Pro dan Kontra Kuliah Hybrid - Analisis - www.indonesiana.id
x

khoirunnisa suseno

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 16 Januari 2022

Senin, 17 Januari 2022 10:46 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Pro dan Kontra Kuliah Hybrid

    Hybrid atau hybrid learning merupakan metode pembelajaran kombinasi antara online dan offline, pada waktu tertentu para mahasiswa di wajibkan untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka langsung di kampus atau mengikuti pembelajaran melalui daring.

    Dibaca : 1.234 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Hybrid atau hybrid learning merupakan metode pembelajaran kombinasi antara online dan offline. Ppada waktu tertentu para mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti pembelajaran secara tatap muka langsung di kampus atau mengikuti pembelajaran melalui daring.

    Untuk menerapkan metode hybrid membutuhkan beberapa persyaratan/aturan, seperti jumlah mahasiswa saat offline dibatasi dan menerapkan protokol kesehatan. Metode ini semakin dikenal semenjak pandemi Covid-19 landai dan  banyak diterapkan pada  kampus di Indonesia terutama kampus tempat saya menuntut ilmu yaitu Universitas 'Aisyisyah Yogyakarta.

    Saat mendapat giliran untuk perkuliahan tatap muka langsung, kami tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan lainnya, tidak hanya itu sebelum perkuliahan offline berlangsung seluruh warga Universitas 'Aisyisyah Yogyakarta wajib melakukan rapid test antigen. Adapun manfaat kuliah hybrid learning pada masa pandemi yaitu seperti

    1. Menekan potensi penyebaran covid-19
    2. Dapat menumbuhkan kesadaran pentingnya komunikasi antar teman dan guru
    3. Jam belajar lebih fleksibel

    Pada penerapan metode hybrid learning ternyata banyak menimbukan  pro dan kontra dari berbagai pihak. Contohnya adalah, pihak pro yang berpendapat bahwa, dengan metode hybrid para mahasiswa tidak akan bosan dengan perkuliahan karena sifatnya kombinasi, langkah awal sebagai bentuk usaha pembelajaran secara tatap muka langsung setelah sekian lama dengan pembelajaran online dan membantu menciptakan interaksi sosial yang baru setelah lama berada di rumah. Akan tetapi tidak sedikit pula orang  yang masih khawatir dan meragukan kesiapan dari pihak kampus karena untuk menerapkan metode hybrid learning membutuhkan persiapan yang matang dari kampus seperti menyiapkan fasilitas untuk cuci tangan dan pengaturan shift  mahasiswa yang benar. Lalu ada  pihak kontra yang berpendapat bahwa ada beberapa mahasiswa yang daerahnya masih kesusahan untuk mendapatkan sinyal dengan begitu pembelajaran tidak kondusif, fasilitas kampus tidak bisa dimanfaatkan setiap hari oleh mahasiswa dan tugas terlalu banyak juga sulit untuk memahami materi.

    Dapat kita ketahui bersama bahwa setiap hal yang baru pasti akan menimbulkan pro dan kontra, akan tetapi kita sebagai sesama manusia yang berilmu kurang tepat jika kita harus memaksakan pendapat orang lain sama dengan pendapat kita. Menurut saya ada beberapa jurusan contohnya seperti jurusan kesehatan, jika metode pembelajaran hanya dilakukan secara online, jelas akan mendapat banyak kesusahan karena  setelah lulus kita diwajibkan menguasai banyak tindakan untuk membantu pasien. Namun perlu kita ketahui bersama bahwa metode pembelajaran setiap mahasiswa berbeda-beda, ada yang hanya dengan menonton video sudah memahami, ada juga yang harus langsung mempraktikkan pada manusia atau harus ada komunikasi secara langsung pada yang bersangkutan.

    Kita ketahui bersama bahwa pandemi belum berakhir, jadi perkuliahan hybrid learning adalah kombinasi yang cocok untuk pembelajaran saat ini. Asalkan kita mematuhi protokol kesehatan seperti cuci tangan, menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan menjaga jarak. Hal ini merupakan usaha kita untuk mutu pendidikan dan menekan angka covid-19.

    Ikuti tulisan menarik khoirunnisa suseno lainnya di sini.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.