x

Ilustrasi sosok pejabat. Sumber foto: antaranews.com

Iklan

Sutri Sania

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 20 Januari 2021

Selasa, 2 November 2021 06:50 WIB

Parah, Ternyata Ada Sosok Pejabat di Balik Permainan Bisnis PCR?

Permainan bisnis PCR kini ramai diperbicangkan. Pasalnya meski harga tes sudah turun menjadi Rp300 ribu, publik mendengar kabar yang diungkap Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kesehatan dan Keadilan bahwa setidaknya ada Rp23 triliun perputaran uang di bisnis PCR. Dan ada dua anak perusahaan milik pejabat RI tersebut dikatakan terafiliasi dengan perusahaan laboratorium tes PCR, yaitu PT GSI.

Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

Belakangan ini, sosok menteri tersohor di kabinet pemerintahan Jokowi kembali menjadi buah bibir. Pasalnya setelah sosok ini diduga ikut andil bermain di bisnis pertambangan Blok Wabu, kali ini ia juga dikabarkan berada di pusaran bisnis PCR.

Ya, polymerase chain reaction (PCR) adalah sesuatu yang tak asing bagi kita selama masa pandemi ini. Dulunya, tes PCR hanya wajib dilakukan jika hendak bepergian dengan moda transportasi pesawat atau kereta.

Tetapi muncul kebijakan yang cukup menuai komentar masyarakat perihal kebijakan yang sempat dicanangkan pemerintah melalui Kemenhub dan juga sosok ini yang sekarang masih menjabat sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali. Swab test RT-PCR akan diberlakukan ke semua moda transportasi dengan jarak jauh 250 km. Hal ini, sih, dikatakan demi menekan lonjakan Covid-19 di libur Nataru. Walau di hari Senin (1/11), Pemerintah kemudian meralat bahwa transportasi udara tidak termasuk di kebijakan ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lalu apa hubungannya dengan sosok pejabat tersohor ini? Dugaan pun beredar, perusahaan yang memfasilitasi laboratorium untuk menguji hasil tes PCR yaitu PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI), diketahui terafiliasi dengan dua perusahaan miliknya yaitu PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi. Tidak tanggung-tanggung, kedua anak usaha pejabat tersebut mengantongi 242 lembar saham senilai Rp242 juta di GSI.

Meski sekarang harga tes PCR sudah turun menjadi Rp300 ribu karena diperintah oleh Presiden Jokowi, tetapi jika kita kalkulasikan secara awam dengan asumsi bahwa perusahaan pejabat memiliki saham mentok 10% saja, maka ia bisa meraup untung Rp30 triliun per 1 juta orang yang swab test RT-PCR!

Angka Rp30 triliun ternyata tidak jauh beda dengan yang diungkap oleh Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kesehatan dan Keadilan yang terdiri dari ICW (Indonesia Corruption Watch) YLBHI, LaporCovid-19, dan Lokataru. Koalisi tersebut mengungkapkan fakta bahwa setidaknya ada Rp23 triliun uang berputar pada bisnis PCR.

Amanda Tan mewakili LaporCovid-19 di koalisi tersebut, menyatakan perputaran uang yang sudah triliunan ini tentu saja semakin tajam kala adanya kebijakan penggunaan PCR di seluruh moda transportasi, "Total potensi keuntungan yang didapatkan adalah sekitar Rp10 triliun lebih," ujar Amanda Tan dalam keterangannya pada Minggu (31/10).

Sekarang, terbayang, kan, pundi-pundi yang bisa diraup oleh pejabat ini ketika harga swab test RT-PCR masih di angka Rp2 juta-an? Padahal swab test RT-PCR terbukti bisa-bisa saja beroperasi dengan harga Rp300 ribuan. Lalu mengapa dahulu harus dibanderol hingga jutaan?

Apakah kesusahan-kesusahan masyarakat di masa Pandemi yang dibungkus dengan kebijakan pemerintah ini dilakukannya demi membuat dirinya cukup modal untuk kampanye menjadi capres-cawapres di 2024 yang masih 3 tahun lamanya? Ah, mudah-mudahan saja saya yang salah menduga.

 

Ikuti tulisan menarik Sutri Sania lainnya di sini.


Suka dengan apa yang Anda baca?

Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.












Iklan

Terpopuler

Terpopuler