Tukang Grab Nyentrik - Analisis - www.indonesiana.id
x

MAMA IDHA

IDHA KARYATI,S.Pd
Bergabung Sejak: 25 November 2021

Rabu, 8 Desember 2021 10:38 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Tukang Grab Nyentrik


    Dibaca : 505 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    OLEH:IDHA KARYATI

    Aku merindu...kuyakin kau tahu....walau jauh dimata tapi dekat didoa..aku merindukanmu....terdengar alunan reff lagu sontrek sinetron Ikatan Cinta dengan judul”Tanpa Batas Waktu” yang dinyanyikan oleh Fadly Padi dari sebuah ponsel Vivo 1902 milik seorang pemuda tampan. Pagi ini dia memakai t-shirt waran merah maron dan soft jeans yang ada  dua garis sobekan disekitar lutut menandakan cowok itu sangat fashionable  dan agak sedikit nyentrik. Segera pemuda itu menutup aplikasi game yang sedang dimainkan setelah adanya notifikasi pemberitahuan pemesanan grab online dari penumpang. Sudah 60 menit pemuda itu mangkal di depan matahati dept store . Saat menutup aplikasi game , pemuda itu menerima panggilan telepon dan seperti biasa dia memperkenalkan diri
     "Halo....selamat pagi, perkenalkan saya Niko driver grab Avanza dengan nopol N 5150 E, apakah ada yang bisa saya bantu?"
        "Selamat pagi mas...saya Laras, apakah mas Niko bisa menjemput dan mengantar saya sesuai titik yang sudah saya kirim lewat aplikasi grab mobil?"
           " Bisa mbak....bisa… " jawab Niko dengan semangat dan tanpa sadar ia menganggukkan kepala untuk menyatakan kesanggupannnya.
           "Saya akan menuju sesuai titik alamat yang mbak Laras kirimkan."
            Tidak berapa lama  mobil Avanza dengan nopol seperti yang sudah disebut Niko lewat telpon tadi menyalakan lampu kiri menuju kearah gadis yang berdiri didekat pintu masuk taman kota. Setelah merasa bahwa titik penjemputan sudah sesuai, Niko membuka kaca mobil secara otomatis  dan menanyakan.
            “Apakah Anda mbak Laras?"
            "Betul mas, " jawab gadis itu. Tanpa menunggu tukang grab turun, Laras segera membuka pintu tengah dan segera duduk.
        Mobil melaju pelan meninggalkan taman kota. Sepintas tukang grab melirik kaca dalam mobil dan melihat Laras dari kaca. 
               "Mbak.... apakah boleh saya memutar lagu Tanpa Batas Waktu? Lagunya Fadli Padi."  tanya Niko. 
              "Iya mas, iya..boleh, " jawab Laras agak lambat beberapa detik. Sepertinya cewek ini melamun, pikir Niko. Tanpa sengaja Laras melihat diantara kursi sopir dan kursi disamping depan samping sopir ada 2 tumpuk buku tebal yang bejudul Acounting dan buku Kiat Sukses Berwirausaha.  Spontan Laras bertanya, ”Mas suka baca buku ya ?"
               "Ya mbak…" jawab Niko datar. 
     "Mas kuliah dimana? Ssemester berapa? Jurusan apa? " bertubi-tubi pertanyaan Laras membuat tukang grab tersenyum manis. Ya...manis sekali..bisik Laras dalam hati. Mati aku....senyummu mas...sangat manis. 11,12 dengan manisnya Aldebaran pemain sinetron Ikatan Cinta yang tayang setiap hari di RCTI. 
         "Saya kuliah mbak, di Universitas swasta di Surabaya, semester 7, Jurusan Akuntansi. "
        "Mas kok gak kuliah? " tanya Laras selanjutnya. 
             "Kan masih online mbak jadi kuliahnya online," jawab Niko.  "Jadi sopir grab kan untuk mengisi waktu luang mbak...lumayan buat tambahan bayar kuliah dan belikan jajan buat adik. " imbuhnya.
         "Wow....keren...hari gini  masih ada mahasiswa yang mau jadi sopir grab buat bayar uang kuliah. Hebat kamu Niko...tidak seperti mantan pacarku yang sudah mengkhianatiku, membawa kabur uangku. " rutuk Laras. Niko melihat dari kaca dalam mobil, wajah Laras kelihatan sedih.
        "Mas…." panggil Laras.
               "Ya mbak ?" sahut  Niko.         
           "Boleh nggak saya kalau ngegrab selalu pakai mobil dan sopirnya mas Niko? " tanya Laras penuh harap.  
             "Saya sih senang saja mbak dapat orderan. Tapi biasanya  susah ketemu lagi, tergantung nanti saat pemesanan grab yang mbak kirim diterima oleh siapa. Bisa jadi diterima sopir grab lain, tapi jika masih rejeki. pasti saya yang terima panggilan mbak Laras. " katanya  Setelah 1 jam perjalanan, sampailah ketitik alamat yang dituju. 
            "Maaf mbak...sudah sampai tujuan." ujarnya  Laras segera membuka dompet, mengeluarkan selembar  uang  baru Rp 75.000,- dan kartu nama Larasati . 
          "Mas....ini kartu namaku, kalau sudah lulus, tolong cari dan hubungi no. teleponku dan alamat ini ya…"  pinta Laras.
        Niko melihat ada rumah besar tempat Laras berhenti. Bangunan megah dan ada satpam digerbang rumah Laras.   
              "Mas....jangan lupa , kalau sudah  lulus, coba melamar kerja di perusahaan  milik papa saya ya ?" pinta yang kedua kalinya.  
         "Baik mbak Laras, terimakasih atas tawarannya…" jawab Niko dengan sopan.
        Entah kenapa hati Laras berbunga-bunga setelah bertemu Niko dengan penampilan klasik, nyentrik namun sopan, tapi dia bisa kuliah dengan biaya sendiri. Laras masih tenggelam dengan cerita Niko selama perjalanan tadi sambil bergegas menuju ruang tamu. 
          "Mama....Papa….!"  panggil Laras keras-keras. Papa mamanya segera keluar. 
            "Ada apa Laras..? " 
         "Ma..Pa..tadi aku keliling kota sewa mobil grab dan aku kagum sama sopir grab yang bernama Niko. Mobilnya dibeli dengan cara mengangsur sendiri tiap bulan, bahkan dia bisa membayar uang kuliahnya dengan uangnya sendiri lho pa...ma.  Tidak seperti idola mama papa yang sudah menyakiti, meninggalkanku dan membawa kabur uang tabunganku !"
            Mama papa Laras tersenyum bahagia karena Laras sudah bisa melupakan masa lalunya setelah.  bertemu dengan sopir grab nyentrik.  
           "Ma..doakan aku bisa bertemu dengan  Niko sopir grab tadi ya ma ?"
          Mamanya mengangguk pelan. Laras segera menuju kekamarnya sambil bergumam, "Oh Niko sopir grabku….Aldebaranku,,pujaan hatiku,,,kutunggu kedatanganmu untuk melamarku dan bekerja diperusahaan papaku. "

    Ikuti tulisan menarik MAMA IDHA lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.
















    Oleh: Akhmad Sekhu

    Rabu, 10 Agustus 2022 16:41 WIB

    Sajak Seribu Tahun

    Dibaca : 612 kali