh waktu yang cukup lama untuk menampilkan Ahok di depan publik. Bahkan setelah Jokowi menempatkan Ahok di Pertamina, reaksi negatif  masih muncul.

    Tes publik dan peluang
    Idealnya, Ahok memang memimpin langsung  sebuah BUMN, bukan sekedar jadi komisaris.  Kemampuan Ahok sebagai motor perubahan akan maksimal jika ia menjadi direktur utama sebuah perusahaan.

    Hanya, melihat pro kontra yang kini mengiringi, posisi komisaris  tampaknya sudah lebih dari cukup.  Jika ia mulus menjalani ini,  bisa saja, peluang untuk posisi yang lain akan terbuka lebar.

    Unggahan Yusuf Mansur dalam akun instagramnya @yusufmansurnew  cukup kena menggambarkan hal itu.  Ia bilang  "Komut [Komisaris Utama] mah aslinya 'tidak bisa apa-apa……" tulis dia, Ahad 24 November 2019.   "Tapi ini political ways. Political doors. Jalan-jalan dan pintu-pintu politik buat Pak Ahok. Dan ini juga opportunity jouneys, ….”

    ****
    Baca juga:
    Manuver Anies & Reuni 212: Faktor Inilah yang Bikin Jokowi Tak Cemas

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.