Pemain Timnas U-22 Harus Lebih Cerdas di Laga Penentuan Lawan Laos - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Tomnas U-22

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 4 Desember 2019 10:24 WIB
  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Pemain Timnas U-22 Harus Lebih Cerdas di Laga Penentuan Lawan Laos

    Dibaca : 3.057 kali

    Berbagai kelompok umur timnas sepak bola Indonesia masih sering terkendala oleh keberadaan pemain yang tak cerdas, termasuk Timnas U-22 yang kini sedang berjuang di SEA Games 2019. Bersyukur, pada akhirnya penggawa Garuda masih dapat bersaing ketat dengan Vietnam dan Thailand demi meraih tiket semi final mewakili Grup B di SEA Games 2019. 

    Persaingan perebutan tiket pun harus diperebutkan oleh ketiga tim hingga laga pamungkas (kelima) Grup B.  Bila Vietnam dikalahkan Thailand, dan Indonesia menggulung Laos, maka nilai ketiga tim sama, 12 poin. Siapa yang akan duduk diperingkat 1 dan 2, juga harus ditentukan oleh agreget gol. 

    Bila Vietnam mampu menekuk Thailand, maka Indonesia hanya butuh hasil seri melawan Laos. Andai Vietnam bermain imbang dengan Thailand, maka yang paling aman bagi pasukan Indra Sjafri adalah menyingkirkan Laos. 

    Jadi, penentuan siapa lolos ke semi final, kita tunggu usai laga ketiga usai. Apakah karena poin atau karena agreget gol. 

    Kembali menyerap kritik dan komenter netizen dan publik sepak bola nasional, sebelum menghadapi Laos, Kamis (5/12/2019), sejatinya ada dua laga yang seharusnya berjalan sesuai rencana bagi Timnas Indonesia. 

    Kekalahan atas Vietnam masih menyisakan kekecewaan bagi mereka. Sebab menurut netizen dan publik sepak bola nasional, Vietnam lebih pas disebut sebagai "dikasih hadiah menang oleh Indonesia." 

    Pasalnya, komposisi pemain dan strategi yang tidak sesuai harapan menjadi biang keladi Vietnam dibiarkan bebas memceploskan dua gol. 

    Padahal, Singapura saja hanya kemasukan 1 gol dari Vietnam, sementara, Indonesia dapat memukul Singapura dengan dua gol. Kendati dapat menggulung Brunei, netizen dan publik sepak bola nasional juga kembali kecewa atas penampilan Garuda Muda yang menyia-nyiakan menciptkan gol lebih banyak ke gawang Brunei, meski kesempatan membludak. 

    Kini, meski menang selisih gol dari Thailand, bedanya hanya 1 poin gara-gara membuang kesempatan, apakah pemain yang tak cerdas berpikir hal ini?

    Bahkan komentator di televisi pun dibuat gerah dan sangat sering mengungkap diksi "faktor kecerdasan pemain" karena berulang kali kesempatan emas disia-siakan dan beberapa pemain juga tetap bermain individualis dan menghambat tambahan gol karena bermain tak cerdas. 

    Sudah jelas, agreget gol akan sangat menjadi penentu bila pada akhirnya poin Vietnam, Indonesia, dan Thailand sama. Namun, melihat permainan anak-anak Indonesia, faktor tak cerdas intelegensi dan tak cerdas personaliti masih saja menyelimuti Timnas U-22. 

    Tidak lucu, bila pada akhirnya Indonesia gagal masuk semi final hanya karena kalah selisih gol. Sementara adanya kesempatan terbuka menciptakan gol sebanyak-banyaknya dibuang percuma oleh pemain yang egois karena tak cerdas pikir dan mental. 

    Bahkan netizen dan publik sepak bola nasional banyak menyebut pemain yang tak cerdas intelektual dan personaliti dalam laga melawan Brunei adalah Sadil, Asnawi, hingga Egy. Osvaldo yang sebelumnya juga dicap sebagai pemain tak cerdas intelegensi dan personaliti, bahkan dalam tiga laga yang dilakoninya sudah menjelma menjadi pemain yang patut dipuji. 

    Sudah tak egois, namun kecerdasannya kini dipakai di sektor personaliti dengan sering memprovokasi lawan, meski akhirnya dari aksi cerdasnya, Osvaldo dapat ganjaran kartu kuning yang dapat merugikan tim, karena tenaganya sangat dibutuhkan menggedor pertahanan lawan. 

    Saya pribadi berharap, atas kekalahan dari Vietnam yang di luar ekspetsi karena masalah komposisi pemain dan strategi, serta menyia-nyiakan kesempatan mendulang gol sebanyak-banyaknya ke gawang Brunei karena pemain tak cerdas, wajib segera diakhiri tatkala laga penentuan versus Laos. 

    Tidak boleh lagi ada permainan model Sadil atau Asnawi yang selalu egois, selalu lama memegang bola, sangat sering menghambat kesempatan pemain lain dapat berbuat lebih banyak untuk tim. 

    Juga jangan ada lagi permainan model Egy yang tidak memberikan kesempatan pemain yang lebih menguntungkan menerima umpannya, karena lebih memilih umpan ke "rekannya". 

    Pilih pemain yang benar-benar siap dan memenuhi standar TIPS, saat menghadapi Laos. Bermain menekan sejak menit awal hingga akhir. Manfaatkan semua peluang dan kesempatan dengan cerdas. Bikin gol sebanyak-banyaknya. Maka, Indonesia lolos ke semi final. 

    Ingat, Laos juga bukan lawan yang mudah. Laga Cative Stadium, Imus Grandstand, Kamis (5/12/2019) pukul 15.00 WIB akan menjadi ujian akhir Timnas U-22 Indonesia lolos ke semi final. Sebelum turnamen, Timnas U-22 sangat diunggulkan dan ditakuti lawan, namun, untuk sementara baru Vietnam yang menghambat Indonesia. 

    Semoga, kemenagan atas Laos, bukan hanya menjadi tiket lolos ke semi final, tetapi juga sekaligus membuktikan bahwa Timnas U-22 memang layak diunggulkan karena akan membalas kekalahan dari Vietnam di final dan meraih medali emas yang canangkan. Aamiin. 


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.