A Week of Exploring, Implementasi Konsep Merdeka Belajar Pada Jenjang Sekolah Dasar Melalui Bentuk Aplikatif Pengembangan Potensi Siswa

Minggu, 5 Desember 2021 08:45 WIB
Bagikan Artikel Ini
img-content0
img-content
Iklan
Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

A Week of Exploring, terobosan baru dan bentuk aplikatif dari konsep merdeka belajar bercermin dari filosofi Ki Hajar Dewantara

A Week Of Exploring, Implementasi Konsep Merdeka Belajar Pada Jenjang Sekolah Dasar Melalui Bentuk Aplikatif Pengembangan Potensi Diri

 “ Dan yang terpenting itu integritas, kalau tidak semuanya sama aja bohong. Itu nomor satu dari kepemimpinan. Kalo ngga punya integritas tinggi ada berbagai macam tarikan ke arah-arah yang ngga benar. Makannya dalam sistem pendidikan kita pengenalan moralitas, spiritualitas, integritas, dan kode etik kadang ngga dijelasin. Itu yang harus kita teken.” Kalimat tersebut dikutip dari siaran langsung Bapak Nadiem Makarim bersama influencer pendidikan Jerome Polin melalui insatgram pada (29/03/2021). Bapak Nadiem mengakui bahwa selama ini sistem pendidikan di Indoensia kurang menekankan pada moralitas, integritas, spiritualitas dan kode etik. Hal ini tentu belum terlefsikan dengan baik dari apa yang sudah tertuang, yaitu pada UU No. 20 Tahun 2003 tentang sisitem pendidikan di Indonesia.

Sebagai seorang pendidik terutama pada jenjang sekolah dasar, implementasi dari nilai-nilai moralitas, integritas, spiritualitas, dan kode etik harus mulai ditanamkan dan diajarkan sejak berada di bangku sekolah dasar, mengingat jenjang sekolah dasar merupakan tempat pijakan awal bagi siswa-siswi dalam menempuh pendidikan dan sebagai tempat pembentukan karakter untuk kedepannya. Hal ini sebanding pula dengan filosofi dari Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang pada dasarnya memiliki hubungan yang erat dengan pendidikan karakter. Pemikiran-pemikiran Ki Hajar Dewantara ini mengarah pada pentingnya peran sebuah lingkungan, dimana karakter anak itu akan dibentuk mulai dari pembentukan jiwa kepemimpinan, rasa toleransi, serta tumbuhnya rasa cinta terhadap budaya bangsa yang dapat terebentuk melalui peran lingkungan sekolah dasar serta peran stakeholder dalam dunia pendidikan yang meliputi pendidik, orang tua, dan masyarakat lokal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Filosofi dari Ki Hajar Dewantara tersebut tentunya mengalami modifikasi dan pembaruan terus seiring dengan perkembangan zaman, teknologi informasi dan komunikasi. Filosofi tersebut mulai menguat kembali pada masa pemerintahan Joko Widodo dibawah naungan menteri pendidikan dan kebudayaan, Nadiem Makarim. Perkembangan dari filosofi tersebut berupa konsep merdeka belajar yang digagas langsung oleh Nadiem Makarim yang bertujan agar peserta didik atau pelajar merasa bahagia dalam menempuhh pendidikan karena diberikannya kebebasan untuk berinovasi dan bertindak dalam proses belajar yang tetap berlandaskan pada nilai moralitas, integritas, spiritualitas, dan kode etik selama proses pembelajaran berlangsung.

 Dengan adanya program merdeka belajar sekaligus implementasi dari filosofi Ki Hajar Dewantara tersebut, seorang pengajar dituntut untuk dapat lebih bereksplorasi dengan masing-masing karakter peseta didiknya, tidak monoton dan cenderung lebih ekpresif dalam memberikan pembelajaran. Hal tersebut tentunya harus diterapkan dengan koordinasi yang baik dari seluruh warga sekolah. Pengimplemtasian program-program yang berhubungan untuk meningkatkan inovasi, bakat dan potensi peserta didik ini sudah mulai diterapkan di lingkungan Sekolah Dasar Negeri Kaliwadas 01 tempat saya sebagai seorang pendidik  Mengajar di lingkungan sekolah dasar selama 11 tahun terakhir ini membuat saya dengan mudah memahami masing-masing karakter peserta didik, sehingga saya bekerjasama dengan rekan teman sejawat serta bimbingan dari kepala sekolah untuk menerapkan program“A Week of Exploring (EXPLO)”. Program tersebut bertujuan untuk mengembangkan bakat dan potensi siswa, meningkatkan minat literasi, dan meningkatkan semangat nasionalisme serta rasa bangga terhadap budaya-budaya Indonesia. A Week of Exploring (EXPLO)  ini dilaksanakan selama satu minggu dan dimulai pada 15 menit pertama sebelum pembelajaran dimulai. Bentuk aplikatif EXPLO ynag diterapkan di Sekolah Dasar Negeri Kaliwadas 01 ini adalah:

  1. Senin Patriotime

Senin Patriotisme merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kecintaan terhadap tanah air, bangsa, dan negara dengan kegiatan menyanyikan lagu nasional, menyanyikan lagu daerah, dan melafalkan bunyi sila-sila pancasila.

  1. Selasa Literasi Ceria

Selasa literasi ceria merupakan kegiatan pembiasaan diri dengan membaca buku fiksi ataupun non fiksi yang tersedia di perpustakaan sekolah. Tahapan dari kegiatan tersebut berupa kegiatan pengembangan yang dilakukakan yaitu dengan memberikan kesimpulan atau tanggapan  dari buku yang telah di baca. Melalui program  pebiasaan  literasi ini banyak sekali perubahan perubahan yang nampak pada diri peserta didik, terbukti bahwa siswa yang tadinya malu dan kurang percaya diri sekarang menjadi cukup berani dalam menyampaiakan atau menyimpulkan sebuah cerita dari isi bacaan. Perananan penting yang lain dalam berliterasi tersebut adalah dengan adanya gerakan literasi di sekolah dasar mampu menumbuhkan kemampuan berfikir kritis yang sangat diperlukan dalam penerapan pembelajaran kreatif- produktif salah satunya membaca dan menulis.

  1. Rabu Litearsi keagamaan

Kegiatan rabu lietrasi keagamaan ini berupa tadarus Al-Quran bersama, dan membaca asmaul husna. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dan sebagai wujud pembiaasaan menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.kegiatan literasi keagamaan juga sesuai dengan visi dan misi Sekolah Dasar Negeri Kaliwadas 01 yaitu “CERIA” Cerdas, Inovativ, serta Berkahlakul Karimah.

  1. Kamis Literasi Numerasi Ceria

Kamis numerasi merupakan kegiatan yang dilaukan setiap hari kamis berupa menghafal bentuk angka perkalian dan pembagian. Kamis numerasi ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan intelektual (IQ) bidang skolastik atau berhitung.

  1. Jumat ceria

Kegiatan jumat ceria merupakan kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekolah untuk bekerjasama membersihkan lingkungan sekolah dan dilanjutkaan dengan senam bersama. Kegiatan jumat ceria ini bertujuan untuk membangun karakter cinta lingkungan serta mengajak siswa-siswi untu menerapkan pola hidup bersih dan sehat yaitu dengan cara membersihkan lingkungan sekolah dan olahraga bersama.

  1. Sabtu ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian pengembangan kegiatan ini dilakukan untuk mengembangkan potensi peserta  didik. Kegiatan ekstrakurikuler ini secara tidak langsung dapat memfasilitasi pengembangan peserta didik melalui pengembangan kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama yang baik dengan orang lain.

Kegiatan A Week of Exploring yang dijabarkan diatas dapat dijadikan langkah awal pembiasaan positif untuk menerapkan konsep merdeka belajar yang berlandaskan moralitas, integritas, spiritualitas, dan kode etik. Melalui semangat dan sinergi yang baik dari peserta didik, guru, dan orang tua diharapkan program kegiatan tersebut dapat menjadi modal yang kuat untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkarakter dan bermoral tinggi.

Tak hanya melalui kegiatan A Week of Exploring, seorang pengajar juga harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan terutama pada peserta didik sekolah dasar karena pada dasarnya usia anak sekolah dasar adalah usia yang digunakan untuk bermain sehingga proses pembelajaran agar lebih mudah diterima harus melalui cara-cara unik dan kreatif agar materi pembelajaran dapat diserap dengan baik oleh para peserta didik sekolah dasar.

Bagikan Artikel Ini

Baca Juga











Artikel Terpopuler