Piala AFF 2020 Sudah Usai, Tak Ada Lagi Hukuman dari Singapura - Analisis - www.indonesiana.id
x

Timnas

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Minggu, 2 Januari 2022 09:29 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Piala AFF 2020 Sudah Usai, Tak Ada Lagi Hukuman dari Singapura

    Lain kali pemain Indonesia harus lebih hati-hati lagi agar tak melanggar seperti di Singapura.

    Dibaca : 694 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Setelah gagal menggembosi timnas Indonesia di fase grup Piala AFF 2020, dengan melarang Elkan Baggott turun dalam laga genting versus Vietnam, karena ada naskah drama Elkan harus karantina. Tapi, penggembosan tak mempan. Tanpa Baggott, penggawa Garuda justru mampu menahan imbang Vietnam.

    Setelah timnas Singapura di tekuk timnas Indonesia di partai semi final, ternyata pemerintah Singapura didukung panitia AFF, menemukan cara lagi untuk menggembosi timnas Indonesia di leg kedua partai Final. 4 pemain Indonesia, lagi-lagi di dalamnya ada Baggott, di larang tampil di leg kedua karena melanggar aturan bubble.

    Sepertinya, karena Baggott mudah diidentifikasi, maka ketika Baggott berkeliaran menjadi santapan empuk untuk bikin masalah penggembosan lagi. Tapi sayang. Penggembosan kali kedua juga gagal. Malah tanpa Baggot dan 3 rekannya, timnas Indonesia tetap mampu menahan imbang timnas Thailand 2-2. Tak kalah telak lagi.

    Kisah penggembosan

    Masalah penggembosan kedua terhadap timnas Indonesia yang gagal total baik oleh pemerintah Singapura maupun panitia Piala AFF, justru sangat mudah dibaca sandiwaranya. Bagaimana tidak, 4 pemain Indonesia dilarang tampil di leg kedua babak final, Sabtu, 1 Januari 2022. Padahal kejadian 4 pemain timnas Indonesia melanggar bubble sebenarnya sudah terjadi sangat lama, yaitu pada 15 Desember 2021.

    Saat itu, 4 pemain dianggap melanggar aturan bubble di Piala AFF 2020,.yaitu Elkan Baggott, Rizky Dwi, Rizky Ridho, dan Victor Igbonefo.

    Dari penjelasan manajer mau pun pelatih timnas Indonesia.yang sudah terpublikasi di media massa, 4 pemain tersebut memang keluar sesaat untuk membeli perlengkapan pribadi. Namun, mereka terciduk dianggap melanggar aturan bubble.

    Lucunya, Sabtu pagi, 1 Januari 2022 baru dikabarkan 4 pemain itu tidak bisa dimainkan. Padahal kejadiannya tanggal 15 Desember 2021.

    Bahkan pihak Indonesia juga sudah membayar dendanya, Rizky Ridho dan Elkan bahkan juga sudah main di final leg pertama, namun 4 nama di atas baru dilarang tampil di laga kontra Thailand di final leg kedua. PSSI pun marah kepada pemerintah Singapura karena hukuman yang mengada-ada.

    Wahai, Singapura, skenario menggembosinya tak mempan lagi ya? Lihat, pertandingan leg kedua final Piala AFF 2020 telah berakhir. Timnas Thailand dan timnas Indonesia bermain sama kuat 2-2, lho? Bila Piala AFF belum usai, mungkin ada lagi upaya penggembosan dan denda untuk timnas Indonesia, ya? Untung Piala AFF sudah bubar.

    Miris, berhasil melakukan upaya penggembosan kepada Garuda karena punya kuasa sebagai tuan rumah, tapi tak mempan. Lain kali bikin skenario yang cerdas, ya? Jangan mengada-ada, Singapura!



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.