Sarapan, Seragam, dan Pembelajaran - Humaniora - www.indonesiana.id
x

PTM 100\x25

Helwiyah ewi

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 24 November 2021

Jumat, 7 Januari 2022 06:21 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Sarapan, Seragam, dan Pembelajaran

    PTM terbatas yang diterapkan terkesan mendadak membuat orang tua panik, hingga menyerbu toko seragam, toko retail bahan makanan dan alat tulis.

    Dibaca : 1.030 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Pagiku cerahku….

    Matahari bersinar,

     kugendong tas merahku di pundak

    Selamat pagi semua, kunantikan dirimu

    Di depan kelasku , menantikan kami

     

    Penggalan lagu ceria anak jelang masuk  sekolah, kini jadi kenyataan.. Sorak sorai suara anak - anak saling menyapa dan saling memberi salam kepada bapak dan ibu guru kini terdengar lantang.  Walau menggunakan masker bahkan beberapa anak menggunakan face shield , namun masih nampak binar  bahagia di mata mereka.

     

    Menyambut SKB 4 mentri tentang  panduan Pelaksanaan PTM terbatas , sekolah sudah banyak yang diizinkan mengadakan PTM 100% dengan berbagai persyaratan dan pembatasan. Terkesan mendadak ketok palu kebijakan mulai diterapkan. Hari Jumat masih belum ada kepastian kapan kebijakan siswa hadir 100% di sekolah dibolehkan. Hingga hari sabtu bahkan minggu ada beberapa sekolah baru mengadakan rapat sosialisasi  kebijakan SKB 4 menteri kepada orang tua murid

     

    Ketika tanggal 3 Januari 2022 PTM  100% untuk  propinsi DKI Jakarta  mulai  diberlakukan,  sontak para orang tua menjadi panik.  Ya……. panik karena belum siap dengan seragam dan sarapan  anak anak. Hal ini nampak pada membludaknya toko seragam karena diserbu orang tua yang ingin membeli seragam baru. Selama PJJ  seragam tidak digunakan, bahkan banyak yang sudah menjadi sempit karena tubuh siswa yang membesar.  Ketika  PTM terbatas 50% diberlakukan, tidak semua seragam digunakan.

     

    Saya merupakan bagian dari orang tua yang harus antri di toko seragam untuk  anak  kedua  kelas XI SMA.  Seragam untuk  semua jenjang  laris dibeli orang tua.  Mulai dari kemeja, rok, celana panjang, ban pinggang, dasi , topi, kaos kaki  bahkan kacu dasi pramuka.

     

    Untuk seragam ciri khas sekolah seperti batik, baju muslim dan seragam olahraga, masih menunggu kesiapan stock dari sekolah. Sekolah masih harus memperhitungkan jumlah dan ukuran sesuai kebutuhan  siswa serta pesanan orang tua. Untuk seragam sekolah umumnya dikelola oleh koperasi.

     

    Ketika PTM,  diharapkan siswa sudah sarapan di  rumah, karena kantin belum boleh beroperasi. Pedagang jajanan di luar gerbang sekolah pun  harus mengikuti aturan sekolah.  Akhirnya toko  retail dan warung tetangga pun ikut diserbu orang tua yang harus menyiapkan sarapan pagi. Mulai dari sosis, mie, nugget, susu, roti, keju, ayam , saos sambal hingga telur, sang primadona yang harganya terus melambung.  Walau harga  telur dan minyak goreng  terus merangkak naik, masyarakat tetap membeli karena kebutuhan.

     

    Ruangan kelas harus disetting sesuai protokol kesehatan. Minimal berjarak 1 meter tiap siswa.  Disediakan masker cadangan untuk siswa, hand sanitizer, tissue basah, tissue kering dan tempat sampah di tiap ruangan.  Itu semua demi  mendukung keamanan dan kenyamanan proses pembelajaran di kelas.

     

    Pembelajaran 100%  siswa masuk per kelas terasa luar biasa. Setelah  hampir 2 tahun tidak  berkumpul, dibatasi ruang dan waktu,  beberapa bulan masuk  50%  masih terasa canggung sebagai adaptasi.  Namun ketika hari pertama 100%, semua pecah, raut wajah bahagia, terbuka, optimis, semangat dan ceria nampak pada anak anak.  Pertanyaan pertanyaan lucu seperti:

    “ Ibu….. kenapa kita harus datang pagi pagi?” ,

    “Ibu…… ada ruang isolasi enggak?”

    “ Kenapa  harus ada ruang isolasi?”

    “ Ibu… kenapa kita enggak dibagikan kartu jak lingko?”

    “ Beli kartu jak lingko dimana?”

    " Ibu, nyalain kipas angin donk, aku gerah

    Rupanya mereka pernah mendengar tentang ruang isolasi , berminat naik angkot dengan kartu  jak lingko yang dapat digunakan secara gratis, harus terbiasa berangkat sekolah pagi setiap hari,  kebiasaan baru yang memerlukan jawaban yang tepat. Salah dalam menjelaskan akan tertanam konsep pemahaman yang salah dalam jangka panjang. Mengajar kelas 2 SD memerlukan kesabaran dan ketelitian dalam menggunakan bahasa  serta pendekatan psikologis.

    Akhirnya.....  situasi normal pembelajaran bertahap mulai  terbuka. semoga  kita dapat menjaga kesehatan dan kebersihan dnegan mematuhi protokol kesehatan dengan baik. 

     

    Bekasi, 6 Januari 2022

    22.37

    Ikuti tulisan menarik Helwiyah ewi lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.











    Oleh: Dien Matina

    5 hari lalu

    Antre

    Dibaca : 253 kali