Strategi Calon Ibu Baru Menghadapi Baby Blues dengan Pendekatan Psikologi - Humaniora - www.indonesiana.id
x

illustr: Psychology Today

Vinanda Saputri Marpaung

Penulis Indonesiana
Bergabung Sejak: 25 Januari 2022

Rabu, 26 Januari 2022 06:05 WIB

  • Humaniora
  • Topik Utama
  • Strategi Calon Ibu Baru Menghadapi Baby Blues dengan Pendekatan Psikologi


    Dibaca : 369 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Baby blues syndrome adalah perasaan sedih yang dialami setelah melahirkan berkaitan dengan bayinya. Baby blues pascapersalinan adalah gangguan suasana hati yang berlangsung selama 3 sampai 6 hari pasca melahirkan. Bahkan sering terjadi dalam 14 hari pertama setelah melahirkan dan terburuk pada hari ketiga dan keempat.

    Baby blues syndrome dikategorikan sebagai gangguan mental yang ringan, oleh sebab itu sering tidak diperdulikan. Kadang bahkan sering dianggap sebagai efek dari kelebihan sehingga tidak terdiagnosis dan tidak tertangani sebagaimana mestinya.

    Dari data penelitian di seluruh dunia menunjukkan sekitar 50 hingga 75% wanita mengalami sindrom baby blues.

    Memberikan konseling kepada ibu yang mengalami baby blues

    Pada waktu pelaksanaan konseling kepada ibu yang mengalami baby blues ada baiknya para ibu-ibu diberitahukan bahwa depresi itu biasa dan umum terjadi pada wanita setelah melahirkan. Dalam konseling kita berusaha mencari tahu penyebabnya secara jelas dan spesifik kemudian kita membantu para ibu menghilangkan stress yang dialaminya. Ada sedikit tips penanganan yang mungkin bisa membantu ibu melewati baby blues nya:

    1. Cari teman atau saudara yang bisa diajak curhat.

    2. Cari orang yang bisa membantu untuk merawat bayi hal ini bertujuan agar si ibu dapat beristirahat dengan tenang.

    3. Luangkan waktu untuk si ibu agar bisa melakukan sesuatu bagi dirinya sendiri.

    4. Luapkan setiap emosi yang menjanggal agar si ibu tidak merasa terbebani.

    5. Jujurlah jika membutuhkan bantuan dan jangan ragu untuk meminta tolong.

     

    Upaya yang dilakukan tenaga medis untuk membantu ibu yang mengalami baby blues

    Tenaga kesehatan di sini yang dimaksud itu bisa dokter bidan atau perawat maka hendaklah memberikan istirahat dan ketenangan yang banyak, batasi dan atur jumlah tamu dan jam tamu berkunjung ,dan jangan biarkan kamu berkunjung terlalu lama. Jika dilihat ibu itu sedang mengalami baby blues setelah melahirkan maka dia akan merasa sedih dan menangis maka sebagai tenaga kesehatan para bidan khususnya, hendaklah merawat ibu itu dalam ruangan yang terpisah namun tetap selalu diawasi.

    Jika ibu ini terus sedih dan menangis tidak perlu disuruh berhenti menangis biarkan saja ia melupakan semua emosinya hingga reda. Jika si ibu sudah tenang maka ia sangat membutuhkan konseling agar terbebas dari masalah yang dirasakannya. Sebaiknya berikanlah pelayanan yang baik, ramah, cepat, menyenangkan hati si ibu. Perlihatkan perilaku yang baik dan rasa empati yang tinggi terhadap ibu yang habis melahirkan. Jangan sekali-kali berkata kasar, menyakitkan, judes, tidak sopan, menyindir memaksakan, memerintah dengan kasar, dan lain-lain.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.