Interaksi Sosial di Lingkungan Masyarakat - Humaniora - www.indonesiana.id
x

ilustr: Internet Matters

Syaniba Khuzaifah

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 18 November 2021

Minggu, 2 Januari 2022 21:56 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Interaksi Sosial di Lingkungan Masyarakat

    Terjadinya Interaksi Sosial di Lingkungan Masyarakat

    Dibaca : 604 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Interaksi sosial merupakan suatu hubungan timbal balik antarindividu. Seperti hubungan sosial seorang individu dengan kelompoknya, dan juga dengan kelompok yang lainnya. Tidak semua hubungan sosial bisa dikatakan sebagai interaksi sosial, karena belum tentu memenuhi dua syarat terjadinya interaksi sosial. Syarat-syarat terjadinya interaksi sosial, yaitu:

    1. Kontak Sosial. Sesuatu yang lebih menunjuk pada suatu hubungan sosial yang memiliki sifat langsung. Seperti bersalaman dengan sesama, melakukan percakapan secara langsung, ataupun tidak langsung dan sebagainya. Seiring dengan perkembangan zaman dan majunya teknologi di Indonesia, telah membuat kebanyakan orang yang berkomunikasi menggunakan media perantara seperti handphone untuk melakukan kontak sosial seperti chat, email, dan telepon.
    2. Komunikasi. Suatu kegiatan yang dilakukan ketika sebuah kontak sosial sedang berlangsung. Komunikasi ini tentunya juga mengacu pada proses penyampaian pesan antarindividu kepada individu yang lainnya, dan dilakukan secara tatap muka maupun melalui alat komunikasi.

    Selain terjadinya interaksi sosial, ada juga beberapa faktor-faktor yang sangat berpengaruh pada interaksi sosial. Diantaranya yaitu: 

    1. Imitasi. Yang memiliki arti peniruan, dan pada faktor imitasi ini tentunya juga sangat memiliki peran yang sangat penting pada proses interaksi antara individu satu dengan yang lainnya.
    2. Sugesti. Yang memiliki arti bahwa suatu sikap seseorang, akan sangat berpengaruh nantinya. Karena sikap orang tersebut yang nantinya akan diikuti dan juga diterima oleh orang lain yang berinteraksi dengan orang tersebut.
    3. Identifikasi. Merupakan suatu keinginan seseorang untuk sama dengan orang lain. Pada faktor ini, tentunya seseorang juga lebih terlihat kepribadiannya dalam diri orang tersebut dibandingkan dengan Imitasi. Karena dalam proses ini, kepribadian seseorang sangat mudah terbentuk.
    4. Simpati. Merupakan suatu proses ketika seseorang muncul rasa tertariknya kepada orang lain, sehingga dapat berkembang jika terdapat sikap saling pengertian dari kedua orang tersebut. Simpati juga tentunya ditunjukkan pada seseorang ketika saat-saat tertentu, baik itu saat senang maupun saat sedih.
    5. Motivasi. Merupakan sebuah dorongan atau nasehat yang diberikan seorang individu kepada individu lainnya. Yang bertujuan supaya orang yang diberikan motivasi tersebut, dapat melaksanakan apa yang telah dimotivasikan kepada dirinya. Selain untuk seorang individu, motivasi juga sangat berperan untuk memberikan dorongan kepada kelompok.
    6. Empati. Merupakan suatu kondisi mental yang dimiliki oleh seseorang, dan membuat orang tersebut seakan-akan merasakan apa yang orang lain sedang rasakan. Contohnya seperti melihat seseorang yang terkena musibah tsunami, kita berempati kepada orang yang terkena musibah tsunami seakan-akan mengalami kejadiannya.

    Selain itu juga ada beberapa jenis interaksi sosial, seperti interaksi antara individu dan individu, contohnya seperti interaksi antara si A dan si B. Dan ada juga interaksi antar individu dan kelompok, contohnya seperti interaksi antara si A dan kelompok si B. Dan yang terakhir ada interaksi antar kelompok dan kelompok, contohnya seperti interaksi antara kelompok si A dan juga kelompok si B. Bicara tentang interaksi sosial, tentunya juga ada beberapa gejala dalam berinteraksi sosial. Gejala sosial memiliki makna bahwa kejadian sosial di masyarakat yang bermula dari adanya perubahan sosial di lingkungan tersebut. Beberapa faktor penyebab gejala sosial diantaranya, yaitu faktor kultural dan faktor struktural. Faktor kultural memiliki arti bahwa nilai yang tumbuh dan berkembang pada lingkungan masyarakat, contohnya seperti kemiskinan, kerja bakti, perilaku menyimpang dan sebagainya. Sedangkan faktor struktural merupakan suatu keadaan yang berpengaruh pada sebuah struktur. Struktur yang dimaksud disini adalah sesuatu yang disusun oleh pola-pola hubungan antarindividu dan kelompok yang terjalin dalam lingkungan masyarakat. Contohnya seperti penyuluhan sosial, interaksi antar sesama, dan sebagainya.

    Terjadinya gejala sosial di tengah masyarakat, tentunya berawal dari adanya perubahan sosial yang terjadi di lingkungan tersebut. Makna dari perubahan sosial sendiri merupakan segala perubahan yang terdapat pada hubungan kemasyarakatan seperti lembaga-lembaga masyarakat, yang dipengaruhi oleh suatu sistem sosial, nilai moral, sikap, serta pola perilaku dan pola pikir antara kelompok masyarakat. Pada perubahan sosial ini tentunya juga dampak menimpulkan sebuah dampak, baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Bagi sebagian masyarakat yang tidak mudah menerima perubahan sosial dengan baik, makan akan terjadi masalah sosial. Diantaranya seperti kasus kemiskinan yang disebabkan oleh sebagian orang karena tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok hidupnya, kasus kesenjangan sosial yang disebabkan oleh tidak adanya keseimbangan di antara masyarakat, tingginya angka pengangguran di tengah masyarakat yang salah satunya disebabkan karena persaingan sumber daya manusia dalam mencari pekerjaan, kasus kriminalitas yang salah satunya disebabkan karena tingginya angka pengangguran di Indonesia, serta kenakalan remaja yang dapat menyebabkan mental dari remaja tersebut menjadi rusak. Jika sangat banyak jumlah remaja yang memiliki mental yang rusak, hal ini dapat menimbulkan suatu ancaman untuk Indonesia yang sangat berpengaruh pada  generasi yang akan datang. 



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.