Norma Baru dalam Pandemi Corona - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sekelompok warga melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, memakai masker antisipasi wabah virus corona. Tempo/Hilman Fathurrahman W

deni yusup

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Selasa, 19 Mei 2020 08:10 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Norma Baru dalam Pandemi Corona

    Bagaimana Indonesia bisa melewati semua ini,dengan memiliki keyakinan yang tinggi untuk melawan corona dengan melakukan penanganan yang sistematis kita berharap persoalan corona secara kesehatan cepat selesai

    Dibaca : 1.164 kali

    Melatih diri dengan berpuasa dalam massa pandemi corona tentu menjadi hal yang diluar kebiasaan umat muslim. Pandemi ini telah merubah prilaku dunia terkhusus bagi umat islam dalam menajalankan ibadah puasa.

    Adanya kebijakan dari pemerintah yang membatasi aktivitas penduduknya, seperti di tempat ibadah untuk sementara waktu tidak menjalankan ibadah yang mendatangkan banyak orang seperti sholat Jumat, kalau diperbolehkan bagi daerah yang zona hijau corona dan itupun diharuskan mentaati protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak dan tidak dalam jumlah banyak bisa menjalankan aktivitas dil uar termasuk ditempat ibadah, sehingga masjid tidak mengadakan ibadah shoat Jumat dan sholat tarawih yang biasa dijalankan oleh umat islam dalam bulan Ramadhan.

    Semua ibadah dilakukan di rumah termasuk sholat Idul Fitri tidak dilaksanakan di masjid. Ada fatwa MUI yang menegaskan boleh melaksanakan sholat di rumah dengan jumlah empat orang ini untuk menganti karena ditiadakanya sholat Idul Fitri berjamaah.

    Saat ini hampir dua bulan di beberapa kota melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) semua aktivitas dirumah kecuali beberapa pekerjaaan yang terkait kebutuhan pokok tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Dalam kondisi seperti ini semua mau tidak mau harus menerima dan siap dalam menjalankan kehidupan dalam kondisi pandemi ini. Apa yang harus dilakukan dalam kondisi seperti ini, banyak pertanyaan dalam benak kita  kapan corona bisa menurun dan mereda disisi lain dunia belum menemukan vaksin yang pas dalam mengatasi corona menjadi pertayaan kita semua?

    Semua negara menjalankan pebatasan wiayah dan menerapkan kebijakan protokol kesehatan. Dalam kondisi seperti ini semua terkena imbasnya. Siapa negara yang bisa tetap bertahan dan tetap stabil dalam kondisi seperti ini, bisa dibilang negara yang memiliki sumber daya modal yang kuat dan disiplin yang kuat yang masih bisa tetap bertahan dan tanpa meminta bantuan pihak luar untuk sementara waktu.

    Tetapi bagaimana dengan negara berkembang kondisinya? Dalam logika sederhananya  kondisi negara berkembang, kondisi normal saja negara berkembang masih tinggi ketergantungnya terhadap pihak lain, apa lagi dalam kondisi pandemi seperti saat ini. Dapat dipastikan negara berkembang memiliki persoalan lebih besar dari pada negara maju dalam kondisi seperti ini.

    Bagaimana Indonesia bisa melewati semua ini? Dengan memiliki keyakinan yang tinggi untuk melawan corona dengan melakukan penanganan yang sistematis kita berharap persoalan corona secara kesehatan cepat selesai. Ini bentuk harapan kita semua dan  bentuk motivasi kita selaku bangsa bahwa Indonesia bisa mengatasinya. Dalam hal ini pemerintah telah melakukan kebijakan dengan mengeluarkan perpu sebagai payung hukum dalam mengatasi persoal pandemi dengan dilihat  dari berbagai aspek.

    Kabar terbaru pasien yang terjangkit dari hari perhari makin bertambah, dan saat ini belum ada vaksin untuk mengatasi virus corona. Penguatan mental semua lapisan diperlukan dalam kondisi seperti ini. Kesadaran semua pihak dan bangkit untuk bisa keluar dari persoaln ini menjadi keharusan.

    Semoga persoalan pandemi ini akan cepat selesai dan kita bisa cepat bangkit dari efek yang ditimbulkan dari wabah corona. Perekonomian yang saat ini menurun, banyaknya PHK dan kekuatan pengusaha tergojang, pendapatan pemerintah menurun. Kita berharap walaupun persoalan belum ada obat-vaksin yang ampuh untuk mengatasinya. Tetapi kita berharap aktivitas ekonomi akan bangkit dengan menerapkan new normal aktivitas yang kita bisa menjalankan roda ekonomi dengan terus melakukan upaya pemutusan matarantai virus dengan melakukan protokol kesehatan dalam aktivitas ekonomi.

    Prasyarat yang mesti dipatuhi adalah dengan mentaati protokol kesehatan kalau ini dibiasakan terus menerus akan tercipta norma baru dan masyarakat terbiasa menjalankanya akan memberikan dampak positif untuk aktivitas ekonomi. Dengan kata lain aktivitas ekonomi terus berjalan walaupun mengunakan protokol kesehatan, yang pada akhirnya kita berharap semua dalam kondisi apapun kita tetap produktif dan bangsa ini memiliki karakter pemenang.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.