Begini Cara Atasi Wabah Virus Corona di Indonesia? - Viral - www.indonesiana.id
x

Syarifudin

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 29 April 2019

Sabtu, 14 Maret 2020 17:25 WIB
  • Viral
  • Berita Utama
  • Begini Cara Atasi Wabah Virus Corona di Indonesia?

    Dibaca : 2.346 kali

    Tebarkan berita baik. Itulah cara sederhana untuk menghadapi wabah virus corona di Indonesia. Karena wabah itu akan makin menggila bila yang dibangun adalah narasi-narasi atau berita-berita buruk lagi menakutkan. Seolah-olah, virus corona penyakit yang mematikan. Hingga membuat banyak orang ketakutan, kepanikan.

    Padahal hari ini, ada 3 pasien suspek corona yang dinyatakan sembuh dan kembali ke rumah. Rumah sakit pun siap menangani wabah virus corona. Semuanya bisa ditangani. Jadi, jangan panik yang berlebihan.

    Maka hadapi wabah virus corona dengan menebarkan berita baik. Bahwa virus corona sangat bisa disembuhkan. Angka kematiannya hanya 2 persen, jauh di bawah angka kematian DBD sekalipun. Bahkan virus corona, sama sekali sulit untuk hidup pada manusia yang selalu jaga kebersihan dan kesehatan.

    Hadapi wabah virus corona dengan menebarkan berita baik. Jangan memperkeruh suasana dengan menebar berita buruk apalagi menakutkan.

    Maaf ya, bila saya tidak mampu menjadi relawan untuk membantu saudara-saudara saya, para suspek virus corona di negeri yang ramah dan gotong royong ini. Maka saya cukup harus berani untuk menyebarkan berita baik. Tentang virus corona cukup menghadapi dengan berita baik, cara pikir baik, dan perilaku baik. Hidup bersih dan sehat.

    Wabah virus corona, seperti penyakit lainnya, sangat bisa disembuhkan. Bahkan akan berangsur menurun persebarannya dalam waktu dekat. Karena banyak orang hidup sehat. Dan tentu, sambil tetap bersikap waspada dan selalu menjaga kesehatan. Faktanya, 98% sakit akibat virus corona bisa disembuhkan.

    Maka jangan sebar berita buruk. Apalagi berita menakutkan. Seolah suspek corona tidak bisa sembuh. Jangan pula memusuhi para suspek corona. Karena mereka pun tidak mau sakit. Tapi bila sudah terinfeksi, apa mau dikata?

    Hadapi wabah virus corona dengan optimis sambil menebar berita baik. Bukan malah membangun kecemasan, kepanikan, dan berita-berita yang menakutkan tetangganya sendiri, orang lain di dekatnya atau saudara sebangsanya.

    Ketahuilah. Sakit atau penyakit, siapapun, sama sekali tidak bisa dihindari. Bila waktunya tiba, tidak ada yang bisa menghindar. Karena sakit, sudah pasti kehendak-Nya. Hanya sabar dan tawakal bila sakit hinggap di diri siapapun.

    Tapi sayangnya, tidak sedikit orang yang "sakit" akibat ketakutan dan kepanikan yang dibuatnya sendiri. Sakit karena menebar berita buruk yang kian menakutkan orang lain.

    Hadapi apapun dengan berita baik.

    Sungguh bila boleh memilih. Saya sejatinya lebih baik mati saat mengabdi atau melayani orang lain. Daripada mati tanpa berbuat apapun apalagi menebar berita buruk yang kian menakutkan orang lain.

    Tetaplah waspada dan jaga kesehatan. Itu sudah cukup. Tidak perlu menebar berita buruk yang tidak bermanfaat. Salam sehat dan salam literasi.


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.















    Oleh: Admin

    2 hari lalu

    Digeser Suplayer Telur Kabupaten, Peternak: Pak Bupati, Beri Kami Kesempatan

    Dibaca : 606 kali

    Tuban - Belum selesai polemik soal beras berkutu di program BPNT, kini muncul suplayer yang mengatasnamakan diri suplayer kabupaten. Tak ayal, kehadiran suplayer telur kabupaten inipun menggeser peternak lokal. Adalah Sahli, Peternak Ayam Petelur di Desa Pongpongan Kec. Merakurak yang mengeluhkan tak lagi bisa ikut menyuplai telur dalam program BPNT. Pasalnya, e-warong sembako di desanya sudah memiliki suplayer baru yang ditunjuk dari kabupaten. Akibatnya, Sahli kehilangan pangsa pasar terdekat yang ada di desanya. "Katanya sudah ada suplayer baru dari kabupaten yang bertugas menyuplai telur di program BPNT, jadi e-warong sekarang tidak lagi ambil telur dari saya" terang Sahli saat di temuai di kandangnya, Kamis, 21/05/2020. Sahli menuturkan, peternak ayam petelur yang ada di desanya sebenarnya cukup merasakan dampak ekonomi dari program andalan Jokowi ini. Ia dan teman-temannya tidak perlu jauh-jauh mencari pangsa pasar untuk telur yang dihasilkan dari kandangnya. Selain itu, harga jualnya juga relatif setabil dan kompetitif. Namun semenjak kehadiran suplayer kabupaten ini, ia terpaksa harus mencari pangsa pasar baru. "Dulu telur tidak pernah keluar dari desa karena diambil Agen BPNT, sekarang saya terpaksa jual telurnya ke tengkulak meski harganya lebih murah" terang pemuda yang sudah menggeluti peternakan unggas sejak 5 tahun terakhir ini. Terpisah, Aripin, peternak ayam petelur di desa yang sama juga menyayangkan masuknya suplayer baru dari luar desa. Menurutnya, supplier kabupaten ini makin menambah derita peternak ayam petelur yang beberapa bulan terakhir ini mengalami guncangan harga akibat beredarnya telur yang diduga HE. Jika hadirnya suplayer luar di BPNT Desa Pongpongan ini adalah kebijakan Bupati, Arifin meminta agar kebijaka itu dievaluasi. "Mohon Pak Bupati bisa melindungi peternak lokal. Beri kami kesempatan untuk menyuplai telur di desa kami" pinta Arifin. Untuk diketahui, adanya komoditi telur dalam program BPNT ini telah memantik semangat warga desa mencoba peruntungan dalam bidang perunggasan. di Desa Pongpongan sendiri, saat ini terdapat 5 kandang ayam petelur milik warga. Dua diantaranya merupakan kelompok binaan dari PT. Semen Indonesia. Diperkirakan, tahun ini juga akan muncul lagi peternak-peternak baru yang menggeluti peternakan ayam petelur. Hal ini diketahui dari banyaknya usulan peternakan unggas dari kelompok masyarakat yang yang masuk melalui program CSR Semen Indonesia tahun 2020 untuk Desa Pongpongan (tro/id).