Disebut Tak Pahami Nilai-Nilai Pancasila oleh Rocky Gerung, Presiden Bisa Jadi Bilang Terima Kasih - Viral - www.indonesiana.id
x

RG

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 5 Desember 2019 15:43 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Disebut Tak Pahami Nilai-Nilai Pancasila oleh Rocky Gerung, Presiden Bisa Jadi Bilang Terima Kasih

    Dibaca : 5.540 kali


    Mengapa banyak pihak yang gerah, termasuk dari stafsus Istana, bahkan sampai bilang tidak perlu menanggapi apa yang disampaikan Rocky Gerung menyoal Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak paham pancasila? Malah ada politisi yang langsung "sok-sok-an mau melaporkan Rocky?

    Padahal Rocky bahkan mengungkapkan bahwa dia serius menyebut Jokowi tak paham Pancasila. "Saya serius mengatakan Presiden tidak paham," kata Rocky kepada awak media (Tempo) pada Rabu, 5 Desember 2019 di Jakarta.

    Apa alasannya? Rocky menjelaskan, jika Presiden Jokowi memahami Pancasila, mestinya ia tak mengeluarkan kebijakan yang bertentangan.

    Rocky memberikan contoh, di isu lingkungan, salah satu kebijakan itu adalah rencana menghapus syarat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam pengurusan perizinan investasi. Menurutnya, kebijakan itu bertentangan dengan sila ke-5.

    "Amdal itu adalah paradigma dunia hari ini. Melanggar amdal artinya tidak Pancasilais. Pancasilais, berarti ada Amdal," kata Rocky.

    Apakah contoh tentang Amdal ini hoak dan tidak sesuai fakta dan data? Bila ada pihak yang ingin menggugat, bisa dibuktikan itu fakta atau hoak.

    Lalu menyoal kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan juga menjadi contoh lainnya. Menurut Rocky, kebijakan itu tak tepat dilakukan dalam keadaan ekonomi yang sulit. Kebijakan Pemerintah juga mesti berbasis demokrasi seperti sila ke-4.

    Membubarkan organisasi masyarakat dengan membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu), juga bertentangan dengan asas demokrasi tambah Rocky.

    Bila apa yang dicontohkan oleh Rocky ini tidak sesuai fakta dan data, maka Rocky bisa saja dituntut. Yang jadi persoalan mengapa banyak pihak yang gerah? Apa karena faktor Rocky-nya atau fakor tuduhannya?

    Menyangkut ungkapan Rocky ini, perlu juga kita simak apa yang pernah diungkap Presiden? Presiden Jokowi mengatakan kritik yang disampaikan sebaiknya didukung dengan data yang akurat. Menurut Jokowi, kritik sangat diperlukan dalam mengelola negara karena harus ada yang mengawasinya dengan benar.

    "Ya tadi kan saya sampaikan, dalam manajemen negara ini, perlu checks and balances. Jadi ini perlu. Ada kemandirian, ada keseimbangan, ada yang mengontrol, ada mengawasi, memang harus ada. Jadi saya sampaikan, kritik itu sangat perlu. Dalam kita berdemokrasi, kritik itu perlu," kata Jokowi setelah membuka Rapimnas II Partai Perindo di gedung JCC Senayan, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

    Jokowi juga menambahkan bahwa kritik yang disampaikan harus dengan data yang lengkap dan akurat. Sebab, kritik itu harus memberikan solusi yang baik. "Tentu saja kritik dengan sebuah data yang komplet, memberikan solusi, kemudian untuk sebuah perbaikan yang lebih baik." 

    Jokowi pun meminta agar dibedakan antara kritik dan mencemooh. Kritik yang disampaikan juga tidak boleh menghujat.

    Kira-kira, apa pendapat Jokowi sendiri atas ungakpan Rocky Gerung? Sebab, sebelum Jokowi merespon Rocky, malah banyak pihak yang telah lebih dulu kebakaran jenggot.

    Bila yang dicontohkan Rocky memang hanya bualan dan hoak, maka Rocky perlu "ditindak", namun sebaliknya bila benar, maka Rocky perlu didukung.

    Kenapa sampai harus menyebut Rocky sedang cari panggung segala. Jangan baperlah. Coba kita tunggu apa respon Presiden, sebab menyoal BPJS misalnya, membikin rakyat menjerit. Itu fakta.

    Bisa jadi Presiden akan bilang terima kasih.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.