Inilah Ikhtiar Mengoptimalkan Bonus Demografi untuk Indonesia Emas 2045

Kamis, 31 Desember 2020 07:29 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
img-content
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Dengan segenap rangkaian upaya dan kebijakan yang telah dirancang oleh pemerintah Indonesia, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat mengindahkan dan mendukung ‘perjalanan’ kebijakan ini. Sebab, kapal besar telah disiapkan oleh pemerintah, untuk menuju Indonesia yang lebih berjaya, dimulai dari visi Indonesia Emas 2045. 

Pada tahun 2030, Indonesia akan mendapatkan berkah berupa bonus demografi. Apakah itu? Bonus demografi merupakan situasi di mana proporsi populasi kelompok usia produktif lebih banyak daripada populasi kelompok nonproduktif. Usia produktif sendiri terkategori di usia 15 sampai 64 tahun, sedangkan usia nonproduktif adalah mereka yang berusia 14 tahun ke bawah dan di atas usia 65 tahun.

Berdasarkan data BKKBN, Indonesia diperkirakan memperoleh bonus demografi sebesar 70 persen dari total penduduk, atau sekitar 180 juta penduduk pada tahun 2020 hingga 2030. Jumlah penduduk usia non-produktif di Indonesia hanya berjumlah 60 juta jiwa.. 

Untuk memanfaatkan momen ini, Indonesia harus optimal dengan menciptakan suatu ekosistem yang kondusif, agar berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Dengan begitu, Indonesia dapat lepas dari cengkraman middle income trap atau jebakan negara berpenghasilan menengah, khususnya dalam mengkapitalisasi bonus demografi melalui transformasi ekonomi agar menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas, berdaya saing, serta berkelanjutan.

Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti akibat tajamnya persaingan dan kompetisi global, transformasi ekonomi adalah jalan keluar. Apresiasi tinggi patut diberikan bagi strategi kebijakan ekonomi pemerintah. Sebab, pertumbuhan ekonomi masih diupayakan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini terbukti pada kuartal II-2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,05% (year on year/yoy), imbasnya inflasi pun masih terjaga. Serta tingkat kemiskinan yang tetap pada level 1 (satu) digit, rasio gini, dan tingkat pengangguran juga semakin menurun. Artinya, ekonomi kita sehat dan berkualitas.

Namun, pada tahun 2020 semenjak pandemi Covid-19 menyerang dunia termasuk Indonesia, ekonomi Tanah Air harus merangsek ke jurang resesi setelah mengalami pertumbuhan minus pada dua kuartal berturut-turut. Hal tersebut lantaran pertumbuhan ekonomi minus 3,49 persen pada kuartal III-2020. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), akibat dari resesi ini meningkatnya jumlah angkatan kerja di Indonesia yang menganggur menjadi sebesar 9,77 juta orang. 

Untuk memulihkan ekonomi Indonesia pasca pandemi serta memperkuat roda perekonomian Tanah Air. penting bagi pemerintah untuk menerapkan transformasi ekonomi. Pasalnya, dengan transformasi tersebut, harapannya terjadi peningkatan kemakmuran masyarakat melalui iklim ekonomi yang kondusif.

Transformasi ekonomi yang terjadi diharapkan dapat menggeser struktur ekonomi yang semula berbasis komoditas, menjadi ekonomi berbasis investasi, produksi, dan pelayanan yang memiliki nilai tambah tinggi pada sektor industri apa pun. Hal ini dapat meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia dan kualitas hidup masyarakat.

Dalam implementasinya, diperlukan upaya pengoptimalan manfaat yang diperoleh dari pembangunan infrastruktur yang telah dan akan terus secara massif dilakukan pemerintah saat ini. Fungsinya agar memperkuat implementasi Kebijakan Pemerataan Ekonomi yang diarahkan untuk mengatasi ketimpangan melalui pilar kebijakan ekonomi yang berkeadilan. 

Di samping itu, efisiensi pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM menjadi tantangan bagi para pemangku kepentingan, utamanya dalam menciptakan regulasi yang mampu menyiapkan SDM berkualitas, serta memastikan pekerja mendapat pekerjaan yang layak melalui peningkatan keterampilan yang berkelanjutan.

Dengan segenap rangkaian upaya dan kebijakan yang telah dirancang oleh pemerintah Indonesia, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat mengindahkan dan mendukung ‘perjalanan’ kebijakan ini. Sebab, kapal besar telah disiapkan oleh pemerintah, untuk menuju Indonesia yang lebih berjaya, dimulai dari visi Indonesia Emas 2045. 

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler











Terpopuler di Peristiwa

img-content
img-content
img-content
img-content
Lihat semua