Indonesia Tinggal Menyisakan Tiga Wakil di Perempat Final Toyota Thailand Open 2021 - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

(Dok: medium.com)

Raiders Marpaung

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Juni 2020

Jumat, 22 Januari 2021 12:52 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Indonesia Tinggal Menyisakan Tiga Wakil di Perempat Final Toyota Thailand Open 2021

    Memasuki hari ketiga turnamen level super 1000 Toyota Thailand Open 2021 yang dimainkan kemarin (Kamis, 21/1/2021), hanya tiga dari 10 wakil Indonesia yang berhasil lolos ke babak perempat final. Tiga wakil Indonesia yang berhasil lolos ke babak perempat final tersebut adalah dari sektor ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

    Dibaca : 1.239 kali

    Memasuki hari ketiga turnamen level super 1000 Toyota Thailand Open 2021 yang dimainkan kemarin (Kamis, 21/1/2021), hanya tiga dari 10 wakil Indonesia yang berhasil lolos ke babak perempat final. Tiga wakil Indonesia yang berhasil lolos ke babak perempat final tersebut adalah dari sektor ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.

    Sektor ganda putra, pasangan veteran peringkat dua dunia yang mendapat julukan “The Daddies” Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhadapan dengan juniornya pasangan peringkat 65 dunia Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoce Yacob Rambitan. Ahsan/Hendra yang diunggulkan di posisi kedua, kembali mengulangi kemenangannya seperti di Yonex Thailand Open 2021 yang baru lalu. Ahsan/Hendra lolos ke babak perempat final melalui kemenangan dua game langsung dalam waktu hanya setengah jam dengan skor 21-18, 21-18.

    Sektor ganda campuran, pasangan senior peringkat delapan dunia Hafiz Faizal/Gloria Emanulle Widjaja berhadapan dengan pasangan Kanada peringkat 30 dunia Joshua Hurlburt Yu/Josephine Wu. Hafiz/Gloria yang diunggulkan di posisi keenam berhasil lolos ke babak perempat final melalui kemenangan dua game langsung dalam waktu hanya setengah jam dengan skor 21-17, 21-8. Dengan kemenangan ini, secara head to head pasangan Hafiz/Gloria unggul 3-0 atas lawannya.

    Sektor ganda putri, pasangan senior yang saat ini ada di peringkat 8 dunia Greysia/Apriyani berhadapan dengan pasangan Kanada peringkat 65 dunia Catherine Choi/Josephine Wu. Greysia/Apriyani yang diunggulkan di posisi kelima berhasil lolos ke babak perempat final melalui kemenangan dua game langsung dalam waktu hanya 25 menit dengan skor 21-11, 21-10.

    Sementara itu wakil Indonesia yang gagal ke babak perempat final adalah dari sektor ganda putra (tiga wakil), tunggal putri, tunggal putra (dua wakil), dan ganda campuran.

    Sektor ganda putra, pasangan muda berbakat yang saat ini ada di peringkat 70 dunia Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang dijuluki “The Babies” berhadapan dengan pasangan peringkat 9 dunia dari Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Pasangan muda kita gagal mengulang keberhasilannya dalam turnamen Yonex Thailand Open beberapa waktu yang lalu. Pasangan Leo/Daniel gagal ke perempat final setelah kalah rubber game dari lawannya yang diunggulkan di posisi kedelapan tersebut dengan skor 12-21, 21-6, 12-21 dalam waktu 38 menit.

    Pasangan muda lainnya Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana yang saat ini ada di peringkat 48 dunia berhadapan dengan pasangan peringkat 23 dunia dari Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel. Pasangan Fikri/Bagas gagal ke perempat final setelah kalah dua game langsung dari lawannya dengan skor 16-21, 15-21 dalam waktu 36 menit.

    Sektor ganda campuran, pasangan muda peringkat 33 dunia Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandoso berhadapan dengan unggulan kelima, pasangan Malaysia peringkat 7 dunia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Pasangan muda kita kembali mengalami kekalahan seperti yang dialami dalam turnamen Yonex Thailand Open, dikalahkan oleh lawan yang sama dua game langsung dengan skor 18-21, 15-21 dalam waktu 35 menit. Hasil ini menggagalkan pasangan kita maju ke babak perempat final sekaligus semakin memperbesar keunggulan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying secara head to head menjadi 3-0.

    Sektor tunggal putra, pemain berusia 24 tahun peringkat 6 dunia Anthony Sinisuka Ginting berhadapan dengan peringkat 20 dunia dari Hongkong Lee Cheuk Yiu. Ginting yang diunggulkan di posisi kelima, diluar dugaan harus mengakui keunggulan lawannya setelah bertarung rubber game dengan skor 19-21, 21-13, 12-21 dalam waktu satu jam lebih. Ginting gagal lolos ke perempat final sekaligus secara head to head tertinggal 1-2 dari lawannya.

    Pemain berusia 26 tahun peringkat 18 dunia Shesar Hiren Rhustavito berhadapan dengan peringkat 42 dunia dari Denmark Hans Kristian Solberg Vittinghus. Shesar yang sempat memenangkan game pertama, gagal ke perempat final setelah kalah rubber game dari lawannya dengan skor 21-11, 15-21, 17-21 dalam waktu 58 menit. Kekalahan ini memperburuk rekor bertandingnya secara head to head menjadi 0-2 untuk keunggulan Hans Kristian.

    Sektor tunggal putri, pemain berusia 21 tahun peringkat 21 dunia Gregoria Mariska Tunjung berhadapan dengan peringkat 1 dunia dari Taiwan Tai Tzu Ying. Grego gagal lolos ke perempat final sekaligus secara head to head semakin tertinggal 0-7 dari lawannya. Grego yang sempat memberikan perlawanan ketat di game pertama, kalah dua game langsung dari lawannya dengan skor 20-22, 16-21 dalam waktu 33 menit.

               



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Supartono JW

    Sabtu, 6 Februari 2021 21:14 WIB

    Sepak Bola Akar Rumput Tak Bertuan, Orang Tua Cerdas dan Bijak Memilih Kompetisi

    Dibaca : 1.047 kali

    Bila anak Bapak dan Ibu, passionnya bukan sepak bola, terdeteksi tak memiliki Teknik, Intelegensi, Personaliti, dan Speed (TIPS) sebagai pesepak bola, jangan paksakan anak menggeluti sepak bola. Jadikan sepak bola olah raga hobi, dan biarkan anak berkembang sesuai.passion untuk kehidupannya kelak. Jangan anak di antar untuk bermimpi menjadi pemain timnas, bila di SSBnya saja tak masuk standar TIPS pemain. Jadilah orang tua yang bijak. Bila Bapak dan Ibu, menyadari bahwa anaknya ternyata passionnya di sepak bola dan memiliki TIPS yang memenuhi standar, jangan ambisi, jangan egois, jangan menyakiti SSB yang telah membina anaknya terlebih dahulu, dan penjadi petualang, masuk di berbagai tim yang mengimingi gratisan pun jumawa karena merasa anaknya hebat. Ini justru menjatuhkan kecerdasan dan personaliti anak, attitude anak. Hingga malah akan dikucilkan oleh berbagai pihak. Ingat, timnas itu hanya butuh 11 pemain, line-up 18 pemain atau didaftarkan  23 pemain atau 30 pemain dalam sebuah event. Kembali ke masalah ada operator kompetisi baru dari pihak swasta yang dihelat baik oleh pemain baru maupun dari Klub Liga 1, kepada para orang tua, lihatlah latar belakangnya, visi-misi dan tujuannya, lihat anggarannya. Kepada publik sepak bola nasional, hingga artikel ini saya tulis, inilah fakta sepak bola di Indonesia yang terus dibiarkan kusut. Menyedihkan.