Mahasiswa, kok, Gitu? - Analisis - www.indonesiana.id
x

iin anggryani

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 Januari 2020

Rabu, 11 Maret 2020 14:09 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Mahasiswa, kok, Gitu?

    Salam….. Mahasiswa adalah mereka yang berada pada bangku perguruan tinggi baik swasta maupun negri. Mahasiswa sekarang ini adalah mahasiswa kesekian kalinya, maksudnya bukan mahasiswa pertama.

    Dibaca : 1.355 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Salam…..
    Mahasiswa adalah mereka yang berada pada bangku perguruan tinggi baik swasta maupun negri. Mahasiswa sekarang ini adalah mahasiswa kesekian kalinya, maksudnya bukan mahasiswa pertama. Berbicara tentang mahasiswa berarti berbicara tentang tugas da kewajibannya. Mahasiswa sebagai penyambung suara rakyat (lidah rakyat) kepada pejabat tertinggi di sebuah wilayah. Mahasiswa bukan hanya yang asal duduk di bangku kuliah yah dapatlah gelar mahasiswanya, bukan seperti itu tetapi mahasiswa adalah yang bagaimana mampu membaca arah negara kedepan, dengan bantuan ilmu yang didapat dibangku kuliah.

    Kalau hanya kuliah kos, rumah, kampus itu anak TK pun bisa. Sebagai seorang mahasiswa mahanya dari siswa harus mampu membaca setiap peristiwa yang ada yang sedang menimpa masyarakat dan yang akan menimpa masyarakat kedepannya.

    Mahasiswa pada era 60-90-an mati-matian membela hak rakyat karena mereka tahu itu target utama dari tugasnya jadi mahasiswa. Lalu bagaimana dengan mahasiswa hari ini? apakah sudah seperti itu? mari kita lihat bersama-sama. Mahasiwa hari ini adalah mahasiswa yang bisa dibilang hidup di era milineal, otomatis sudah jauh berbeda dengan sebelumnya.

    Bagaimana dengan kondisi mahasiswa hari ini? Mahasiswa hari ini lebih senang melakukan hal-hal yang tidak ada gunanya ketimbang melakukan hal yang menjadi tugas utamanya. Banyak mahasiswa hari ini, yang ketika ada masalah yang terjadi dikalangan rakyat merasa bodoh amat dan malah asyik berpacaran, nongkrong yang unfaedah, rebahan di kosan sambil main game.

    Rakyat membutuhkan kontribusi dari kerja nyata bukan ajang pamer untuk main-main.  Mahasiswa sekarang ini kebanyakan menjadikan forum diskusi sebagai ajang pemer intelegensi, menjatuhkan yang lain demi meninggikan martabat individu, yang itu hanya omong kosng saja yah karena apa yang diucapkannya tidak di impelentasikan. Mahasiswa hari ini pandai sekali mengkritik namun untuk kontribusinya kosong.

    Sebagian besar mahasiswa masih belum paham tentang tugasnya sebagai mahasiswa, jadi tidak banyak sekarang ini yang lebih penting IPK dari segalanya yang ada. Yang mungkin kata orang sebagian dengan IPK tinggi itu nanti mudah dapat kerja. Padahal skill yang diperlukan, buat apa punya IPK tinggi kalau kita sendiri tidak mampu bertanggungjawab atas hal yang didapat itu.

    Banyak mahasiswa yang berteriak tentang keadilan, jangan tindas rakyat, jangan batasi hak kami. Padahal dirinya sendiri ketika dikasih amplop langsung mulutnya seakan di bungkam, suara-suaranya tidak terlagi. Ah, mungkin mahasiswa juga butuh uang, kan bela rakyat tidak dapat uang.

    Banyak juga mahasiswa yang ketika pemilu, yang delik awalnya netral artinya tidak berpihak pada salah satu parpol, dan bahkan ada juga yang membenci parpol, namun tiba-tiba jadi timses. Mungkin menurut penulis dengan logo mahasiswanya mampu menjadi orang yang paling ampuh untuk menaklukkan massa dalam memilih caleg-caleg dari parpol yang ingin disukseskan. Maka dari itu, jangan kaget ketika ada mahasiswa yang menjadikan dirinya sebagai penjilat, hanya untuk menjadikan dirinya robot kekuasaan.

    Kita yang sekarang ini bergelar mahasiswa mari laksanakan apa yang sudah menjadi tanggungjawab dan amanah untuk kita, rakyat membutuhkan kita untuk menjadi distribusi suara-suara kepada para penguasa.


    Yogyakarta, 22 Februari 2020

    I’in AnggryaniKhairudin

    Ikuti tulisan menarik iin anggryani lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.