121 Desa Belum Mendapat Penerangan Listrik - Analisa - www.indonesiana.id
x

djohan chan

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 28 November 2019

Kamis, 5 Desember 2019 15:42 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • 121 Desa Belum Mendapat Penerangan Listrik

    Analisa

    Dibaca : 3.993 kali

    Untuk mendukung pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan pembangun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kucurkan dana Rp 1,5 triliun, untuk Penyediaan akses Pembangkit Listrik Tenaga Air, di Kabupaten Merangin, Jambi.   

    “Rencana pembangunan Proyek PUPR itu sudah dilakukan pemetaan Studi banding (riset) sejak tahun 2016 yang lalu, dan sejak November 2019, sudah dilakukan pembersihan lahan,” jelas Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Merangin, Aspan.

    Pada tahun 2020 ini, bendungan Pembangikit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berlokasi di Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin. Provinsi Jambi mulai dikerjakan, dan proyek Kementrian PUPR yang  berkapasitas 2000 liter per detik ini dijadwalkan selesai dikerjakan 2023.

    Saat ini masih ada 121 desa tersebar pada sejumlah Kabupaten di Provinsi Jambi yang belum teraliri listrik, terbanyak berada di Bangko, Kabupaten Merangin, dan Kabupaten Sarolangun, serta Tanjungjabung Barat. Adapun, untuk kebutuhan 137 MW, baru terpenuhi 70 MW.

    Progres transmisi 275 KV dari Sarulla Lahat (Sumsel) - Simangkuk -Galang yang selesai dikerjakan sejak bulan April 2019, di transfer dari Sumatera Bagian Selatan ke Sumatera Bagian Utara. Sedangkan Provinsi Jambi terkesan memperjuangan sendiri, untuk kebutuhan listrik-nya.

    Sekedar untuk diketahui. Penggunaan listrik 150 kV, dari Kabupaten  Merangin ke Kota Sungai Penuh, disalurkan dengan jarak tempuh sepanjang 137,7 km, dan untuk transmisi listrik, dari Muara Bulian ke Sarolangun, disalurkan dengan jarak tempuh 83,6 kilometer, melalui 432 tower.   

    Sejak belasan tahun yang lalu. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dari Gardu Induk (GI) Aur Duri, Payo Silincah, dan Sungai Gelam, di transmisi- kan ke Kabupaten Muaro Bulian, Bungo (Merangin), melalui 245 tower. Untuk didistribusikan kepada masyarakat di kawasan tersebut. 

    Guna penyediaan tenaga listrik, dengan menekan kos produksi tinggi, wajar saja kalau Kementrian PUPR mengadakan proyek bendungan air, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Merangin Jambi, dan Sungai penuh, Kerinci.

    Aspan, juga mengatakan bahwa AS bendungan PLTA di Simpang Parit, Renah Pembarap, Kabupaten Merangin itu mencapai 133 Meter. Tinggi bendungan 80 meter, panjang bendungan mencapai 306 meter. Bendungan ini mampu menampung 242.9 Juta M2 air, atau volume efektif 233 Juta M2.

    Rencana pembangunan Bendungan Merangin itu sudah dimulai sejak 3 tahun lalu, berdasarkan Surat Keputusan Menteri PUPR No. 993/KPTS/M/ 2016. Air Bendungan ini berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari, dengan ukuran luas DAS 2.503 KM2.   

    Menurut Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR, Ni Made Sumiarsih mengatakan, bendungan Merangin itu bisa dirancang untuk mengairi lahan pertanian seluas 12.000 hektare, dan memasok listrik berdaya 120 mega watt. Untuk sumber air baku, bendungan ini mampu menampung 2.000 liter per detik.

    Terkait rencana pembangunan bendungan Kementrian PUPR tersebut. Al Haris, Bupati Merangin yang dihubungi wartawan menyatakan sangat berterimakasih, karena ia menganggap, pembangunan bendungan itu sangat membantu kebutuhan masyarakat di Kabupaten Merangin.

    “ Selain untuk penggunaan lapu listrik, juga membantu petani, dalam menge-lolah lahan sawah irigasi. Karena, selama ini masih banyak warga Desa nya yang belum tersentuh penerangan lampu listrik, dan irigasi, ” ungkap Al Haris, di Merangin, Selasa kemarin, (1/12). (Djohan).



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.