Aneh Sekali, MUI Jatim Larang Ucapan Natal, Kecuali Wapres: Staf Ma’ruf pun Protes - Pilihan Editor - www.indonesiana.id
x

Imbuan MUI JATIM

Anas M

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 11 Oktober 2019

Senin, 23 Desember 2019 09:21 WIB

  • Pilihan Editor
  • Topik Utama
  • Aneh Sekali, MUI Jatim Larang Ucapan Natal, Kecuali Wapres: Staf Ma’ruf pun Protes

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) kembali membikin kontroversi. Sebelumnya melarang salam lintas agama, kini MUI Jatim melarang muslim mengucapkan ucapan selamat Natal.

    Dibaca : 19.654 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim)  kembali membikin kontroversi.   Sebelumnya  melarang salam lintas agama, kini MUI Jatim melarang muslim mengucapkan ucapan selamat Natal.

    Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris MUI Jatim, Mochammad Yunus seperti dilaporkan oleh CNNIndonesia. Menurut dia  pengucapan selamat Natal atau selamat hari besar agama lain, bisa merusak akidah Islam.  "Jadi mengenai ucapan Natal karena ini masuk wilayah akidah, ketika kita mengucapkan selamat kepada peringatan itu. Ini berpotensi merusak akidah kita," ujar Yunus di Surabaya, 20 Desember 2019.

     Yunus juga mengatakan ketika seorang Muslim mengucapkan selamat Natal maka orang tersebut membenarkan ajaran agama lain. "Ucapan Natal itu kan perayaan lahirnya anak tuhan, karena itu masuk wilayah akidah. Ketika kita mengucapkan selamat kepada peringatan itu sama saja kita memberi selamat atas lahirnya putra tuhan," ujarnya.

    Kendati demikian, imbauan itu kata dia, bisa saja tak berlaku bagi pemimpin negara, salah satunya Wakil Presiden Ma'ruf Amin. "Ya beliau (Ma'ruf Amin) susah juga ya. Ulama juga pemimpin. Tapi ya beliau pasti punya pertimbangan sendiri," ujarnya.

    Reaksi Staf Wapres
    Staf Khusus Wakil Presiden bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi menyayangkan pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang menyeret nama Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin soal larangan ucapan natal.

    "Kami menyayangkan nama wapres sebenarnya tidak perlu dibawa-bawa, saya juga nggak tau latar belakangnya apa, nama wapres dibawa-bawa sebagai pengecualian," ujar Masduki saat dihubungi wartawan, 22 Desember 2019, seperti diberikan oleh Republika.

    Masduki menduga pernyataan MUI Jatim itu mengaitkan langsung dengan Kiai Ma'ruf yang merupakan ketua umum MUI Pusat nonaktif, tetapi juga sebagai wakil presiden. Jika benar demikian, Masduki menilai pernyataan itu seharusnya tidak disampaikan.

    "Entah karena wapres itu sebagai pimpinan nasional dia harus membawahi seluruh umat baik Islam maupun nonislam, tapi kalau misalnya seperti itu kenapa tidak Pak Jokowi juga, atau pimpinan-pimpinan lainnya, ini kan jadi aneh agak tidak wajar, pendapat itu," ujar Masduki.

    Selanjutnya: sikap Ma'ruf

    Ikuti tulisan menarik Anas M lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.