Laga Final Piala AFF 2020; Thailand Dapat Ditaklukkan - Olah Raga - www.indonesiana.id
x

Pesepak bola Timnas Indonesia Pratama Arhan (kedua kanan) berusaha masuk ke pertahanan lawan dengan dibayangi pesepak bola Timnas Singapura Zulqarnaen Suzliman (kedua kiri) dalam pertandingan Semi Final Leg 2 Piala AFF 2020 di National Stadium, Singapura, Sabtu 25 Desember 2021. ANTARA FOTO/Humas PSSI/Handout

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Rabu, 29 Desember 2021 11:13 WIB

  • Sport
  • Topik Utama
  • Laga Final Piala AFF 2020; Thailand Dapat Ditaklukkan

    Laga final nanti malam adalah sajian laga sepak bola Asia Tenggara dengan paradigma baru. Thailand hari ini berbeda level. Indonesia pun rasa baru. Indonesia beruntung bertemu Thailand di partai final. Dengan strategi yang diterapkan Shin Tae-yong, timnas Indonesia berpeluang mengalahkan Thailand. Tapi ada sejumlah catatan yang mesti dipenuhi.

    Dibaca : 2.913 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Duel timnas Indonesia vs timnas Thailand di partai final Piala AFF 2020 akan berlangsung dalam dua pertemuan di Stadion Nasional, Singapura. Leg pertama akan dihelat pada 29 Desember 2021 alias malam nanti. Berikutnya, tiga hari kemudian, leg kedua akan dilangsungkan pada 1 Januari 2021.

    Duel klasik, rasa baru, paradigma baru

    Pertemuan timnas Indonesia versus timnas Thailand saya sebut sebagai duel klasik rasa baru. Pasalnya, timnas Thailand terkini, benar-benar berbeda. Sebagai tolok ukur, di leg pertama babak semi final Piala AFF 2020, Thailand bukan hanya mampu menekuk Vietnam 2-0, tetapi juga membalikkan semua prediksi, sebab Vietnam lebih dijagokan memenangi laga. Di leg kedua, Vietnam pun dibikin mati kutu, dan ditahan imbang 0-0.

    Bandingkan dengan timnas Indonesia yang hanya mampu bertahan dari gempuran pasukan Vietnam sepanjang laga, dan hanya diberi nafas sekitar 30 persen melakukan ball possesion. Sangat nampak perbedaan kualitas individu pemain antara timnas Vietnam dan Indonesia dari segi teknik, intelegensi, personaliti, dan speed (TIPS) pemain, terutama yang sangat mencolok dari segi I dan P.

    Lihat bagaimana Vietnam meladeni Thailand, mereka malah bisa didikte oleh pasukan Gajah Putih hingga frustasi dan akhirnya tersisih.

    Dalam babak final, saya yakin, timnas Indonesia yang memang baru dibentuk oleh Shin Tae-yong (STy), dipenuhi pemain-pemain muda yang masih berkembang, tentu tetap akan memberikan perlawanan level babak final.

    Memang, Thailand terkini boleh dibilang beda level dengan timnas Malaysia dan Singapura yang sudah disingkirkan pasukan STy. Mereka juga beda level dengan Vietnam yang mendikte Indonesia dan takluk oleh Thailand. Namun publik sepak bola Asia Tenggara, Asia, bahkan Dunia, kini sudah memahami penggawa Garuda.

    Di bawah STy, timnas Indonesia kini dikenal sebagai tim yang memiliki pressing tinggi, serangan balik cepat, dan pertahanan rapat. Inilah yang saya sebut laga klasik rasa baru. Klasiknya, Indonesia vs Vietnam sudah bertemu 78 kali di semua kompetisi. Di pertemuan ke-79 dan 80 nanti, babak final Piala AFF 2020, Thailand memiliki level tim yang berbeda, Indonesia juga menjadi tim dengan sepak bola rasa baru. Jadi, saya sebut babak final nanti akan tersaji duel kekuatan sepak bola Asia Tenggara paradigma baru.

    Head to head tak menentukan

    Sebagai duel paradigma baru, maka head to head antara Indonesia dan Thailand juga tak akan menentukan.

    Dari berbagai literasi, timnas Indonesia dan timnas Thailand tercatat sudah 78 kali bertemu di semua kompetisi. Dari catatan itu, timnas Indonesia baru mampu meraih 25 kemenangan dan 14 kali imbang. Sementara Thailand mampu mengalahkan Indonesia sebanyak 39 kali.

    Khusus dalam sejarah Piala AFF atau sebelumnya Piala Tiger, timnas Indonesia dan Thailand sudah 12 kali bertemu. Rekornya, timnas Indonesia hanya mampu meraih tiga kemenangan. Bahkan satu-satunya kemenangan diraih via adu penalti pada perebutan tempat ketiga Piala AFF 1998. Saat itu pun, penampilan Garuda dan Thailand tercoreng oleh permainan "sepak bola gajah" saat keduanya bertemu di fase grup.

    Dengan kondisi timnas Thailand yang kini memiliki level berbeda, dan Indonesia yang memiliki rasa baru, maka duel leg pertama dan kedua akan menjadi laga paradigma baru dua kekuatan sepak bola Asia Tenggara terkini.

    Thailand dapat ditaklukan

    Melihat kemampuan dan kualitas tim Thailand terkini, saya bilang Indonesia beruntung bertemu Thailand di partai final.

    Pasalnya, dengan modal strategi STy dan rasa barunya timnas Indonesia, Thailand dapat disingkirkan. Itu bisa terjadi jika Thailand ditekan dengan kecepatan permainan bola bawah pendek merapat, tiki-taka, tak ada pemain yang individualis dan egois. Lalu barisan pertahanan Indonesia bermain cerdas, tak kampungan tapi kotaan, tak membiarkan counter attack masuk daerah pertahanan. Harus dicatat juga, pemain jangan bodoh dan bikin pelanggaran tak perlu. Mereka harus bermain dengan attitude kualitas.

    Saat Thailand bertanding versus Vietnam, ada pelajaran yang bisa dipetik Indonesia. Bahwa pertahanan Thailand mudah ditembus lewat tekanan dan kecepatan. Namun itu harus dilakukan dengan cerdas dan sabar. Sebaliknya, bila pemain tengah dan belakang Indonesia ceroboh, maka hukumannya, gawang Nadeo akan mudah dijebol Thailand. Mereka telah melakukan itu ke gawang Vietnam dengan dua gol. Saat Vietanam kesannya memang meremehkan Thailand dan bermain terbuka.

    Ayo pasukan Garuda. Bermainlah dengan kualitas TIPS yang mumpuni, cerdas attitude, tidak kampungan, tapi kotaan, maka benar-benar tersaji laga sepak bola Asia Tenggara paradigma baru. Thailand yang kini berbeda level. Indonesia pun rasa baru.

    Ikuti tulisan menarik Supartono JW lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.







    Oleh: Michael HB Raditya

    Rabu, 10 Agustus 2022 16:50 WIB

    Ronaldo, Penjual KW, dan Cuan

    Dibaca : 299 kali










    Oleh: Akhmad Sekhu

    Rabu, 10 Agustus 2022 16:41 WIB

    Sajak Seribu Tahun

    Dibaca : 612 kali