Final Toyota Thailand Open 2021 Tanpa Pemain Indonesia - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. badmintonindonesia.org

Raiders Marpaung

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Juni 2020

Minggu, 24 Januari 2021 06:20 WIB

  • Olah Raga
  • Berita Utama
  • Final Toyota Thailand Open 2021 Tanpa Pemain Indonesia

    Memasuki babak final turnamen level super 1000 berhadiah satu juta dolar Toyota Thailand Open 2021 yang akan dimainkan besok (Minggu, 24/1/2021), tidak ada satupun wakil Indonesia yang berpartisipasi. Kondisi ini disebabkan dua wakil Indonesia yang berhasil lolos ke babak semi final dari sektor ganda putra, dan ganda putri mengalami kekalahan sehingga gagal melaju ke Final.

    Dibaca : 1.323 kali

    Tim Bulutangkis Indonesia

    Memasuki babak final turnamen level super 1000 berhadiah 1 juta dolar Toyota Thailand Open 2021 yang akan dimainkan Minggu, 24/1/2021, tidak ada satupun wakil Indonesia yang berpartisipasi. Kondisi ini disebabkan dua wakil Indonesia yang berhasil lolos ke babak semi final dari sektor ganda putra, dan ganda putri mengalami kekalahan sehingga gagal melaju ke Final.

    Tanda-tanda kegagalan Indonesia sebenarnya sudah terlihat sejak babak kedua yang dimainkan Kamis, 21/1/2021, dimana tujuh dari 10 wakil Indonesia yang bertanding, rontok di babak tersebut. Sehingga hanya meloloskan tiga wakilnya ke babak perempat final.

    Memasuki babak perempat final yang dimainkan Jumat, 22/1/2021, dari tiga wakil Indonesia yang berjuang untuk memperebutkan tiket ke semi final, hanya dua wakilnya yang lolos ke babak semi final. Wakil yang lolos itu adalah dari sektor ganda putra dan ganda putri. Sementara untuk sektor ganda campuran mengalami kegagalan.

    Satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia yang masih bertahan, Hafiz Faizal/Gloria Emanulle Widjaja yang diunggulkan di posisi keenam akhirnya gagal lolos ke babak semi final setelah mengalami kekalahan dari pasangan Malaysia Hoo Pang Ron/ Cheah Yee See melalui pertarungan rubber game dalam waktu 1 jam 8 menit dengan skor 21-12, 19-21, 19-21.

    Sementara itu yang lolos ke semi final adalah pasangan Greysia/Apriyani, menang dua set langsung atas lawannya di perempat final. Greysia/Apriyani yang diunggulkan di posisi kelima, berhasil mengalahkan pasangan Denmark Alexandra Boje/Mette Poulsen dengan skor 21-9, 21-17 setelah bertarung selama 40 menit.

    Berikutnya di sektor ganda putra, pasangan unggulan kedua Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menang dua set langsung atas pasangan Inggris Ben Lane/Sean Vendy dengan skor 21-14, 21-13 dalam waktu hanya 29 menit. Kemenangannya itu menghantarkannya ke babak semi final.

    Memasuki babak semi final yang dimainkan hari Sabtu, 23/1/2021, dua wakil Indonesia kembali berjuang untuk memperebutkan tiket ke final. Pasangan ganda putri Indonesia yang diharapkan untuk meraih gelar, Greysia/Apriyani yang diunggulkan di posisi kelima akhirnya gagal lolos ke babak final setelah mengalami kekalahan dari unggulan ketiga pasangan Lee So Hee/Shin Seung Chan dari Korea Selatan. Greysia/Apriyani gagal mengulang hasil pertandingan semi final Yonex Thailand Open minggu yang lalu. Greysia/Apriyani harus mengakui keunggulan lawannya melalui pertarungan dua game langsung dengan skor 16-21, 18-21 dalam waktu 58 menit. Harapan Indonesia untuk meraih tiket ke babak final tinggal bergantung pada sektor ganda putra.

    Pasangan ganda putra Indonesia yang menjadi harapan terakhir untuk meraih gelar, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang diunggulkan di posisi kedua akhirnya juga terhenti di babak semi final setelah mengalami kekalahan dari unggulan keenam pasangan Lee Yang/Wang Chi Lin dari Taiwan. Ahsan/Hendra yang sempat tampil luar biasa untuk memenangkan set pertama, harus mengakui keunggulan lawannya melalui pertarungan rubber game dengan skor 21-14, 20-22, 12-21 dalam waktu 50 menit.

    Pupus sudah harapan Indonesia untuk mengoleksi gelar juara seperti yang sudah didapatkan di Yonex Thailand Open 2021 melalui pasangan ganda putri Greysia/Apriyani. Selanjutnya semua pemain Indonesia yang lolos keputaran final HSBC BWF World Tour, harus memanfaatkan waktu istirahat yang lebih panjang untuk meraih prestasi optimal yang lebih baik.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Supartono JW

    Sabtu, 6 Februari 2021 21:14 WIB

    Sepak Bola Akar Rumput Tak Bertuan, Orang Tua Cerdas dan Bijak Memilih Kompetisi

    Dibaca : 1.047 kali

    Bila anak Bapak dan Ibu, passionnya bukan sepak bola, terdeteksi tak memiliki Teknik, Intelegensi, Personaliti, dan Speed (TIPS) sebagai pesepak bola, jangan paksakan anak menggeluti sepak bola. Jadikan sepak bola olah raga hobi, dan biarkan anak berkembang sesuai.passion untuk kehidupannya kelak. Jangan anak di antar untuk bermimpi menjadi pemain timnas, bila di SSBnya saja tak masuk standar TIPS pemain. Jadilah orang tua yang bijak. Bila Bapak dan Ibu, menyadari bahwa anaknya ternyata passionnya di sepak bola dan memiliki TIPS yang memenuhi standar, jangan ambisi, jangan egois, jangan menyakiti SSB yang telah membina anaknya terlebih dahulu, dan penjadi petualang, masuk di berbagai tim yang mengimingi gratisan pun jumawa karena merasa anaknya hebat. Ini justru menjatuhkan kecerdasan dan personaliti anak, attitude anak. Hingga malah akan dikucilkan oleh berbagai pihak. Ingat, timnas itu hanya butuh 11 pemain, line-up 18 pemain atau didaftarkan  23 pemain atau 30 pemain dalam sebuah event. Kembali ke masalah ada operator kompetisi baru dari pihak swasta yang dihelat baik oleh pemain baru maupun dari Klub Liga 1, kepada para orang tua, lihatlah latar belakangnya, visi-misi dan tujuannya, lihat anggarannya. Kepada publik sepak bola nasional, hingga artikel ini saya tulis, inilah fakta sepak bola di Indonesia yang terus dibiarkan kusut. Menyedihkan.