x

Tetap Sehat di Masa Pandemi/Sumber Foto: Kemenkes RI

Iklan

Nurbaya Nuby

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 6 Mei 2020 13:41 WIB

Tetap Sehat Selama Pandemi Covid-19, Ini Makanan yang Harus Dihindari


Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Saat ini kita sedang mengalami masa pandemi Covid-19 yang telah mengubah banyak aspek dalam kehidupan kita. Kita yang dulunya banyak beraktivitas di luar rumah, baik itu di kantor, kampus, sawah, atau pasar, kini harus menghabiskan sebagian besar waktu di rumah. Saat menuliskan artikel ini pun, saya termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung yang masih bisa bekerja dari rumah. Di luar sana, masih banyak yang harus tetap bekerja di luar rumah agar dapur tetap mengepul dengan perasaan was-was.

Dalam kondisi seperti ini, disadari atau tidak, stres sering kali muncul. Stres bisa menyerang siapa pun. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) (2020), stres yang terjadi selama masa pandemi COVID-19 dapat berupa rasa takut dan kekhawatiran berlebihan akan kesehatan diri dan keluarga. Rasa khawatir yang berlebihan tersebut dapat menyebabkan perubahan pola makan dan tidur yang akan memperburuk kesehatan fisik dan mental.

Stres menjadi salah satu penyebab menurunnya imunitas tubuh. Selama stres, tubuh menjadi lebih rentan terkena penyakit. Sementara itu, di masa pandemi ini, sangat penting untuk tetap sehat fisik dan mental agar imunitas tubuh tetap kuat dan tak mudah terinfeksi berbagai jenis virus, termasuk virus corona.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Meskipun hingga saat ini belum ada makanan atau suplemen makanan yang dapat mencegah infeksi virus corona, namun mempertahankan pola makan yang sehat adalah bagian penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh tetap kuat. Ada beberapa tips sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga imunitas tubuh tetap kuat dan terhindar dari stres.

Untuk tetap sehat, dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang sesuai dengan kebutuhan harian. Mengonsumsi gizi seimbang artinya dalam porsi makanan harian harus mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Unsur karbohidrat ini dapat diperoleh dari nasi, mie, jagung, sagu atau ubi jalar.

Sangat dianjurkan juga untuk mengonsumsi makanan sumber protein, vitamin A, C dan E yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan mencegah infeksi virus corona. Sumber protein tersebut bisa berasal dari ikan, daging sapi, ayam, telur, kacang-kacangan, atau tahu tempe yang harganya relatif lebih murah.

Vitamin A, C dan E dapat diperolah dengan mengonsumsi sayur dan buah. Sayur dan buah-buahan segar menyediakan banyak vitamin dan mineral serta serat yang dibutuhkan untuk tetap sehat dan mendukung imunitas tubuh.

Buah-buahan yang dikonsumsi tidak harus buah-buahan yang mahal. Konsumsi sayur dan buah lokal yang banyak tersedia di sekitar kita sangat dianjurkan seperti pepaya, jeruk, jambu biji, dan mangga. Buah-buahan lokal ini kaya akan vitamin A, C dan E.  Begitu pun dengan sayuran-sayuran hijau seperti daun kelor, bayam atau kangkung.

Dalam masa isolasi diri di rumah, tidak sedikit rumah tangga yang akhirnya memilih makanan kemasan untuk diolah di rumah. Alasannya, karena lebih praktis dan tahan lama. Sayangnya, sering kali makanan kemasan ini mengandung lemak, gula dan garam yang tinggi. Konsumsi garam yang berlebih dapat memicu hipertensi, gangguan pembuluh darah, hingga menyebabkan gangguan jantung.

Begitu pula dengan asupan lemak dan gula yang berlebih dapat menyebabkan obesitas dan berisiko terkena penyakit diabetes melitus. Padahal asupan gula seharusnya tidak lebih dari 4 sendok makan per hari, asupan garam tidak lebih dari 1 sendok teh per hari dan asupan lemak tidak lebih dari 2 sendok makan per hari.

Pola konsumsi seperti ini sebaiknya dihindari, sehingga sangat disarankan untuk membaca label makanan yang tertara dalam setiap kemasan. Label makanan membantu dalam memilih makanan sehingga membatasi asupan gula, garam, dan lemak. Cobalah untuk mengolah sendiri pangan segar yang ada di rumah. Dan jangan lupa minum air yang cukup. World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk mengonsumsi air setidaknya 8 gelas setiap hari.

Hal lain yang dapat dilakukan untuk tetap sehat selama masa pandemi adalah rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Olahraga secara teratur untuk kebugaran merupakan salah satu cara terbaik mengurangi stres.

Selama berolahraga tubuh kita akan menghasilkan hormon endorfin yang memicu rasa senang dan rileks serta meningkatkan respons kekebalan tubuh. Disarankan untuk melakukan olahraga yang disenangi selama 30 hingga 60 menit setiap hari atau setidaknya 3 jam dalam seminggu. Olah raga ringan yang dapat dilakukan bersama keluarga di rumah seperti naik turun tangga, lompat tali, zumba atau aerobik.

Sangat penting untuk tetap tinggal di rumah dan rajin cuci tangan dengan sabun untuk mencegah penularan virus. Bagi mereka yang masih harus atau terpaksa kerja di luar rumah jangan lupa pakai masker dan tetap perhatikan physical distancing atau jaga jarak fisik dengan orang lain minimal 1 – 2 meter, bahkan ada yang menganjurkan lebih dari itu.

Nah, selama pandemi Covid-19, jika Anda membutuhkan layanan konsultasi gizi bisa mengikuti program Layanan Edukasi dan Konsultasi Online tentang Konsumsi Pangan Aman, Bergizi dan Hidup Bugar (LEKKA BERGIZI BUGAR). Layanan konsultasi gizi ini dilakukan secara online dalam skala nasional selama bulan April - 30 Juni 2020. Silahkan dicek dah hubungi konsultan gizi LEKKA BERGIZI BUGAR di daerah masing-masing.

Semoga kita semua selalu sehat dan dapat melalui pandemi COVID-19 ini dengan sehat.

Ikuti tulisan menarik Nurbaya Nuby lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB

Terpopuler

Epigenesis

Oleh: Taufan S. Chandranegara

4 hari lalu

Kembang Jepun

Oleh: Handoko Widagdo

Kamis, 15 Februari 2024 10:19 WIB