Nicke Widyawati Fokuskan Pertamina untuk Tingkatkan Pasokan EBT - Analisa - www.indonesiana.id
x

Puji Handoko

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 13 November 2020

2 hari lalu

  • Analisa
  • Berita Utama
  • Nicke Widyawati Fokuskan Pertamina untuk Tingkatkan Pasokan EBT

    Indonesia telah siap untuk ikut menanggulangi perubahan iklim dan pemanasan global bersama masyarakat internasional. Pertamina sebagai garda terdepan perubahan itu telah menggeser cara pandangnya demi masa depan planet ini. Dan jika langkah perubahan itu telah sama-sama dilakukan oleh masyarakat dunia, harapan untuk kehidupan yang lebih baik akan semakin nyata. Berkebalikan dengan dystopia, yakni pandangan buruk tentang masa depan dalam film dan karya sastra.

    Dibaca : 266 kali

    foto dok. Pertamina

    Dalam pergeseran tren global mengenai penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati telah mengerahkan seluruh jajarannya untuk memfokuskan rancangan kebijakan perusahaan pada energi baru terbarukan. Nicke, dalam beberapa pernyataannya memahami tren global ini dan siap menyongsong perubahan itu. Pertamina telah melakukan langkah-langkah persiapan dalam proses peralihan energi masa depan.

    Misalnya dalam hal Green Diesel (D-100), bahan bakar yang berasal dari minyak sawit itu telah berhasil diproduksi di dalam negeri. Sekarang fokus utamanya adalah meningkatkan pasokan. Hal itu diharapkan bisa menjamin keberlanjutan program biodiesel dan konsisten mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM).

    Nicke menyatakan, Pertamina akan mengoptimalkan beberapa kilang perseroan yang ada saat ini untuk merealisasikan target tersebut. Namun menurutnya, diperlukan investasi tambahan agar bisa mencapai target itu. Beberapa kilang yang akan dimodifikasi beberapa unitnya untuk mengolah green diesel ini antara lain Kilang Plaju (Sumatera Selatan), Kilang Cilacap (Jawa Tengah), Kilang Dumai (Riau), dan juga Kilang Balikpapan (Kalimantan Timur).

    Selain memiliki terminal pencampuran biodiesel, yakni untuk mencampur diesel berbasis minyak fosil dan bahan bakar nabati berupa Fatty Acid Methyl Esters (FAME), Pertamina juga akan memproduksi green diesel langsung dari kilang BBM perseroan.

    "Kami dengan Subholding Refinary (PT Kilang Pertamina Internasional) juga bekerja sama. Kami akan mendorong produk ini, kontinuitas produksi bisa dari kilang, bukan dari terminal saat ini," Kata Mars Ega Legowo Putra, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga, Commercial & Trading Subholding Pertamina Senin 07 Juni 2021.

    Sesuai instruksi Dirut Nicke Widyawati, saat ini Pertamina telah mengoptimalkan tiga kilang minyak untuk memproduksi green diesel, antara lain Kilang Dumai, Riau, Kilang Plaju, Sumatera Selatan, dan Kilang Cilacap, Jawa Tengah.

    Kilang Cilacap untuk tahap awal memproduksi sekitar 3.000 barel per hari (bph) green diesel, namun untuk fase kedua nantinya bisa naik menjadi 6.000 bph. Lalu, Kilang Plaju memproduksi 20 ribu bph. Sementara Kilang Dumai kini telah memproduksi sekitar 1.000 bph green diesel (D100).

    Sementara untuk pengembangan terminal biodiesel, Pertamina berinvestasi sekitar Rp200 miliar untuk pengembangan inventori FAME. Saat ini perseroan memiliki 114 terminal pencampuran biodiesel, tercatat di Indonesia Timur terdapat 30 titik pencampuran biodiesel.

    Penjualan harian biodiesel perseroan kini rata-rata mencapai 44 ribu kilo liter (kl) per hari, sudah mendekati kondisi penjualan normal sebelum pandemi Covid-19.

    "Tren bulan Juni sudah mendekati pra Covid-19, minus 2% atau sudah mencapai 98% dari pra Covid. Kalau ini bisa dijaga, saya yakin sampai dengan 2021, apa yang ditargetkan pemerintah, bisa tercapai," tuturnya.

    Di bawah komando Nicke Widyawati, Pertamina telah menetapkan jalur masa depan pada energi yang lebih ramah lingkungan. Tren global memang tak bisa dihindari. Oleh sebab itu, inovasi yang bisa dilakukan adalah mengikuti arus pergerakannya.

    Komitmen Pertamina ini juga merupakan kabar gembira, bahwa telah jelas peta keenergian Indonesia ke depan adalah mengutamakan penggunaan EBT. Dan itu jelas menegaskan komitmen Pertamina untuk esok yang lebih baik.

    Dengan kata lain, Indonesia telah siap untuk ikut menanggulangi perubahan iklim dan pemanasan global bersama masyarakat internasional. Pertamina sebagai garda terdepan perubahan itu telah menggeser cara pandangnya demi masa depan planet ini. Dan jika langkah perubahan itu telah sama-sama dilakukan oleh masyarakat dunia, harapan untuk kehidupan yang lebih baik akan semakin nyata. Berkebalikan dengan dystopia, yakni pandangan buruk tentang masa depan dalam film dan karya sastra.

     



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.