Jaminan Keberlangsungan Investasi di Indonesia dan Polemik Tata-niaga Nikel Domestik - Pilihan - www.indonesiana.id
x

Riki Sualah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 26 Juli 2020

Rabu, 30 September 2020 17:11 WIB

  • Pilihan
  • Berita Utama
  • Jaminan Keberlangsungan Investasi di Indonesia dan Polemik Tata-niaga Nikel Domestik

    Presiden Joko Widodo mengatakan investasi di beberapa kawasan industri memiliki peranan penting, salah satunya pada bidang pertambangan nikel. Presiden berharap investasi dapat mendorong nilai tambah nikel, memperbaiki defisit transaksi berjalan, meningkatkan peluang kerja, dan menyerap tenaga kerja lokal lebih besar. Namun, apakah hal itu dapat tercapai apabila para investor berencana pergi tinggalkan negara ini? Perlu diketahui, mencari investor tidak semudah yang dibayangkan.

    Dibaca : 638 kali

    Presiden Joko Widodo mengatakan investasi di beberapa kawasan industri memiliki peranan penting, salah satunya pada bidang pertambangan nikel. Presiden berharap investasi dapat mendorong nilai tambah nikel, memperbaiki defisit transaksi berjalan, meningkatkan peluang kerja, dan menyerap tenaga kerja lokal lebih besar.

    Namun, apakah hal itu dapat tercapai apabila para investor berencana pergi tinggalkan negara ini? Perlu diketahui, mencari investor tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi beberapa pihak telah membangun industri smelter nikel dengan dana yang tidak sedikit beserta teknologinya. Oleh karena itu, kemudahan investasi menjadi harapan para pengusaha industri nikel untuk dapat menjalankan amanah undang-undang nomor 4 tahun 2009. Tidak hanya kemudahan, tapi jaminan terhadap keberlangsungan investasi harus dijaga agar tidak terjadi keraguan bagi investor. 

    Baru-baru ini, ada perbedaan pandangan terkait tata niaga nikel domestik Indonesia. Kubu pro dan kontra beradu argumen siapa yang paling benar. Mereka pun berharap, negara berperan sebagai pengadil yang baik. Jadi, apakah pola HPM alias Harga Patokan Mineral atau pola bursa London Metal Exchange yang seharusnya diterapkan di negara ini?

    Hiruk pikuk London Metal Exchange (LME) terjadi sejak 1877. Sebagai bursa jual beli logam tertua di dunia, LME menjadi kiblat alias patokan harga bagi pertambangan dunia. Sebanyak 80% produk metal diperjual belikan melalui LME, seperti tembaga, timah, seng, kobalt, aluminium, aluminium alloy, hingga nikel. 

    Mekanisme kerja LME tidak semudah yang diperkirakan. LME Company menjelaskan, perdagangan logam harus dilakukan oleh anggota bursa LME. Perdagangan dimulai pada pukul 11.40-17.00 waktu London. Harga dibentuk pada sesi perdagangan paling likuid sehingga mencerminkan permintaan dan penawaran. Lalu, harga resmi adalah pada saat kontrak terjadi yang ditentukan oleh harga pada penawaran terakhir sebelum penutupan perdagangan. 

    Rute perdagangan LME terus menerus dilakukan serupa setiap saat. Dengan kata lain, harga logam setiap harinya, bahkan setiap jam, menit, bahkan detik selalu berubah-ubah hingga disepakati harga final untuk menjadi harga resmi pada hari itu. LME bagaikan bursa saham yang setiap hari secara real time berganti harga, mereka tidak menggunakan harga serupa pada hari ini untuk 1-2 minggu atau bahkan bulan ke depan.

    Namun, jangan khawatir! LME memiliki regulasi yang tidak merugikan investor maupun pengusaha di dunia pertambangan. Dengan tergabung dalam LME, pengusaha logam akan mendapatkan perlindungan dari fluktuasi harga yang merugikan. Tidak akan ada kejadian harga terlalu tinggi atau rendah, karena LME telah mengunci margin dan menawarkan harga tetap jangka panjang kepada pelanggan. 

    Indonesia sebagai salah satu negara penghasil barang tambang, apakah turut juga menerapkan LME di dalam dunia perdagangan mineral dan logam?

    Senada dengan itu, pada 2019 Indonesia menggegerkan pasar nikel global. Saat itu, harga nikel berdasarkan LME jatuh pada angka US$15.565 per ton pasca pemerintah Indonesia mengizinkan beberapa produsen untuk mengekspor bijih nikel saat rumor tentang larangan bijih nikel Indonesia pertama kali beredar.

    Dapat dikatakan, Indonesia memiliki peran besar dalam naik turunnya harga di bursa pasar global LME. Jika begini, apakah seharusnya pola bursa LME diterapkan di Indonesia ketimbang menggunakan HPM alias Harga Patokan Mineral?





















    Photo Source: https://t3.ftcdn.net/jpg/02/63/78/24/240_F_263782430_D7bEbzXZZxrMrkK88XSfo47nwWeowC10.jpg 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.