Mencoba Rasa Pedas Seblak Bloom dan Seblak Asgar di Yogyakarta - Analisa - www.indonesiana.id
x

Kartika Putri Pinilih

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 6 Juni 2021

4 hari lalu

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Mencoba Rasa Pedas Seblak Bloom dan Seblak Asgar di Yogyakarta

    Di Yogyakarta apabila anda ingin mencicipi seblak, ada dua kedai yang menjadi rujukan, Seblak Bloom dan Seblak Asgar. Memang banyak kedai seblak lainnya, tetapi belum bisa mengalahkan ketenaran dari kedua kedai tersebut. Belum bisa disebut pecinta seblak apabila belum pernah makan di salah satu kedai seblak tersebut.

    Dibaca : 186 kali

    Seblak, makanan yang tengah viral ini kini mudah ditemukan di semua daerah. Awalnya kerupuk rebus yang direndam dalam kuah yang memiliki rasa pedas ini merupakan makanan khas dari daerah Jawa Barat. Akan tetapi sekarang makanan ini menyebar dimana-mana dengan rasa yang dimodifikasi sesuai selera masyarakat setempat.

    Jika di Yogyakarta, apabila anda menginginkan makanan seblak ada dua kedai yang menjadi rujukan, yaitu Seblak Bloom dan Seblak Asgar. Walaupun terdapat banyak kedai lainnya yang menjual makanan seblak, akan tetapi belum bisa mengalahkan ketenaran dari kedua kedai tersebut. Belum bisa disebut pecinta seblak apabila belum pernah makan di salah satu kedai seblak tersebut.

    Seblak Bloom

    Kedai Seblak Bloom banyak terdapat di sudut-sudut Yogyakarta. Oleh karena itu nama seblak dengan tagline “sundaneese seblak” tidak asing di kalangan penikmat seblak. Harganya yang cukup bersahabat juga membuat kedai seblak ini selalu dikunjungi oleh pembeli. Terdapat lebih dari 20 kedai seblak bloom di Yogyakarta dan biasanya letaknya berdekatan dengan kampus. Tentunya karena penikmat seblak biasanya berasal dari kalangan muda seperti mahasiswa maupun pelajar.

    Kedai Seblak Bloom umumnya tidak terlalu besar dengan sistem dapur yang menyatu dengan tempat makan konsumen. Dengan bercampurnya dapur, tidak jarang bau tumisan bumbu seblak yang sedang dimasak menyeruak sampai ke meja pengunjung sehingga meninggalkan bau menyengat cabai yang ditumis. Panasnya kompor juga membuat ruangan pada kedai menjadi kurang sedap, terlebih pendingin ruang hanya menggunakan kipas angin.

    Seblak ini dijual dengan sistem paket sehingga pembeli tinggal menuliskan nomor menu seblak yang akan dipesan dan juga level kepedasan. Ada 19 nama menu dengan tingkat kepedasan 1-5 yang ditawarkan dengan harga dan isian yang beragam. Harga seporsi Seblak Bloom dibanderol mulai Rp10.000 sampai paling mahal hanya Rp17.000 saja. Pada awalan menu, selalu tertulis isian telur, hal itu dikarenakan dalam kuah seblak ini menggunakan telur orak-arik. 

    Menu Seblak Bloom

    Seblak ini sangat cocok bagi penikmat yang tidak terlalu suka rasa pedas. Penggunaan cabai pada Seblak Bloom masih dalam  batas pedas kewajaran. Akan tetapi jika tidak suka dengan rasa pedas, jangan coba-coba untuk memesan dengan level 3-5. Biasanya aku memesan dengan tingkat kepedasan 3, karena menurutku level ini pas dengan seleraku. Pedas tetapi tidak terlalu menyengat di lidah. Rasa yang khas dari seblak bloom berasal dari kencur.

    Saat dihidangkan, aroma kencur akan sangat tercium dan inilah yang merupakan kunci nikmat dari seblak bloom itu sendiri. Seblak ini juga diracik satu persatu dengan menumis bumbu yang telah dihaluskan terlebih dahulu pada proses memasak. Oleh karenanya, jika makanan akan habis dan hanya meninggalkan kuah saja, pada sisa kuah terkadang akan terlihat bumbu-bumbu yang diproses kurang halus seperti bawang bahkan kencur.

    Seblak Bloom

     

    Pada foto di atas, aku memesan salah satu menu dengan nomor 12, cireng baong yang terdiri dari telur, jamur, kerupuk, cireng, siomay mini. Seblak Bloom selalu dihidangkan dalam keadaan panas karena dihidangkan langsung begitu selesai dimasak. Inilah yang membuat sensasi lidah terasa terbakar akibat perpaduan suhu kuah yang panas dan juga rasa pedas dari bumbu seblak.  Kerupuk yang dipakai yaitu kerupuk bawang yang direbus setengah matang sehingga saat dikunyah, kerupuk ini masih meninggalkan tekstur kenyal dan tidak hancur saat dihidangkan.

    Sedangkan untuk jamur di dalam menu Seblak Bloom hanya terdiri dari satu varian saja yaitu jamur tiram. Jamur ini dipotong kecil-kecil memanjang dan juga direbus dengan kematangan yang pas. Sehingga sudah tidak meninggalkan bau menyengat khas jamur dan juga tidak menghasilkan tekstur jamur yang lembek.

    Yang tidak kalah enaknya yaitu isian cirengnya. Bentuk dari isian cireng sendiri tidak  bulat seperti yang dijual dengan siomay, akan tetapi berbentuk persegi panjang menyerupai kerupuk kulit rebus dalam sambal goreng atau orang jawa biasa menyebut krecek. Akan tetapi karena cireng dibuat menggunakan tepung aci, cireng terasa lebih kenyal hampir ke keras. Eh tunggu dulu, walau begitu karena sudah direbus dengan tingkat kematangan yang pas, cireng didalam Seblak Bloom menjadi tidak keras sama sekali dan mudah untuk digigit. Komplemen yang enak untuk dimakan terakhir yaitu siomay. Walaupun memiliki perbandingan komposisi ayam yang lebih sedikit dibandingkan dengan tepungnya, siomay Seblak Bloom memiliki tekstur yang lembut dan tidak meninggalkan rasa tepung seperti olahan yang belum masak.

    Dalam memilih menu di Seblak Bloom, aku biasanya menghindari menu dengan isian mie. Perebusan mie yang kurang matang menyebabkan tekstur dari mie menjadi sedikit keras. Mungkin saja, untuk penikmat mie dengan tekstur kenyal akan menyukainya.

     

    Seblak Asgar

    Nama Asgar merupakan singkatan dari asli Garut. Walau begitu, Seblak Asgar membuka kedai pertama mereka di Yogyakarta dan tidak membuka kedai di Garut, Jawa Barat. Saat ini terdapat tujuh kedai Seblak Asgar yang tersebar di Yogyakarta. Ada yang terdapat di mall seperti di Hartono Mall, Jogja City Mall, dan Ambarukmo Plaza. Dan juga terdapat kedai di luar mall seperti di Jalan Lowanu, Seturan, Jalan Affandi, dan Jalan Kaliurang.

    Kedai Seblak Asgar memiliki dapur dan juga tempat makan yang terpisah. Dengan begini, asap dapur dan aroma masakan tidak menyeruak ke meja pengunjung. Selain itu kelebihan lainnya yaitu ruangan makan pengunjung tidak berbau asap dari kompor dan udara tidak sesak. Hal tersebut didukung dengan adanya pendingin ruang berupa AC. Sehingga ruangan menjadi sejuk dan nyaman.

    Menu Seblak Asgar

     

    Menu Paket Seblak Asgar

     

    Seblak Asgar menawarkan menu yang lebih beragam dari Seblak Bloom. Pengunjung dapat memilih sendiri isian seblak maupun sudah ada yang dipaketkan. Akan tetapi biasanya aku memesan dengan isian yang kupilih sendiri. Level kepedasan terdiri dari level 0-5. Jika tidak tahan dengan rasa pedas, jangan coba-coba untuk memesan diatas level 1, karena rasa pedas dari level 1 setara dengan 4 sendok makan cabai bubuk. Sesuai dengan taglinenya “Pedas, Segar, Ngajeletot”, rasa pedas dari Seblak Asgar memang benar-benar cocok bagi pecinta pedas. Dengan cita rasa kuah yang pedas menggelegar ditambah aroma pedas dari cabai bubuk akan meningkatkan adrenalin untuk segera menyeruput sesendok Seblak Asgar.

     

    Seblak Asgar

    Menu favorit yang sering aku pesan yaitu ati (hati ayam) ampela dan juga ceker ayam. ati ampela direbus dengan kematangan yang pas sehingga masih meninggalkan tekstur ampela dan hati atau ati masih memiliki bentuk, dengan kata lain tidak hancur menjadi bagian-bagian kecil. Untuk isian ayam seperti balungan, sayap, dan ceker, dimasak dengan direbus dahulu sampai empuk. Tetapi sayangnya isian kerupuk terlalu lama direbus dan menghasilkan kerupuk yang lembek dan mudah terpotong, jadi aku jarang memesan varian ini.

    Sebagai pengganti kerupuk, aku menggantinya dengan mie atau udon. Tekstur dari mie dan udon cukup lunak dan pas untuk dimakan. Menu rekomendasi dari aku juga ada jamur. Jamur yang dipakai disini menggunakan tiga macam jamur yaitu jamur tiram, jamur kancing, dan jamur enoki. Akan tetapi jamur enoki tidak selalu tersedia karena kelangkaan jamur ini di pasaran. Jamur-jamur juga direbus sampai tidak meninggalkan bau khas jamur namun tidak sampai terlalu kematangan. Itulah beberapa rekomendasi Seblak Asgar yang dapat kalian coba sendiri.

    Nah untuk menu diatas aku juga membeli isian berupa dumpling cheese. Menu ini menggunakan keju cheddar pada bagian tengahnya sehingga walaupun sudah dimasak dalam kuah panas keju tidak akan meleleh seperti keju mozarella.

     

    Perbedaan Seblak Bloom dan Seblak Asgar

    Kedua seblak ini memiliki perbedaan pada kuah yang dihidangkan. Walaupun sama-sama memiliki rasa pedas, akan tetapi cabai yang digunakan berbeda. Seblak Bloom menggunakan campuran cabai segar dan juga cabai bubuk untuk menyesuaikan tingkat kepedasan sedangkan Seblak Asgar menggunakan 100% cabai bubuk sehingga terkadang untuk level kepedasan atas meninggalkan kesan rasa pedas dan sedikit pahit. Menurutku level 4 Seblak Bloom setara dengan level 1 Seblak Asgar. Cabai yang dipakai di dalam level 1 Seblak Asgar setara dengan 4 sendok makan cabai bubuk.

    Perbedaan menonjol lainnya yaitu penggunaan telur yang diorak arik. Seblak Asgar tidak menggunakan telur sehingga menghasilkan kuah yang tidak kental dan cenderung merah bening. Tidak seperti Seblak Bloom yang menggunakan campuran telur pada kuahnya.

    Cara memasak seblak pun juga berbeda. Seblak Bloom dimasak langsung dengan menumis bumbu segar, lalu proses selanjutnya yaitu menggoreng telur sambil sedikit di orak-arik dan memasukkan air sebagai kuahnya. Setelah itu baru bahan-bahan lainnya dimasukkan. Sedangkan kuah Seblak Asgar sudah dimasak terlebih dahulu dengan tingkat kepedasannya sebelum kedai dibuka. Proses memasak hanya memanaskan kuah lalu dicampurkan dengan menu-menu isian yang biasanya juga sudah dimasak setengah matang terlebih dahulu. Perbedaan inilah yang menyebabkan kuah Seblak Asgar lebih bening dan tidak meninggalkan sisa bumbu yang belum dihaluskan secara sempurna. Berbeda dengan Seblak Bloom yang memiliki kuah sedikit keruh karena tumisan bumbu dan biasanya pada kuah meninggalkan sisa bumbu yang belum dihaluskan secara sempurna seperti bawang ataupun kencur.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.