Soal Rizieq, Pemerintah Jokowi di Atas Angin? Ini 3 Ucapan Lugas Moeldoko - Pilihan - www.indonesiana.id
x

KSP Moeldoko memberikan tanggapannya soal kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab, Rabu, 30 Oktober 2019.

Andi Pujipurnomo

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 12 Oktober 2019

Selasa, 26 November 2019 22:31 WIB
  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Soal Rizieq, Pemerintah Jokowi di Atas Angin? Ini 3 Ucapan Lugas Moeldoko

    Dibaca : 9.920 kali

    Kabar  baru sempat mencual  soal kepulangan  pemimpin  Front Pembela Islam Rizieq Shihab. Hal ini disampaikan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A. Abid Althagafi yang mengungkapkan bahwa masalah ini  sedang dinegosiasikan.

    "Hal itu sedang dinegosiasikan oleh pejabat kedua negara. Kami berharap ini segera bisa diselesaikan,"  kata Esam di Kantor Kementerian Koordinator  Politik, Hukum dan Keamanan,  25 November 2019.

    Hanya, Pemerintah  Joko Widodo tampak  berada di atas angin dalam urusan Rizieq.  Karena itulah,  para pejabat bersikap “lugas”  kendati Rizieq  tampaknya tidak bisa pulang karena dicegah  oleh Arab Saudi.

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko termasuk pejabat yang cukup ceplas-ceplos mengomentari urusan Rizieq.  Berikut ini sejumlah pernyataanya: 

    1.”Apa yang Negoisasi, Pak Rizieq Mau Pulang, Pulang Saja…”
    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku tidak tidak tahu secara teknis tentang negosiasi soal Rizieq.  “Kalau menurut saya sih apa yang dinegosiasikan? Tidak ada yang bermasalah sebenarnya. Pak Rizieq mau pulang, pulang saja, kan begitu," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 26 Novmber 2019.

    Moeldoko juga mengatakan   telah dapat informasi dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md bahwa tak ada pencekalan seperti yang diklaim Rizieq. Menurut dia,  Rizieq tak pernah berkoordinasi dengan Kedutaan Indonesia di Arab Saudi. Padahal, warga negara bisa meminta bantuan lewat Kedutaan jika mengalami masalah.

    2.”Kan Pergi Sendiri, Kok… Dipulangi?
    Moeldoko juga pernah menyarankan   agar pimpinan FPI  Riizieq Shihab, pulang sendiri ke Tanah Air. "Ya pulang sendiri saja. Kalau enggak beli tiket, tar baru gua beliin," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 9 Juli 2019.

    Moeldoko mengaku heran dengan ramainya permintaan pemulangan Rizieq yang kini berada di Mekkah, Arab Saudi. Sebab, kata Moeldoko, sejak awal Rizieq pergi atas kemauannya sendiri. Bukan karena diusir pemerintah.

    "Ya siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi pergi sendiri, kok dipulangin? Gimana sih? Emangnya kami yang ngusir? Kan enggak," katanya.

    3.“ Nggak Ada yang Benci Sama Habib”
    Moeldoko pernah menyanggah tudingan anggota Persaudaraan Alumni 212, Bernard Abdul Jabbar, yang menyebut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, membenci imam besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

    “Enggak lah. Kami nggak ada yang benci sama Habib Rizieq. Siapa sih yang benci,” kata Moeldoko , seusai menghadiri acara diskusi di DPP GMNI, Jalan Cikini Nomor 69, Jakarta, Senin 22 Juli 2019.

    Bernard sebelumnya mengomentari pernyataan Wiranto soal pelanggaran batas waktu tinggal atau overstay Rizieq Shihab di Arab Saudi yang menyebabkannya tidak bisa pulang. Bernard berkukuh bahwa Rizieq tak melanggar apapun, ia justru menuding Wiranto benci kepada Rizieq.

    Menurut Wiranto, pemerintah Indonesia tidak menangkal maupun merekayasa agar Rizieq tidak kembali ke Indonesia. "Ada berita-berita yang bersangkutan ditangkal masuk ke Indonesia oleh pemerintah, tidak ada. Yang bersangkutan direkayasa untuk tidak kembali ke Indonesia, tidak ada," kata Wiranto.

    ***


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.













    Oleh: Admin

    3 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 807 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).