Hindari Penularan Corona dengan #PakaiMasker - Analisa - www.indonesiana.id
x

Sekelompok warga melintasi Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, memakai masker antisipasi wabah virus corona. Tempo/Hilman Fathurrahman W

Ahmad Irso Kubangun

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Kamis, 10 September 2020 09:08 WIB

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Hindari Penularan Corona dengan #PakaiMasker


    Dibaca : 262 kali

    Jakarta - Gerakan pakai masker terus digaungkan oleh Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah hal itu untuk pencegahan penularan Covid-19. Sebab, World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan untuk penggunaan masker setiap orang karena efektif dalam pencegahan penularan Covid-19.

    "Sejak April 2020, WHO merekomendasikan untuk penggunaan masker untuk setiap orang. Rekomendasi ini diikuti oleh semua negara termasuk Indonesia. Bahkan di Indonesia, Presiden Joko Widodo dan Kemenkes, diawal Agustus ini mencanangkan kampanye gerakan pakai masker, karena efektif, " kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUI dr. Muhammad Hafiz Aini, melalui keterangannya, Selasa (25/8).

    Penggunaan masker kata dia, efektif mencegah penularan Covid-19 karena masker bisa mencegah droplet atau percikan air dari mulut.

    Kata dia, masker kain pun efektif menahan percikan air dari mulut hal itu terbukti dalam kumpulan penelitian yang dikumpulkan oleh WHO.

    "Masker kain memang memiliki efektivitas penyaringan udara yang paling rendah yaitu 48-85 persen dibandingkan masker N95 yang bisa hingga diatas 95 persen. Namun, masker kain, praktis, murah, dan terjangkau serta mudah dibuat. Dan harus dipahami virus korona itu sangat kecil bahkan lebih kecil dibandingkan pori-pori filter N95," kata dia.

    Ia menyebutkan, masker terdapat beberapa jenis yaitu masker respirator seperti P100, masker N95 (N95,KN95,FFP2), masker bedah (tiga lapis), dan masker kain.

    Kata dia, masing-masing memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing.

    "WHO merekomendasikan masker kain digunakan dalam kegiatan sehari-hari karena dinilai efektif dalam mencegah penularan serta memiliki nilai praktis, mudah, terjangkau, dan murah sehingga dapat diterapkan secara umum. Masker kain hanya tidak disarankan pada daerah yang dianggap berisiko tinggi seperti di rumah sakit," kata dia.

    Meski begitu kata dia, Rumah sakit atau tenaga kesehatan tetap disarankan masker bedah dan bahkan N95 untuk yang merawat pasien Covid-18.

    Jelas dia, virus corona itu menularkan dan menginfeksi individu sebagian besar saluran pernapasan. Sehingga lanjut dia, memang dibutuhkan pencegahan melalui itu, yaitu penggunaan masker.

    "Masker dinilai baik untuk dapat mengurangi risiko penularan covid antar manusia. Penggunaan masker dinilai efektif dalam praktek sehari-hari, dimana penelitian di Lancet menunjukan risiko penularan bila semua menggunakan masker hanya sekitar 1-3 persen dibandingkan lebih dari 17 persen bila tidak," paparnya.

    Bahkan kata dia, bila bertemu dengan pasien positif menggunakan masker risiko penularan dapat hingga 50-70 persen dan yang sakit dapat menularkan ke orang lain atau dropletnya bisa terbang kemana-mana

    Namun bila yang sakit dan sehat tidak menggunakan masker, risiko tertular bisa hingga 95 persen. Lalu bila yang sakit aja yang menggunakan masker risiko penularan dapat terjadi sekitar 17 persen dan ini tetap angka yang tinggi.

    Dan dimana, virus corona ini saat ini diduga dapat menyebarkan secara aerosol yaitu dapat terbang lebih dari 6-10 meter. "Maka pennggunaan masker menjadi yang paling penting disertai dengan jaga jarak, cuci tangan, PHBS, dan hindari kerumunan," tuturnya.

    Lalu kata dia, bila keduanya menggunakan masker, maka risiko menjadi sangat kecil sekitar 1 persen dan bila ditambahkan dengan praktek jaga jarak dan cuci tangan risiko menjadi dibawah 1 persen.

    "Bahkan ada yang berani menyatakan mendekati 0 persen," kata dia.

    Sebelumnya, enteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan protokol kesehatan adalah bentuk pengorbanan serta wujud nyata dari realitas mengikuti apa yang dilakukan oleh Ibrahim AS yaitu untuk menghindari jatuhnya korban sebagai wujud penghargaan yang tinggi terhadap …



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.