Dakota Garuda Akhirnya Pulang ke Rumah, Cerita Tentang Douglas C47A Airfast PK-OAZ - Gaya Hidup - www.indonesiana.id
x

Sejarah Dakota Garuda Indonesian Airways

Herman Sjah Tahir

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 4 April 2020

Jumat, 3 Juli 2020 09:53 WIB
  • Gaya Hidup
  • Berita Utama
  • Dakota Garuda Akhirnya Pulang ke Rumah, Cerita Tentang Douglas C47A Airfast PK-OAZ

    Dibaca : 674 kali

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Bagi pencinta Pesawat Dakota (Douglas C47) kemungkinan besar pernah membuka http://aerostarjet-aviation.com/gallery-dakota.html, di galerinya pada bagian “Garuda Monument“ terdapat sederetan gambar kegiatan di Bandara Halim Perdana Kusuma pada bulan Juni 2009. Gambar-gambar tersebut merupakan kegiatan dari pembongkaran pesawat Dakota (Douglas C-47 Skytrain) milik Maskapai Airfast Indonesia dengan registrasi pesawat PK-OAZ. Tujuan dari pembongkaran adalah akan memindahkan pesawat PK-OAZ dari Bandara Halim ke Kantor PT Garuda Indonesia di Tangerang untuk dijadikan Monumen Dakota Garuda.

    Gambar dari proses pembongkaran di Halim

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

    Gambar dari proses perakitan PK-OAZ di Tangerang

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Dengan kerjasama antara PT Airfast dan PT Garuda Indonesia, pada 23 Juli 2009, bersamaan dengan diresmikannya Gedung Manajemen dan Peremajaan Identitas Garuda, Monumen Dakota Garuda diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

    Gambar Douglas C47 (Dakota) setelah peresmian (Agustus 2009)

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Setelah adanya monumen Dakota Garuda, timbul pertanyaan apakah pesawat ini bagian dari sejarah Garuda Indonesia, atau sekedar Replika dari Dakota Garuda untuk mengingatkan sejarah pada masa lampaunya yang pernah memiliki jenis pesawat ini dalam armadanya. Seperti kita ketahui bahwa memang benar Garuda pernah memiliki pesawat ini walaupun sangat jarang terlhat gambar dari Dakota Garuda pada masa lampau.

    Tetapi ternyata dari beberapa catatan sejarahnya , Dakota PK-OAZ dahulunya pernah menjadi bagian armada pesawat Garuda Indonesia Airways (nama lama dari Garuda Indonesia), misalnya pada :

    Catatan pada Laman Militaire Luchtvaart van het Koninklijk Nederlands-Indisch Leger, ML-KNIL,C47 / DC3

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Catatan pada Laman Aviationinmalta_Netherlands ( Dutch East Indies )

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Catatan pada Laman Aerial Visual ,

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Dari catatan laman-laman di atas, pesawat ini adalah versi militer dari Douglas DC-3 (DC adalah singkatan dari Douglas Commercial) yang diberi nama C-47 Skytrain, dan pengembangan lanjutan tipe ini biasa disebut Douglas C53 Skytrooper. Total pesawat ini diproduksi sebanyak 16.079 unit yang terdiri dari :

    • Versi Sipil Douglas DC3 sebanyak 607 Unit
    • Versi militer C47 & C53 sebanyak 10.048 Unit
    • Diproduksi secara lisensi : oleh Rusia bernama Lisunov Li-2 sebanyak 4.937 unit dan oleh Jepang disebut L2D Type 0 transport diproduksi sebanyak 487 Unit.

    Terlihat diatas bahwa versi militer dari pesawat tipe ini adalah yang terbanyak yaitu sejumlah 10.048 Unit , diproduksi  pada pabrik Douglas Aircraft Company  yang terletak di Santa Monica , Long Beach California dan di Oklahoma City.

    Sedikit catatan mengapa , kenapa nama C-47 Skytrain menjadi kurang populer , malah pesawat tipe ini lebih dikenal dimana2 dengan sebutan Dakota , nama ini mulai dikenal  ketika Amerika Serikat mengirim C-47 Skytrain untuk memperkuat RAF ( Angkatan Udara Kerajaan Inggris ) dan Angkatan Udara Negara Persemakmuran Inggris lainnya (RAAF, RCAF, RNZAF dan SAAF ) ribuan pesawat , berikut menurut Wikipedia :

       …About 2,000 C-47s (received under Lend-Lease) in British and Commonwealth service took the name "Dakota", possibly inspired by the acronym "DACoTA" for Douglas Aircraft Company Transport Aircraft.

    Airfast PK-OAZ adalah salah satu dari 10.048 unit C-47 Skytrain , menurut catatan sumber2 diatas pesawat ini dibuat dipabrik yang terletak Long Beach California dengan tipe C47A-80DL dengan contruction number 19623 pada sekitar 1943.

    Dari laman2 tersebut diatas didapat riwayat dari C 47A PK-OAZ adalah sebagai berikut :

    • Tahun 1943 mulai aktif pada armada United States Army Air Force.
    • Tahun 1946 masuk kedalam Angkatan Udara Tentara Kerajaan Hindia Belanda ( ML-KNIL - Militaire Luchtvaart van het Koninklijk Nederlands-Indisch Leger ) dengan registrasi militer DT 975 . Ketika itu ML-KNIL berpangkalan di Australia maka pesawat ini beregitrasi setempat yaitu VH-RCQ .
    • Pada 1 Agustus 1947 , merubah menjadi pesawat sipil komersial dengan Registrasi Hindia Belanda PK-RCQ , didalam perusahaan yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda yang ketika itu masih dalam pengasingan di Australia bernama KLM Interinsulair Bedrijf merupakan anak perusahaan dari KLM . Sebenarnya sebelum masa pendudukan Jepang , di Hindia Belanda sudah ada Perusahaan Penerbangan bernama KNILM ( Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij ) sebuah perusahaan yang mandiri dan tidak ada hubungannya dengan KLM dinegeri Belanda.

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    • Setelah penyerahan Kedaulatan Republik Indonesia di Konferensi Meja Bundar 27 Desember 1949 , pesawat ini masuk dalam Armada Garuda Indonesia Airways ( GIA ) dengan tetap dengan registrasi PK-RCQ , baru pada tahun 1956 dirubah menjadi registrasi PK-GDF , sayangnya tidak ada dokumentasi gambar pesawat ini ketika di GIA

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    • Tahun 1970 , masuk kedalam perusahaan Minyak Amerika yang beroperasi di Asia Tenggara bernama Phillips Petroleum Company dan mulailah menyandang registrasi PK-OAZ.
    • Di Nopember 1971 , PK-OAZ masuk kedalam armada Airfast Service ( Perusahaan Australia – Indonesia ) , dengan Home Base di Sydney Australia

    Gambar PK-OAZ pada Okt 1971 di Seletar Singapura

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Gambar PK-OAZ di Seletar Singapura 30 Januari 1988

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Ada catatan unik dari pesawat ini , pada tahun Mei 1986 , PK-OAZ pernah dipinjam oleh Singapore Airlines untuk nenyambut dan merayakan ulang tahunnya yang ke 40 , pesawat dicat dengan livery ( corak ragam ) Malayan Airways pada masanya dan dilengkapi dengan “ nose name – Tekukor “  dan pesawat diberi registrasi Hongkong Jaman Kolonial Inggris yaitu “ VR-SCO “ .

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Setelah beroperasi lebih dari 50 tahun , tepatnya 52 Tahun bila dihitung pertama kali terbang di Angkatan Udara Amerika dan operasi terakhirnya di Airfast pada 1995 , akhirnya di Juli 2009 Dakota Garuda Indonesia Airways PK-GDF yang telah 39 tahun pergi , telah pulang kembali ke rumahnya . Dengan adanya Dakota PK-GDF secara tidak langsung , Garuda bisa menunjukan bahwa perusahaan ini  sudah berdiri cukup lama yang ketika ditahun awalnya ( tahun 1950 ) pun sudah memiliki Dakota dengan registrasi Indonesia yaitu PK .

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Garuda pun berusaha menjadikan Monumen ini , menjadi Dakota PK-GDF dengan livery tahun 1950 an dengan merubah warna Juli 2009 menjadi warna dominan putih seperti pada livery klasik semua pesawat Garuda di tahun 1950 an .

    Sayangnya tidak ada gambar Dakota Garuda Livery 1950 an , tapi untuk menggambarkan bagaimana Livery klasik Garuda dengan dominan warna putihnya , dapat dilihat dari gambar Pesawat Convair CV-240 Garuda PK-GCK pada tahun 1959

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Gambar Dakota PK-GDF  pada 2019

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

    Gambar Dakota PK-GDF  acara 17 Agustus 2019

    Douglas C-47A Garuda PK-GDF , Airfast PK-OAZ

     

     

     

     

     


    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.