Ayo, Gilas Filipina! - Analisis - www.indonesiana.id
x

Pesepak bola Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri (kedua kiri) bersama rekan-rekannya berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Timor Leste dalam laga lanjutan Grup A Sepak Bola SEA Games 2021 Vietnam di Stadion Viet Tri, Phu Tho, Vietnam, Selasa, 10 Mei 2022. Laga Timnas U-23 Indonesia vs Timor Leste berakhir dengan skor 4-1. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Supartono JW

Pengamat
Bergabung Sejak: 26 April 2019

Jumat, 13 Mei 2022 06:14 WIB

  • Analisis
  • Topik Utama
  • Ayo, Gilas Filipina!

    Yakin, Pasukan Garuda U-23, akan mampu menggilas Filipina, sore nanti. Tak perlu berpikir menang banyak, 1-0 atau 2-0 cukup. Di sektor belakang pemain harus cerdas. Jangan seperti laga-laga sebelumnya, sering bikin kesalahan.

    Dibaca : 332 kali

    Dukung penulis Indonesiana untuk terus berkarya

    Strategi dan pemasangan komposisi pemain yang cerdas, akan menggaransi Timnas Indonesia U-23 menyegel poin penuh saat bentrok dengan Filipina di Stadion Viet Tri, Jumat (13/5/2022). Sebab, modal kemenangan atas Timor Leste dan kekalahan dari Vietnam dapat dijadikan tolok ukur, pelatih Shin Tae-yong (STy) harus berbuat apa dengan pasukannya, pun dengan keterbatasan stok pemain yang ada.

    Yang pasti, STy tentu tak akan mengulang kesalahan dengan membiarkan pasukannya tampil terbuka, sementara komposisi pemain belakang malah masih coba-coba. Dua gelandang senior pun tak berpengaruh pada tim. Pantas, STy dan pasukan Garuda dihukum dengan gelontoran 3 gol oleh pasukan Vietnam U-23.

    Setali tiga uang, masih dalam adegan coba-coba pemain, meski pasukan Garuda boleh dibilang unggul teknik dan speed dari Timor Leste, tetapi anak-anak Garuda tetap konsisten menujukkan kelemahan intelegensi dan personality-nya. Mereka terus membuang kesempatan mencetak gol, egois dan sikap kampungan juga masih nempel.

    Indonesia pun pantas dihukum pinalti di awal babak pertama dan dihukum kemasukan 1 gol yang sangat tidak perlu.

    Tiada Evan Dimas

    Atas hasil dua laga tersebut yakni, pertama, main terbuka tetapi tak siap di barisan gelandang bertahan dan pemain belakang dan digebuk Vietnam U-23 dengan 3 gol. Dan, Kedua, main terbuka saat lawan di bawah level, tapi membuang banyak kesempatan dan kecolongan gol; publik sepak bola nasional pun rindu kehadiran Evan Dimas.

    Sayang, STy meninggalkan Evan di Indonesia, padahal dia siap tempur. Ketiadaan Evan Dimas, dalam dua laga fase Grup A SEA Games 2021 Vietnam, memperlihatkan Timnas U-23 tampil tak berkaraktar. Ya, harus diakui, publik sepak bola nasional merasakan hal itu, sebab dua pemain senior yang dipilih Shin Tae-yong (STy) untuk mengisi sektor tengah, benar-benar belum tampil sesuai ekspetasi, sebaliknya malah bikin kecewa.

    Sementara di sektor belakang, setali tiga uang, khususnya di kiri dan kanan. Beruntung di laga kedua, di babak kedua, Asnawi bisa langsung memberikan dampak dan warna, karakter Garuda sentuhan STy.

    Unggul haed to head

    STy dan para penggawa Garuda wajib paham bahwa sepanjang sejarah gelaran SEA Games, Indonesia sudah meladeni Filipina sebanyak 8 kali, dengan hasil 7 kali menang, dan 1 kali imbang. Bahkan di laga terakhir, Filipina di gulung 3-0 (17/8/2017).

    Berikut pertemuan lengkapnya. 17/8/2017: Indonesia 3-0 Filipina 9/6/2015: Indonesia 2-0 Filipina 12/10/1997: Indonesia 2-0 Filipina 15/6/1993: Indonesia 3-1 Filipina 30/11/1991: Filipina 1-2 Indonesia 23/8/1989: Indonesia 5-1 Filipina 11/12/1981: Indonesia 2-0 Filipina 23/11/1977: Filipina 1-1 Indonesia

    Berangkat dari catatan pertemuan itu, maka akan menjadi sejarah buruk, bila laga nanti Garuda kalah. Namun, melihat dua tampilan Filipina dan Indonesia yang sudah dilakoni di fase Grup A, saya sebut, Garuda tetap lebih unggul.

    Untuk itu, sejatinya sangat mudah menjinakkan Filipina. Bila Filipina pakai strategi parkir bus, maka bermainlah sabar, pancing ke luar, dan hantam dengan serangan balik cepat. Itu pun STy jangan salah komposisi pemain.

    Strategi itu, ternyata ampuh diterapkan Myanmar, hingga mampu menggebuk Filipina 3-2.

    Hanya, karena Filipina juga wajib menang bila mau lolos ke semi final, maka tak usah dipancing, Filipina pun otomatis akan ke luar menyerang dengan sendirinya, meski dengan tetap bermain tertutup dan ancaman serangan balik.

    Deretan pemain depan Indonesia, saya bilang tak perlu diragukan, meski Saddil sementara balik ke klub. Yang saya kawatir adalah dua gelandang senior yang masih melempem. Lalu, dua bek tengah yang sering bikin kesalahan sendiri. Dan bek kiri yang langganan bikin salah, tapi kalau sudah salah, angkat tangan minta maaf ke bench pemain dan rekan. Tapi mengulang bikin salah lagi. Model ini juga kerap ditunjukkan pemain lain yang bikin salah, egois, dan kampungan.

    Namun begitu, tentu STy sudah punya resep dan strategi jitu, demi meraih poin penuh. Sebab menang adalah harga mati bila tetap menargetkan emas. Persoalannya adalah tinggal pada para pemain yang dipercaya turun. Mampukah menjawab kepercayaan pelatih dan harapan publik sepak bola nasional dengan bermain cerdas otak dan emosi? Plus tak jemawa.

    Yakin, Pasukan Garuda U-23, akan mampu menggilas Filipina. Tak perlu berpikir menang banyak. 1-0 atau 2-0 cukup, lalu cerdas di sektor belakang.



    Suka dengan apa yang Anda baca?

    Berikan komentar, serta bagikan artikel ini ke social media.